Sherly Tjoanda ga bisa diem banget sih. Ada aja gebrakannya. Anomali banget di tengah-tengah gempuran pejabat publik yang mau hidup mewah pake duit rakyat. Yang ini malah ga pake anggaran kesehatan dan tata riasnya sama sekali! Biar apa sih bu begitu? @Sherly Tjoanda

5/12 Diedit ke

... Baca selengkapnyaSebagai warga yang memperhatikan kebijakan publik, saya sangat mengapresiasi langkah Sherly Tjoanda yang memilih untuk tidak mengalokasikan anggaran untuk kesehatan dan tata rias dalam jabatannya sebagai Gubernur Maluku Utara. Hal ini sangat kontras dengan beberapa pejabat publik lain yang justru menghabiskan dana besar untuk gaya hidup mewah, seperti pembelian mobil dinas mewah atau renovasi rumah jabatan yang fantastis. Saya pernah mengikuti berita tentang polemik di Kalimantan Timur, di mana gubernur setempat menghadapi kritik besar akibat penggunaan anggaran yang dinilai berlebihan untuk mobil mewah dan fasilitas pribadi. Demonstrasi pun terjadi akibat ketidakpuasan masyarakat terhadap kebijakan tersebut. Dalam konteks ini, keputusan Sherly Tjoanda menjadi angin segar, menunjukkan kepemimpinan yang lebih sederhana dan fokus pada kebutuhan rakyat. Langkah tidak menggunakan anggaran kesehatan dan tata rias dapat memberikan sinyal bahwa prioritas anggaran lebih diarahkan untuk program-program pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. Tentu ini menjadi contoh yang baik bagi pejabat publik lainnya untuk lebih transparan dan bertanggung jawab dalam penggunaan anggaran daerah. Pengalaman pribadi saya sebagai warga biasa yang mengikuti perkembangan berita daerah menunjukkan bahwa saat pejabat publik mampu mengelola anggaran secara efisien dan berorientasi pada manfaat bagi masyarakat luas, kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah akan meningkat. Sherly Tjoanda dengan caranya sendiri menyampaikan pesan bahwa gaya hidup mewah pejabat harus dikritisi dan ada alternatif kepemimpinan yang lebih sederhana dan fokus pada pelayanan publik. Semoga langkah ini terus menginspirasi pemerintah daerah lain untuk mengutamakan transparansi, efisiensi, dan kejelasan dalam pengelolaan anggaran, demi terciptanya pemerintahan yang lebih baik dan pembangunan yang merata.