... Baca selengkapnyaDi part 2 ini, aku mau sekalian rangkum lebih detail soal macam-macam benang rajut yang sering banget bikin bingung pemula, terutama pas lagi pilih buat cardigan, tas, atau boneka.
Pertama, soal ukuran benang rajut. Biasanya di label ada kode kayak fingering, DK, worsted, atau angka (misal 2, 3, 4). Semakin besar angkanya, biasanya benangnya makin tebal. Benang rajut besar enak banget buat proyek cepat seperti selimut tebal, tas rajut yang kokoh, atau bucket hat yang kaku. Tapi kalau buat cardigan atau baju, aku pribadi lebih nyaman pakai ketebalan sedang biar hasilnya jatuhnya lembut dan nggak terlalu berat.
Untuk jenis benang rajut untuk cardigan, aku paling sering pakai benang akrilik atau campuran akrilik lain yang sifatnya lembut, hangat, dan nggak terlalu kasar di kulit. Akrilik termasuk kategori wearable, cocok juga buat syal dan beanie. Seratnya besar dan ringan, jadi proyek lumayan cepat selesai. Kekurangannya, dia agak berbulu dan kadang seratnya mudah terpisah, jadi pas merajut harus agak hati-hati supaya tusukan jarum nggak nyangkut.
Kalau kamu cari benang rajut untuk tas yang bagus, polyester dan polycherry bisa jadi pilihan. Benang polyester rajut itu kuat, tahan lama, dan tahan air, jadi pas banget buat tas, dompet, atau homedecor seperti alas gelas dan taplak. Teksturnya memang agak kasar di tangan dan bisa bikin tangan cepat pegal kalau belum terbiasa, tapi hasil rajutan benang polyester biasanya kokoh dan bentuk tasnya lebih tegak.
Polycherry itu versi polyester yang lebih lembut dan mengkilap. Masih masuk kategori non-wearable, tapi halus di tangan dan kelihatan cantik banget kalau dijadiin homedecor atau amigurumi (boneka rajut). Benang rajut polycherry juga cukup murah, cuma kekurangannya ujung benang gampang terurai, jadi aku biasa langsung bakar sedikit atau kunci ujungnya biar nggak mler.
Buat kamu yang suka bikin boneka, jenis benang rajut untuk boneka biasanya yang seratnya nggak terlalu licin dan bentuknya rapi, supaya hasil amigurumi kelihatan rapat dan nggak banyak bolong. Polycherry sering dipakai karena lembut dan mengkilap, tapi benang akrilik tertentu juga oke, tinggal disesuaikan sama look yang kamu mau.
Soal jarum benang rajut, kuncinya sesuaikan dengan ukuran benang. Di label biasanya ada rekomendasi ukuran hakpen/knitting needle. Kalau jarum terlalu kecil, rajutan jadi kaku dan sulit digerakkan. Kalau terlalu besar, bolong-bolong dan kurang rapi. Untuk belajar rumus rajut lingkaran (misal buat topi atau alas), aku suka pakai benang agak besar supaya tusukan lebih kelihatan jelas.
Sedikit tambahan, di beberapa kain rajut kamu bakal kerasa ada sisi halus dan kasar yang terbuat dari kumpulan benang. Biasanya sisi halus itu yang dipakai di luar karena lebih enak di kulit, sedangkan sisi yang sedikit lebih kasar bisa dipakai di bagian dalam.
Semoga penjelasan ekstra ini bantu kamu makin paham tentang jenis jenis benang rajut dan sifat-sifatnya, jadi next time nggak bingung lagi pilih benang buat cardigan, tas, atau boneka rajut kesayanganmu!
hai kak, untuk bikin tas atau tote bag gitu better pake benang apa yaa? terimakasih kak🥰