Geneiryodan

Judul: Ramadhan yang tinggal bayangan,

Cipt: Ajiel Gibran,

(Bait 1)

Ramadhan pergi meninggalkan malam,

hanya sisa cahaya yang rapuh di langit.

Kota sunyi, langkah kita bergema,

menghitung detik yang tak pernah kembali.

(Reff)

Ramadhan yang tinggal bayangan,

menyisakan hening di udara.

Kita menatap langit kosong,

mencari doa yang dulu menuntun.

(Bait 2)

Lampu-lampu malam tak lagi hangat,

suara azan hanyalah gema samar.

Kita belajar menahan napas,

di ruang yang dulu dipenuhi cahaya-Nya.

(Bridge)

Hilangnya Ramadhan mengajarkan diam,

bahwa rindu tak selalu bisa disentuh.

Beberapa doa hanya tinggal di hati,

mengalir tanpa suara, tanpa jejak.

(Reff)

Ramadhan yang tinggal bayangan,

menyisakan hening di udara.

Kita menatap langit kosong,

mencari doa yang dulu menuntun.

(Reff)

Ramadhan yang tinggal bayangan,

menyisakan hening di udara.

Kita menatap langit kosong,

mencari doa yang dulu menuntun.

(Outro)

Dan ketika fajar menyapa lagi,

bayangan Ramadhan tetap tinggal,

menjadi penanda bahwa waktu berlalu,

tetapi harap tak pernah mati.

https://vt.tiktok.com/ZSuyM9K6A/

https://youtu.be/_7LaU2Mcl2w?si=TIohQXl7MUbI6Wm0

Purwakarta
3/13 Diedit ke

... Baca selengkapnyaMenghayati puisi 'Ramadhan yang Tinggal Bayangan' mengingatkan saya akan pengalaman pribadi selama Ramadhan yang berbeda dari biasanya. Setiap tahun, bulan suci ini selalu terasa penuh warna dengan aktifitas ibadah dan kebersamaan, tetapi terkadang Ramadhan meninggalkan kesan yang tak terlihat, seperti bayangan yang rapuh. Selama Ramadhan, doa dan refleksi pribadi menjadi momen penting untuk mendekatkan diri kepada-Nya. Puisi ini dengan indah menyampaikan bagaimana suasana sunyi dan keheningan yang menyelimuti malam Ramadhan bisa membawa kita untuk merenung lebih dalam, menghargai waktu yang berlalu dan harapan yang tak pudar. Suara azan yang terkadang samar dan lampu malam yang tak lagi hangat mencerminkan pengalaman spiritual yang penuh dengan kesunyian, namun tidak kosong dari makna. Saya pernah merasakan bagaimana kerinduan pada Ramadhan yang berlalu sangat kuat, terutama saat pandemi ketika rutinitas Ramadhan berubah drastis — silaturahmi dibatasi dan masjid menjadi sepi. Dalam keheningan itulah, doa-doa terkadang menjadi lebih dalam, mengalir tanpa suara, sebagaimana tertulis dalam bait puisi tersebut. Hal yang sangat saya pelajari adalah bahwa Ramadhan bukan hanya soal rutinitas fisik, tetapi lebih ke tentang kehidupan batin yang tersulam doa dan pengharapan. Waktu yang berlalu meninggalkan bayangan Ramadhan sebagai tanda bahwa perjalanan spiritual ini tak pernah benar-benar hilang, melainkan berlanjut dalam harapan yang selalu terjaga hingga fajar menyapa kembali. Menikmati karya ini mengajak saya untuk lebih mensyukuri setiap momen Ramadhan, bahkan yang tersisa hanya bayangannya, karena dalam keheningan dan kerinduan itu tersimpan kekuatan iman dan ketulusan hati.

Posting terkait

Geneiryodan
Judul: Tetap semangat jangan menyerah, Cipt: Ajiel Gibran, (Bait 1) Di tanah yang subur, kami tanam harapan Meski hujan janji tak pernah datang Langkah kami lelah, tapi tak henti Karena esok mungkin lebih berarti (Bait 2) Langit bicara soal kemajuan Tapi kami berjalan dalam bayangan S
Ajiel Gibran

Ajiel Gibran

0 suka

Geneiryodan
Judul: Buta tuli, Cipt: Ajiel Gibran, (Bait 1) Ada kota berdiri di atas retakan Lampu gemerlap menutupi gelap Tangan terulur, namun terbuang Disambut senyum patung yang tak bernyawa (Pre-Reff) Langit bersuara dengan bahasa luka Tapi siapa yang masih berani mendengarnya? (Reff) Buta
Ajiel Gibran

Ajiel Gibran

0 suka

geneiryodan band
Judul: Malam yang menurunkan cahaya, Cipt: Ajiel Gibran, (Bait 1) Diam menebar di antara desir malam, angin membawa aroma doa yang tersembunyi. Langit menahan bintang-bintang, seolah menunggu satu detik yang abadi. (Reff) Lailatul Qadr datang tanpa suara, menyentuh hati yang berserah
Ajiel Gibran

