... Baca selengkapnyaDulu aku juga sering galau tiap lihat perhiasan: ini emas asli atau palsu, ya? Apalagi kalau warnanya mengkilap banget, kadang justru bikin curiga. Dari pengalaman beberapa kali belanja dan tanya langsung ke toko emas, ada beberapa hal yang sekarang selalu aku cek sebelum memutuskan beli.
Pertama, soal warna emas asli dan palsu. Emas asli biasanya punya warna yang disebut orang toko emas itu "dalem". Maksudnya bukan kuning norak yang terlalu terang, tapi kuningnya tuh hangat dan konsisten di seluruh permukaan. Emas palsu cenderung terlalu kuning atau agak jingga, kadang kalau kena cahaya kelihatan mengkilap berlebihan, mirip logam yang dicat. Kalau kamu punya gelang emas palsu, biasanya kalau dipakai agak lama warna di pinggir atau bagian yang sering bergesekan mulai memudar atau berubah jadi keabu-abuan.
Kedua, tekstur dan permukaan. Di gambar yang kamu lihat tadi, ada penjelasan soal permukaan halus dan kasar. Emas asli biasanya permukaannya halus dan rapi, terutama kalau itu perhiasan dari toko yang jelas reputasinya. Emas palsu sering permukaannya kasar, ada bintik-bintik, atau ukiran yang kurang rapi. Ini kerasa banget kalau kamu bandingin dua gelang bersamaan di tangan: yang asli terasa lebih "bersih" dan halus ketika disentuh.
Kalau kamu lagi cek cincin atau gelang, perhatikan juga bagian dalamnya. Ciri-ciri emas asli pada cincin atau gelang biasanya ada kode kadar emas, misalnya 375, 420, 700, 750, atau 999. Tapi hati-hati, sekarang kode emas palsu juga bisa dicetak di perhiasan imitasi. Trik yang aku pakai: kode terlihat jelas, rapi, dan nggak gampang pudar. Kalau kodenya buram, posisinya aneh, atau seperti ditempel bukan diukir, bisa jadi itu cuma trik biar kelihatan asli.
Untuk warna emas palsu, selain terlalu kuning, kadang kalau kamu gosok pelan dengan kain kering di satu titik, warnanya bisa sedikit berubah. Sementara emas asli tetap konsisten. Buat gelang emas palsu, bagian pengait atau sambungan sering jadi titik lemah: warna di pengait bisa beda dari badan gelang, atau teksturnya lebih kasar. Sedangkan ciri pengait kalung emas asli biasanya kokoh, warna sama persis dengan rantai, dan gerakannya halus saat dibuka-tutup.
Kalau kamu punya perhiasan yang warnanya mirip perak, misalnya cincin atau gelang yang katanya emas putih, ciri-ciri emas perak asli (emas putih) biasanya permukaannya tetap halus, beratnya terasa cukup berisi, dan nggak mudah kusam. Emas putih palsu sering kelihatan terlalu mengkilap seperti chrome di motor, dan gampang meninggalkan bekas gelap kalau dipakai terus.
Ada juga yang suka nawarin cincin emas 999 murah, padahal 999 itu kadar emas murni banget dan biasanya harganya tinggi. Dari pengalaman aku, kalau ada cincin dibilang 999 tapi ringan banget, warnanya terlalu kuning terang, dan teksturnya agak kasar, aku langsung curiga itu cincin emas 999 palsu.
Kalau kamu pernah lihat serbuk emas atau mau beli emas dalam bentuk kecil-kecil, ciri-ciri serbuk emas asli biasanya warnanya konsisten, nggak ada serpihan yang beda warna, dan kalau dikumpulkan terlihat ada kilau halus yang khas, bukan kilau "fake" seperti glitter.
Biar makin yakin, biasakan cek perhiasan di bawah cahaya alami. Lihat warna emas asli dan palsu secara langsung, bandingin dengan perhiasan yang kamu yakin asli (misalnya dari toko terpercaya). Kalau ragu, jangan malu buat tanya ke toko emas lain atau minta dicek keasliannya. Aku sering bawa satu gelang atau cincin ke toko emas buat sekadar nanya, dan ternyata banyak pegawai toko yang mau jelasin ciri-ciri emas asli dan palsu dengan detail.
Intinya, jangan cuma terpaku di harga murah. Perhatiin warna, tekstur, pengait, dan kode di cincin atau gelang. Pelan-pelan kamu bakal kebiasa bedain gambar emas asli dan palsu, bahkan cuma dari foto. Kalau kamu punya pengalaman ketipu emas palsu, share juga di kolom komentar biar kita sama-sama belajar dan nggak kejebak lagi.