Selingkuh cm buat org yg ga punya value dan pengecut. Ga capek apa ngumpetin sampah?
Jujur, di usia sekarang aku makin sadar kalau hubungan itu bukan cuma soal perasaan sesaat, tapi juga soal value diri. Banyak yang nanya, "kenapa nggak selingkuh aja sih kalau lagi nggak bahagia?" Buat aku jawabannya simpel: bukan karena nggak bisa, tapi karena nggak cocok sama prinsip hidupku. Selingkuh itu kelihatannya seru di awal, deg-degan, berasa diperhatiin orang baru, tapi di balik itu ada harga diri yang pelan-pelan kamu jual murah. Rasanya kayak ngumpetin sampah di bawah karpet: dari luar kelihatan rapi, tapi dalam hati kotor dan nggak tenang. Capek harus bohong, hapus chat, atur waktu, ingat alibi, belum lagi rasa was-was ketahuan tiap saat. Aku pribadi lebih milih jaga diri dan komitmen. Kalau memang hubungan sudah nggak sehat atau nggak bahagia, menurutku lebih gentle buat ngomong baik-baik atau sudahi aja, daripada cari pelarian di belakang pasangan. Selingkuh itu bukan solusi, cuma penunda masalah. Masalah di hubungan utama tetap ada, ditambah masalah baru: rasa bersalah dan kepercayaan yang hancur. Aku juga percaya, cara kita memperlakukan pasangan itu cerminan gimana kita menghargai diri sendiri. Kalau kita bisa dengan mudah mengkhianati orang yang sayang sama kita, sebenarnya kita juga lagi menurunkan standar buat diri sendiri. Makanya aku bilang, selingkuh itu buat orang yang murahan dan main di level yang rendah banget. Aku nggak mau main di level serendah itu. Kalau lagi ngerasa goyah atau kepikiran buat selingkuh, biasanya aku tanya diri sendiri: "Kalau aku di posisi dia, sanggup nggak disakitin kayak gini?" Bayangin pasangan yang percaya sama kita, tiba-tiba tahu kita main belakang. Kebayang nggak hancurnya? Dari situ biasanya aku langsung sadar diri dan mundur. Buat kamu yang lagi berjuang buat tetap setia, kamu nggak lebay dan nggak bego. Justru kamu lagi nunjukin kalau kamu punya value tinggi. Setia itu bukan karena nggak laku, tapi karena kamu cukup berharga buat nggak mau bagi-bagi energi, badan, dan hati ke sembarang orang. Kalau pasanganmu belum bisa menghargai itu, percayalah masalahnya ada di mereka, bukan di kamu. Intinya, bukan soal bisa atau nggak bisa selingkuh, tapi kamu mau hidup di level mana. Mau capek hidup penuh kebohongan, atau mau tenang dengan integritas dan harga diri yang utuh.





























