Ajiel Gibran

0 suka

Geneiryodan band
Judul: Negeri para bedebah, Cipt: Ajiel Gibran, (Bait 1) Di istana megah mereka berpesta Lidah berdusta, tangan berlumur dosa Rakyat menjerit di bawah langit kelabu Tapi televisi bilang semua baik-baik saja (Reff 1) Ini negeri para bedebah Tertawa di atas luka yang basah Janji-janji c
Ajiel Gibran

Ajiel Gibran

0 suka

Ryodan band
Judul: Lagu rindu part 1, Cipt: Geneiryodan band, (Bait 1) Bila senja mulai terbenam, Bila malam mulai datang, Ku termenung dalam kesendirian, Menatap bintang untuk bernyanyi. (Bait 2) Kuciptakan sebuah lagu untukmu, Sebagai tanda aku rindu kamu, Tapi tak bisa ku katakan kini
Ajiel Gibran

Ajiel Gibran

0 suka

chrollo lucifer
#chrollolucifer #hunterxhunter #anime #geneiryodan #aivideo
sein.art

sein.art

0 suka

Mari kita bertemu lagi besok - Generyodan
Judul: Mari kita bertemu lagi besok, di senja terakhir bulan Desember. Cipt: @Pendekar Syair Berdarah (Bait 1) Di jalan yang pernah kita lalui pelan, angin menyimpan nama yang tak kita ucapkan. Kita berdiri pada jarak yang sama, namun sudah menjadi dua musim yang berbeda. (Pre-Reff
Ajiel Gibran

Ajiel Gibran

0 suka

Genetiv
📚 Belajar Genitiv Bahasa Jerman 🇩🇪 Genitiv dipakai untuk nunjukin “milik” loh! Contoh: ✔ das Auto des Mannes ✔ die Tasche der Frau ✨ Tips: Maskulin & Netral → des + -s/-es Feminin & Plural → der Save postingan ini biar gampang belajar 💡 Follow: @bahasajermangampang #lemon8indonesi
Bahasa Jerman Gampang

Bahasa Jerman Gampang

1 suka

Ryodan band
Judul: Takbir dan daging kurban, Cipt: Ajiel Gibran, (Bait 1) Takbir berkumandang keras, Di antara asap sate dan plastik hitam, Anak-anak sibuk berlarian, Mengejar kupon dan sisa jeroan. Bapak-bapak pakai peci putih, Berdiri gagah di dekat sapi, Sambil bicara soal kei
Ajiel Gibran

Ajiel Gibran

0 suka

Ryodan band
Judul: Ramadhan yang pergi, Cipt: Ajiel Gibran, (Bait 1) Langit semakin panjang tanpa senyummu, angin berbisik tentang doa yang tertunda. Ramadhan pergi meninggalkan jejak cahaya, yang masih tersisa di sudut-sudut hati. (Reff) Ramadhan yang pergi, tinggalkan sunyi di malam yang basah
Ajiel Gibran

Ajiel Gibran

1 suka

Ryodan band
Judul: Kapan kita mulai jatuh cinta?, Cipt: Ajiel Gibran, (Bait 1) Langit masih sama, Tapi kenapa senyummu terasa beda? Kita bicara biasa saja Tapi hatiku mulai lupa caranya tenang (Pre-Reff 1) Mungkin saat kau sebut namaku pelan Atau saat senyap tak terasa canggung (Reff 1) Kapan
Ajiel Gibran

Ajiel Gibran

0 suka

Ryodan band
Judul: Dipaksa pulih di negeri yang sakit, Cipt: Ajiel Gibran, (Bait 1) Kami tertawa di jalan berlubang Langit kelabu, tak sudi memandang Berita pagi menusuk kepala Katanya esok akan baik-baik saja (Bait 2) Di bangku retak, kutulis harapan Dengan tinta dari air mata t
Ajiel Gibran

Ajiel Gibran

0 suka

Moci Fisika
Modul catatan siswa siswi Materi pelajaran Fisika untuk kleas X SMA kalau catetannya udah se estetik ini masa siih masih males buat belajar?
bunda bercerita

bunda bercerita

0 suka

Ryodan Band
Judul: Nikmat mana lagi yang kau dustakan?, Cipt: Ajiel gibran. Langit membentang, tanah bergetar, Angin berbisik tentang yang pudar. Air mengalir, tak pernah bertanya, Mengapa kita terus alpa? Di meja penuh, masih merasa kurang, Di rumah megah, jiwa tetap hilang. Nikmat mana lagi yang
Ajiel Gibran

