Cara efektif Paham informasi/isi buku
Agar anda mampu memahami isi buku, dan informasi tertulis, maka ada syarat yang harus dipenuhi:
1. Paham definisi paham pengetahuan/informasi. Ingat, setiap pengetahuan atau informasi ada objeknya. Objek pengetahuan/informasi tidak berbentuk kata-kata. Namun berbentuk realitas yang bisa dilihat, didengar, diraba, dicium, dicicipi, dirasa, dan dihayati. Karena itu, saya mendifinisikan Paham pengetahuan sebagai TERCIPTANYA REPRESENTASI REALITAS OBJEK.
2. Memahami struktur informasi/teks yang biasanya berbentuk paragraf. paragraf berisi ide pokok dan penjelas. Kalo ingin paham informasi/isi teks/buku, temukan ide pokok dan penjelasnya.
3. Ciptakan representasi realitas objek berdasarkan gagasan utuh yang telah ditangkap. gagasan utuh = ide pokok + ide penjelas.
landasan teori:
Dual Coding Teory, Embodied Cognition, Construktivisme, Cognitive Load Theory, dan yang lainnya.
Saya pernah mengalami kesulitan dalam memahami isi buku karena biasanya hanya membaca kata demi kata tanpa menangkap inti dari paragraf tersebut. Setelah mencoba metode yang dijelaskan dalam artikel ini, saya mulai fokus mencari ide pokok dan ide penjelas di setiap paragraf dan membayangkan objek nyata yang sesuai dengan informasi yang saya baca. Misalnya, saat membaca tentang buah apel, saya tidak hanya menghafal kata-kata, tetapi membayangkan bentuk, warna, dan rasanya secara detail dalam pikiran saya. Cara ini membuat saya benar-benar memahami informasi, bukan sekadar mengingat kata-kata saja. Pengalaman ini mengajarkan saya pentingnya membentuk representasi visual atau sensorik di otak (visualisasi) berdasarkan ide utama dan penjelas yang ada. Dengan begitu, informasi di buku menjadi lebih hidup dan mudah disimpan dalam ingatan. Selain itu, saya juga mulai memperhatikan struktur teks secara keseluruhan, sehingga tidak terjebak dalam membaca tanpa pemahaman. Dengan menerapkan teori-teori seperti Dual Coding Theory dan Cognitive Load Theory, saya merasa proses belajar membaca menjadi lebih efektif dan menyenangkan. Saya juga menyarankan agar ketika membaca, jangan ragu untuk membuat catatan kecil tentang ide pokok dan penjelasnya agar membantu memperkuat pemahaman dan memudahkan pengulangan materi. Hal ini berperan penting dalam membangun pemahaman yang mendalam dan membentuk representasi realitas objek secara lebih konkret dan nyata di dalam pikiran.





















