songkolo hitam

1/26 Diedit ke

... Baca selengkapnyaJujur, awalnya aku juga bingung pas pertama kali dengar kata "songkolo". Kirain itu kata kasar atau istilah gaul yang lagi rame, ternyata songkolo hitam itu nama makanan tradisional dari Bugis-Makassar yang bahan utamanya ketan hitam. Jadi kalau kamu sempat mikir "songkolo bahasa kasar" – tenang, itu bukan kata makian, tapi nama makanan. Songkolo adalah olahan ketan (bisa ketan putih atau ketan hitam) yang dikukus sampai pulen lalu diberi taburan parutan kelapa, garam sedikit, dan biasanya dimakan dengan ikan asin, telur, atau sambal. Versi yang lagi sering dibahas di internet itu songkolo ketan hitam, karena warnanya cantik, rasanya legit, dan cukup mengenyangkan buat sarapan atau makan malam. Buat kamu yang baru tahu, songkolo hitam biasanya dimasak dari ketan hitam yang sudah direndam dulu beberapa jam. Setelah itu dikukus setengah matang, lalu disiram santan, baru dikukus lagi sampai matang sempurna. Hasilnya tekstur ketannya lembut tapi tetap agak kenyal, cocok banget dimakan hangat-hangat. Aku pribadi suka tambahin parutan kelapa muda yang sudah dicampur garam sedikit, rasanya gurih-manis dan bikin nagih. Kalau di warung tradisional, songkolo hitam sering dijual bungkus daun pisang. Di atasnya dikasih topping sesuai selera, ada yang pakai ikan asin, abon, sambal teri, bahkan ada juga yang pakai telur rebus. Menurutku, kombinasi ketan hitam yang punya rasa khas dengan topping gurih itu bikin songkolo jadi comfort food banget. Bicara soal arti, songkolo adalah sebutan lokal, bukan istilah kasar. Jadi kalau kamu lagi scroll dan nemu orang bahas "songkolo bahasa kasar", kemungkinan mereka baru dengar dan salah paham. Justru di daerah asalnya, songkolo itu makanan yang sering muncul di acara keluarga, syukuran, bahkan jadi menu favorit di malam hari. Kalau mau coba bikin sendiri di rumah, kamu bisa mulai dari bahan sederhana: ketan hitam, santan, garam, dan kelapa parut. Kuncinya sabar pas ngukus, jangan buru-buru, supaya ketannya benar-benar matang dan nggak keras. Aku pernah keburu angkat kukusan, hasilnya bagian tengah masih agak keras, jadi sekarang selalu cek dulu dengan cara cicip sedikit sebelum dimatikan. Menurut pengalaman, songkolo ketan hitam ini cocok buat kamu yang lagi cari alternatif karbo selain nasi putih. Rasanya nggak bikin enek, malah bikin pengen tambah. Kalau punya orang tua atau keluarga dari Sulawesi, coba tanya versi songkolo favorit mereka, karena tiap rumah biasanya punya cara masak dan topping andalan sendiri. Jadi, kalau kamu lagi cari tahu songkolo hitam itu apa, apakah kata kasar, dan gimana cara menikmatinya, jawabannya: ini makanan tradisional ketan hitam yang enak banget, bukan kata makian, dan wajib kamu coba minimal sekali seumur hidup.