Ajiel Gibran

1 suka

konten grup Family engene🫰
#grup #ENGENE #ENHYPEN #fypシ
𝓕𝝰ׅ𝗺𝗶𝗹𝘆 𝓔𝗻ׂ𝗴𝗲ׂ𝗻ׂ𝗲ׂ

𝓕𝝰ׅ𝗺𝗶𝗹𝘆 𝓔𝗻ׂ𝗴𝗲ׂ𝗻ׂ𝗲ׂ

2 suka

Ryodan band
Judul: Merayakan tragedi, Cipt: Ajiel Gibran (Bait 1) Kami jam dinding yang berdetak mundur, Mengukur waktu yang tak pernah sampai. Di altar langit, doa jadi arang, Dan malaikat pun belajar berbohong. (Reff 1) Tuhan menghidang luka di piring emas, Kami makan dengan garpu tertawa. Di p
Ajiel Gibran

Ajiel Gibran

0 suka

Ryodan band
Judul: Minal aidzin walfaidzin, Cipt: Ajiel Gibran, (Bait 1) Pagi datang dengan sunyi yang baru Takbir sisa semalam masih bergaung di kalbu Langkah-langkah kembali ke pintu lama Membawa rindu yang sempat tertunda (Bait 2) Di meja ada cerita yang belum selesai Tentang salah yang dulu
Ajiel Gibran

Ajiel Gibran

0 suka

Ryodan band
Judul: Menunggu pamit, Cipt: Ajiel Gibran, [Bait 1] Aku lihat bayangmu di punggung malam Masih menetap di sela waktu yang malas hilang Kita bersitatap dalam diam Di mana kata tak diucap, tapi luka saling mengiba [Pre-Reff] Kau masih jadi doa dalam diam Sementara aku tak tahu lagi kepa
Ajiel Gibran

Ajiel Gibran

0 suka

Ryodan band
Judul: Bahagiamu, rumah ku. Cipt: Ajiel Gibran. (Bait 1) Ada jejak yang tak pernah kau lihat Menapak senyap sebelum fajar Rela menjadi pagi yang terlambat Agar kau tak pernah kehilangan arah (Bait 2) Tak semua terang bersinar tinggi Kadang ia bersembunyi di bayang Menjadi tanah tempat
Ajiel Gibran

Ajiel Gibran

0 suka

Ryodan band
Judul: Purwakarta, Cipt: Ajiel Gibran, (Bait 1) Di kaki gunung yang memeluk pagi, asap dapur naik pelan-pelan sekali, jalan-jalan tua menyimpan cerita, tentang langkah yang tak pernah sia-sia. (Bait 2) Waduk menahan langit biru, perahu kecil berlayar tanpa ragu, d
Ajiel Gibran

Ajiel Gibran

0 suka

Ryodan Band
Judul: Rumah yang hilang, Cipt: Ajiel gibran, Di sudut sunyi, aku terdiam Dinding bicara dalam gelap Langkah-langkah tak lagi pulang Rumah ini bukan lagi tempatku menetap Namaku terukir di bayang luka Dipanggil, namun tak didengar Aku bernapas dalam sunyi Mencari cahaya di balik kabut
Ajiel Gibran

Ajiel Gibran

0 suka

Ryodan band.
Judul: Sebentar lagi depresi, Cipt: Ajiel Gibran, (Intro) Sebentar lagi.... Langit masih gelap walau matahari muncul, Kepala penuh suara, tapi dunia tetap bisu. (Rap) Bangun dengan dada yang sesak, Bukan karena udara, tapi isi kepala yang retak. Pagi terasa seperti siksaan, Hari-hari
Ajiel Gibran

Ajiel Gibran

0 suka

Imej ini menunjukkan poster anime 'A Gatherer's Adventure in Isekai' dengan watak utama lelaki dan wanita, seekor naga kecil, dan makhluk humanoid naga. Mereka berada di persekitaran fantasi dengan gunung dan hutan, mengumpul bahan seperti cendawan dan bunga.
𝐒𝐎𝐙𝐀𝐈 𝐒𝐀𝐈𝐒𝐇𝐔𝐊𝐀 𝐍𝐎 𝐈𝐒𝐄𝐊𝐀𝐈 𝐑𝐘𝐎𝐊𝐎𝐔𝐊𝐈
An office worker suddenly finds himself transported to a magical realm called Madeus,where he discovers he's blessed with extraordinary abilities,including enhanced strength,magic powers and a special talent for locating treasures. GENRE:ADVENTURE,FANTASY RELEASED:2025 STATUS:COMPLETED
𝕃𝕀ℕ𝔸ℕ𝔸

𝕃𝕀ℕ𝔸ℕ𝔸

8 suka

Ryodan band
Judul: Dunia jahat, ayah, Cipt: Ajiel Gibran, Dunia jahat, Ayah, Ia menampar tanpa suara Mimpi-mimpi jatuh ke tanah Seperti hujan yang kehilangan arah Langkahku lelah di jalan ini Cahaya redup, harapan sepi Tapi aku ingat cerita lama Tentangmu yang bertahan meski luka Ayah, jika kau
Ajiel Gibran

Ajiel Gibran

1 suka

Lihat lainnya