Tongkol kotok
Sebagai emak-emak yang hampir tiap hari mikirin "masak apa hari ini", kotokan tongkol Jawa Timur ini jadi salah satu menu andalan yang sering aku ulang. Selain gampang, rasanya tuh bener-bener cocok buat lidah keluarga di rumah, apalagi kalau dimakan pas lagi hangat bareng nasi pulen. Biasanya aku pakai ikan tongkol yang masih segar, dagingnya padat jadi nggak gampang hancur waktu dimasak lama. Tongkolnya aku potong-potong sedang, lalu aku lumuri sedikit garam dan jeruk nipis dulu biar nggak terlalu amis. Kadang kalau lagi sempat, tongkolnya aku goreng sebentar sampai agak kecokelatan, baru dimasak kotokan, jadi teksturnya lebih enak dan nggak gampang remuk. Untuk bumbu kotokan tongkol Jawa Timur yang sering aku pakai, biasanya ada bawang merah, bawang putih, cabe merah (boleh pakai cabe keriting atau cabe besar), kemiri, kunyit, ketumbar, dan sedikit kencur kalau suka aroma khas. Semua bumbu itu aku haluskan, lalu ditumis sampai harum dan matang. Aku suka tambahin daun jeruk dan sereh juga, biar kuahnya wangi dan segar. Kuah kotokan ini biasanya pakai santan. Kalau mau lebih gurih dan kental, bisa pakai santan kental dari kelapa parut. Tapi kalau lagi pengen yang agak ringan, aku campur santan encer juga. Tinggal masukkan tongkol ke tumisan bumbu, aduk sebentar, lalu tuang santan. Masak dengan api kecil sambil diaduk pelan supaya santan nggak pecah. Jangan lupa kasih garam, gula, dan sedikit kaldu bubuk kalau suka. Versi kotokan tongkol Jawa Timur di rumahku cenderung gurih pedas, jadi cabe rawit biasanya aku masukkan utuh ke kuah. Kalau ada anak kecil di rumah, bisa pisahkan sebagian kuah sebelum cabe rawit dimasukkan, jadi tetap aman buat mereka. Kadang aku tambahin irisan tomat di akhir masak biar ada rasa sedikit segar dan nggak enek. Yang aku suka dari masak kotokan tongkol ini, prosesnya bisa sambil merenung dan flashback, apalagi kalau lagi sendirian di dapur. Kadang keingat kata-kata di gambar yang pernah aku baca: "Lucu ya, orang yang dulu tahu semua cerita kita, sekarang bahkan nggak tahu kabar terakhir kita. Bukan karena benci, tapi mungkin karena waktu dan arah kita sudah nggak lagi sama." Masak sambil ingat kenangan itu rasanya campur aduk, tapi justru bikin momen di dapur jadi lebih hangat. Kotokan tongkol Jawa Timur ini cocok banget buat jadi lauk harian, bisa disimpan di kulkas dan dihangatkan lagi besoknya. Menurutku, justru besoknya bumbunya makin meresap dan enak. Tinggal tambah tempe goreng atau tumis sayur sederhana, satu meja makan udah kerasa lengkap. Buat yang lagi cari ide masakan rumahan sederhana, resep kotokan tongkol Jawa Timur kayak gini bisa banget dicoba dan dimodif sesuai selera masing-masing.

















