ini impact buat kita yang gak mau sadar 😣
lemonades🍋 sebelum nya aku udah spill ciri2 seorang people pleaser. Nah kalii ini aku spill dampak buat diri
sendiri seandainya kita gak mau sadar sadar 😩
☘️Kehilangan jati diri → terlalu sering menyesuaikan diri dengan keinginan orang lain sampai bingung apa sebenarnya keinginan pribadi.
☘️Kelelahan mental & emosional → karena terus berusaha menyenangkan orang lain, energi cepat habis.
☘️Rendahnya harga diri → menilai diri berdasarkan penilaian atau penerimaan orang lain.
☘️Stres & kecemasan → takut ditolak, takut mengecewakan, akhirnya hidup penuh tekanan.
☘️Burnout → terlalu banyak beban karena tidak bisa berkata "tidak".
biasanya orang yang punya kepribadian seperti ini lebih ke " gak bisa" sendirian (ini aku sii, disclaimer yaa 😀)
tapi bisa juga dari background keluarga atau trauma di masalalu.
People pleaser ini memang bukan termasuk penyakit mental tapi lebih ke perilaku dan kepribadian sii ya, tapi ini bisa menjadi pemicu masalah psikologis seperti stress bahkan depressi lohh.
karena mekanisme survive yang kurang sehat.
pokoknya kalau ada yang merasa sedang di fase itu, please mulai paksa buat stop, karena serius kita itu bisa kok ngelakuin hari-hari sendiri.
Gak bergantung sama orang lain itu memang se-menyenangkan itu.
dan mencoba menjauhi orang-orang yang kita anggap toxic juga memang se-tenang itu❣️
Yang terpenting kita tidak pernah menjauhi Tuhan kita, karena disitulah sumber kekuatan yang sebenarnya 💕
#lemon8indonesiaa #ViralTerbaru #SharingIsCaring #LoveYourself
Dari pengalamanku, menjadi people pleaser bukan hanya soal kepribadian tapi juga bisa berasal dari latar belakang keluarga atau pengalaman traumatis masa lalu yang membuat kita sulit berkata "tidak". Seringkali, supaya tidak membuat orang lain kecewa, aku terus mengorbankan keinginan sendiri sampai akhirnya merasa stres dan kelelahan. Hal ini sangat mirip dengan kondisi toxic dalam hubungan atau lingkungan sekitar. Toxic di sini bukan cuma soal kehadiran orang yang menyebalkan, tapi juga perilaku yang merugikan kesehatan mental kita, seperti ketakutan berlebihan akan penolakan dan stres yang berkepanjangan. Untuk mengatasi hal ini, aku mulai belajar untuk menetapkan batasan pribadi dan berani mengatakan "tidak" tanpa merasa bersalah. Berada jauh dari lingkungan yang toxic juga sangat membantu memberikan ketenangan dan ruang untuk refleksi diri. Terpenting, jangan lupakan sumber kekuatan batin, dalam hal ini bagiku adalah Tuhan, yang memberi semangat dan dukungan untuk menjadi versi terbaik diri sendiri. Kalau kamu merasa sedang berada di fase seperti ini, cobalah untuk perlahan melepaskan kebutuhan untuk selalu menyenangkan semua orang. Ingat, menjaga kesehatan mental sangat penting agar hidup kita tidak terkuras oleh tekanan yang tidak perlu. Berani berubah itu memang sulit, tapi percayalah, hari-hari tanpa beban dan kebenaran diri sendiri itu luar biasa menyenangkan.

