2025/11/13 Diedit ke

... Baca selengkapnyaMeluapkan rasa rindu kepada orang yang sudah tiada memang merupakan suatu hal yang sangat wajar dan sering dialami oleh banyak orang, terutama bila menyangkut sosok ibu yang selama hidupnya menjadi tempat kita bercerita dan tempat kita mencari pelipur lara. Rasa rindu itu bisa diekspresikan dalam berbagai cara, salah satunya adalah dengan berkunjung ke makam atau yang biasa dikenal sebagai nyekar. Nyekar sendiri bukan hanya sekadar kunjungan semata, tetapi lebih kepada bentuk penghormatan dan doa kepada orang yang telah meninggal. Namun, dalam budaya kita, penting untuk selalu meletakkan niat yang tulus ketika melaksanakan nyekar. Seperti yang sering dijumpai, ada pula transaksi sosial di mana nyekar bukan ujungnya sekedar mengirim doa tetapi terkadang disalahgunakan menjadi konten media sosial demi menarik perhatian. Hal ini tentu bisa menimbulkan persepsi negatif karena aspek sangat pribadi dan sakral seharusnya dijaga dengan baik, bukan diperlihatkan secara berlebihan di media publik. Dalam mengekspresikan rasa rindu itu, kita harus tetap menghargai batas-batas privasi dan norma kesopanan. Meluapkan rindu lewat cerita, doa, dan kenangan yang dibagikan kepada orang terdekat akan lebih bermakna dibandingkan menjadikan momen tersebut sebagai tontonan atau konten untuk dilihat banyak orang. Rasa hormat kepada orang yang sudah tiada dan juga keluarga yang ditinggalkan adalah hal utama yang wajib dijaga. Oleh karena itu, jika ingin meluapkan rasa rindu kepada ibu atau orang terdekat yang sudah tiada, cobalah lakukan dengan cara-cara yang lebih intim dan penuh keikhlasan. Misalnya, menulis surat, mendoakan dengan sepenuh hati, atau mengunjungi makam saat waktu yang tepat tanpa perlu memberitahukan kepada banyak orang. Jangan gunakan nyekar semata-mata sebagai konten media sosial yang bisa melibatkan berbagai macam reaksi, baik positif maupun negatif. Kadang, niat baik bisa salah paham jika dikemas secara tidak sensitif. Intinya, rasa rindu kepada orang yang sudah tiada sangat manusiawi dan boleh saja diekspresikan secara personal dan positif. Bersikaplah bijak dan penuh perhatian agar momen tersebut menjadi sakral serta menghadirkan ketenangan batin, bukan malah menimbulkan polemik yang tidak perlu.