rumahku jauh banget klu mau kepasar klu kalian gmn
di perkampungan seperti ini ada susah ada bahagianya .. susahnya klu mau bepergian belanja kepasar , bahagianya suasananya sangat nyaman dan sejuk loh ..
2025/10/11 Diedit ke
... Baca selengkapnyaJujur, kadang aku iri lihat orang-orang yang rumahnya dekat pusat kota, mau ke pasar tinggal jalan atau naik motor sebentar. Kalau di desa, suasana desa memang bikin hati tenang: udara sejuk, pemandangan hijau, suara burung, dan tetangga yang masih saling sapa. Tapi begitu keinget stok dapur menipis dan harus ke pasar, di situ kerasa banget tantangannya.
Perjalanan ke pasar dari rumahku lumayan jauh. Biasanya aku harus berangkat pagi-pagi banget, soalnya kalau kesiangan, sayur-sayuran bagus sudah habis duluan. Di jalan, aku lewat pemandangan desa yang indah: rumah-rumah berwarna-warni di tengah kebun teh hijau, sungai kecil yang mengalir, dan jembatan kayu yang sering jadi tempat orang berhenti sebentar cuma buat menikmati angin sepoi-sepoi. Suasana desa kayak gini sebenarnya bikin capek di jalan jadi agak terobati.
Supaya nggak terlalu repot, aku punya beberapa cara biar hidup di desa yang jauh dari pasar tetap nyaman. Biasanya aku bikin daftar belanjaan lengkap, jadi sekali ke pasar bisa sekalian beli kebutuhan untuk beberapa hari ke depan. Bahan-bahan yang cepat busuk kayak sayur hijau aku olah dulu sebagian, misalnya langsung dimasak setengah matang atau disimpan di wadah tertutup supaya lebih awet. Untuk beras, minyak, gula, dan kebutuhan pokok lain, aku beli agak banyak sekalian biar nggak sering bolak-balik.
Selain itu, di suasana desa seperti ini, aku juga manfaatkan hasil kebun sendiri. Di halaman rumah, aku tanam cabai, tomat, serai, dan beberapa tanaman bumbu lain. Jadi kalau lagi malas ke pasar atau cuaca kurang bersahabat, setidaknya bumbu dasar masakan sudah ada di rumah. Tetangga juga sering saling tukar hasil panen: ada yang kasih pisang, singkong, atau sayur. Hidup di desa memang jauh, tapi rasa kebersamaan masih kuat.
Kadang aku juga belanja bareng tetangga. Kami janjian satu motor berdua atau tiga orang, jadi lebih hemat bensin dan perjalanan ke pasar jadi lebih rame dan menyenangkan. Di jalan kami ngobrol, bercanda, sambil menikmati pemandangan desa yang hijau dan sejuk. Rasanya kayak piknik kecil-kecilan setiap kali ke pasar.
Menurutku, tinggal di desa itu soal menerima plus minusnya. Suasana desa yang tenang, sejuk, dan jauh dari keramaian itu bonus besar buat kesehatan mental. Memang akses ke pasar dan tempat belanja lebih ribet, tapi kalau diatur dengan baik, lama-lama terbiasa. Kadang aku berpikir, meski rumahku jauh dari pasar, aku masih beruntung bisa bangun setiap hari dengan pemandangan desa yang indah dan udara bersih yang mungkin orang kota jarang dapat.
Kalau kalian juga tinggal di desa dengan suasana yang nyaman tapi jauh dari pasar, mungkin bisa coba cara-cara kayak aku: belanja lebih terencana, tanam sedikit sayur atau bumbu di rumah, dan manfaatkan kebersamaan dengan tetangga. Capeknya tetap ada, tapi rasa syukurnya juga besar setiap kali lihat pemandangan desa yang indah di sekitar rumah.
assalamualaikum masyaallah bener banget terlihat indah pemandangan nya nyaman dan sejuk