Kalo ketemu orang seperti ini, kita harus berempati, sambil minta dia beresin sampah-sampahnya sebelum pindah🥹🥹
Hoarding Disorder: Orang dengan HD merasakan kebutuhan yang kuat untuk menyimpan barang-barang dan mengalami tingkat kesusahan yang tinggi saat memikirkan melepaskan harta benda, terlepas dari kegunaan atau nilainya. Mereka menempatkan arti penting yang lebih besar pada barang-barang mereka daripada populasi umum (Tolin et al. 2014). Tidak ingin boros, melihat keindahan dan potensi dalam barang-barang, mengaitkan benda dengan kenangan dan menemukan kenyamanan dalam harta benda yang dianggap lebih seperti teman daripada benda adalah tema umum di antara populasi ini, menghasilkan hubungan yang kuat antara harta benda dan identitas diri. (Jones et al., 2025)
Edukasi fenomena orang yang suka menimbun sampah.
Saya pernah bertemu dengan seseorang yang mengalami Hoarding Disorder, dan pengalaman itu membuka mata saya tentang betapa kompleksnya kondisi ini. Orang dengan Hoarding Disorder sering kali terhubung secara emosional dengan barang-barang yang mereka miliki. Mereka melihat barang-barang tersebut bukan hanya sebagai benda mati, tapi sebagai bagian dari identitas mereka, atau pengingat akan kenangan penting. Hal ini membuat mereka sulit untuk membuang sesuatu, bahkan jika barang tersebut sudah tidak berguna atau menumpuk menjadi sampah. Rasa takut kehilangan sesuatu yang berharga, atau rasa aman saat dikelilingi barang-barang yang dikenal, seringkali menjadi penyebab utama perilaku ini. Dalam beberapa kasus, orang dengan kondisi ini juga mengalami kesulitan yang signifikan dalam mengatur rumah mereka karena tumpukan barang yang tidak terkelola dengan baik, yang juga dapat menimbulkan risiko kesehatan dan keamanan. Menurut penelitian terbaru, Hoarding Disorder tidak hanya dipengaruhi faktor psikologis, tapi juga pengalaman lingkungan sekitar, hubungan sosial, dan kebiasaan lama yang telah terbentuk sejak lama. Dengan memahami hal ini, kita bisa lebih berempati ketika menghadapi orang dengan kondisi tersebut, sekaligus membantu mereka dengan cara yang lebih efektif dan tidak menghakimi. Jika Anda memiliki kenalan atau keluarga yang mengalami Hoarding Disorder, penting untuk mendekati mereka dengan penuh kasih sayang dan mengajak mereka secara perlahan untuk membereskan barang-barang secara bertahap. Terapi dan dukungan profesional juga sangat membantu mengatasi kondisi ini. Dari pengalaman saya, pendekatan yang sabar dan penuh pengertian dapat membuat perbedaan besar bagi mereka yang berjuang dengan Hoarding Disorder.

































Penyakit HOARDING DISORDER