... Baca selengkapnyaPas nonton Materialists, aku merasa film ini tuh nyentil banyak perempuan, khususnya kita yang udah masuk usia 25–30-an ke atas. Di fase hidup ini, pertanyaan soal cinta vs kemapanan tuh kerasa banget, apalagi kalau kamu perempuan yang sering dicap “cewek matre”. Padahal, kadang kita cuma lagi berusaha realistis.
Di film ini, Dakota Johnson sebagai Lucy digambarkan sebagai matchmaker ambisius dengan standar tinggi. Dia bukan sekadar pengen cowok kaya, tapi pengen pasangan yang punya masa depan jelas. Di satu sisi, dia ketemu John (Chris Evans) yang mungkin secara finansial belum mapan, tapi punya koneksi emosional. Di sisi lain, ada Harry yang kaya dan “sempurna” di atas kertas, tapi bikin Lucy ngerasa hampa. Dan di tengah-tengah ada tokoh Pedro Pascal yang bikin konflik perasaan makin kerasa realistis.
Buatku, ini relate banget sama obrolan klasik: apa arti cewek matre? Perempuan matre itu yang cuma mau uang, atau perempuan realistis yang mikir soal biaya hidup, keamanan finansial, dan masa depan anak? Setelah kerja, bayarin tagihan sendiri, dan ngerasain capeknya hidup, standar kita terhadap pasangan otomatis naik. Bukan karena serakah, tapi karena kita tahu beratnya hidup kalau semua beban ditanggung sendiri.
Film ini nunjukin kalau cewek yang punya standar bukan berarti nggak bisa cinta tulus. Lucy sempat ninggalin John karena ngerasa nggak ada masa depan, dan itu bikin kita mikir: wajar nggak sih kalau kita pengen pasangan yang mapan? Di sisi lain, waktu dia ketemu sosok yang kaya raya dan stabil, ternyata hati tetap ngerasa kosong. Di situ kerasa banget bahwa kemapanan tanpa koneksi emosional juga tetap bikin hampa.
Menurutku, Materialists cocok banget buat ditonton perempuan 20–30-an yang lagi galau soal hubungan. Kamu bakal diajak nanya ke diri sendiri: aku beneran matre, atau cuma realistis? Apakah wajar kalau aku pengen cowok yang kerjaan dan keuangannya jelas? Gimana cara bedain antara standar sehat dan ekspektasi yang kelewat tinggi?
Setelah nonton, aku jadi lebih berdamai sama label “cewek realistis”. Punya standar soal penghasilan, visi hidup, dan tanggung jawab itu bukan dosa. Yang penting kita juga siap kerja keras, bukan cuma numpang hidup. Film ini bikin aku sadar, cinta itu penting, tapi ngobrol soal uang, prioritas, dan gaya hidup juga sama pentingnya biar nggak nyesel di belakang.
Kalau kamu lagi cari film romantis yang nggak lebay dan ada sinis-sinis tipis tapi tetap hangat, Materialists worth to watch. Bukan cuma buat hiburan, tapi bisa jadi ajang refleksi: sebenarnya kita nyari cinta, kemapanan, atau kombinasi keduanya — dan itu sama sekali bukan hal yang salah untuk dipikirin.