... Baca selengkapnyaSebagai seseorang yang pernah berkunjung ke Campalagian, saya dapat merasakan betapa pentingnya tradisi spiritual seperti Turunan Khalwat Tomadio bagi masyarakat setempat. Selain berfungsi sebagai sarana mendekatkan diri kepada Tuhan, kegiatan ini juga menjadi jembatan pengikat antarwarga di kawasan perkebunan dan pertanian. Saya mengamati bagaimana kegiatan buka bersama dan pengajian di jalan trackat menjadi bagian rutin yang menyemarakkan komunitas ini.
Kegiatan spiritual ini sering diadakan di tengah suasana alami perkebunan yang asri, terutama saat bulan Ramadan. Hal ini tidak hanya menguatkan ikatan sosial, tetapi juga menumbuhkan kesadaran pentingnya menjaga kelestarian alam sekitar. Imam Tarmih, tokoh agama dari Palu yang pernah berkunjung, menegaskan bahwa khalwat merupakan sarana insan rabbani yang hakiki untuk mencapai ketenangan batin dan keimanan yang mendalam.
Selain aspek spiritual, keberadaan Turunan Khalwat Tomadio juga berkontribusi pada pengembangan sosial ekonomi masyarakat Campalagian. Komunitas ini mendorong solidaritas dan gotong royong dalam mengelola tanah pertanian dan perkebunan, sehingga meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan warga. Tradisi ini sangat hidup di daerah seperti Ka wan Penguru dan Kabunaten Polewali Mandar yang dikenal dengan hasil kebun dan pertaniannya.
Pesan utama yang saya tangkap dari pengalaman tersebut adalah bagaimana tradisi lokal yang kuat dapat membangun harmoni antara aspek spiritual, sosial, dan ekonomi. Bagi pelancong yang ingin mengenal lebih jauh budaya Sulawesi Barat, menghadiri kegiatan Turunan Khalwat Tomadio di Campalagian menjadi pengalaman berharga yang sangat memperkaya pemahaman tentang kebudayaan Indonesia yang beragam dan penuh makna.