ketika seorang laki-laki berjalan di jalanan,ia mendapati ranting berduri diatas jalan itu.maka ia menyingkirkan ya,lalu Allah berterimakasih(memberi kebaikan)dan mengampuninya.
... Baca selengkapnyaWaktu pertama kali baca hadis tentang menyingkirkan duri di jalan ini, aku lumayan kaget. Ternyata hal yang kelihatannya sepele, kayak ambil ranting berduri atau batu di tengah jalan, punya nilai besar banget di sisi Allah. Nabi Muhammad SAW bersabda bahwa ada seorang laki-laki yang sedang berjalan, lalu melihat ranting berduri di jalan, kemudian ia menyingkirkannya. Allah pun berterima kasih dan mengampuni dosanya. Hadis Nabi Muhammad SAW ini diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, jadi derajatnya sahih dan kuat banget.
Kalau dipikir-pikir, "menyingkirkan duri di jalan" itu termasuk bentuk kepedulian sosial. Kita nggak cuma mikirin diri sendiri, tapi juga orang lain yang lewat di jalan itu. Bisa jadi ada anak kecil, orang tua, atau pengendara motor yang bisa celaka gara-gara hal kecil seperti duri, paku, atau batu tajam. Dengan menyingkirkan, kita menjaga keselamatan mereka tanpa mereka tahu siapa yang membantu. Di situ kerennya, amalnya kecil tapi niatnya besar.
Dari hadis Nabi Muhammad SAW ini aku jadi belajar, jangan remehkan perbuatan baik yang kelihatan sederhana. Menyingkirkan duri di jalan termasuk salah satu amalan yang menunjukkan iman dan rasa sayang sesama. Bahkan dalam beberapa penjelasan ulama, perbuatan seperti ini adalah bagian dari iman, karena kita berusaha mengurangi bahaya dan gangguan di lingkungan kita.
Dalam kehidupan sehari-hari, "duri di jalan" nggak selalu dalam bentuk ranting berduri. Bisa berupa sampah kaca yang berserakan, paku di jalan, genangan air licin di tangga, atau bahkan informasi yang menyesatkan di dunia digital. Setiap kali kita berusaha menyingkirkan hal-hal yang bisa mencelakakan orang lain, sebenarnya kita sedang mengamalkan semangat hadis Nabi Muhammad SAW ini.
Aku sendiri berusaha mulai dari hal kecil: kalau lihat paku di jalan dekat rumah, aku ambil dan buang ke tempat aman; kalau ada batu besar di jalan kampung yang bisa bikin motor tergelincir, aku geser ke pinggir; kalau ada sampah kaca di trotoar, aku pungut pakai plastik. Memang capek sedikit dan kadang orang nggak ada yang tahu, tapi aku ingat hadis ini, bahwa Allah tahu dan bisa saja dari amal yang kecil seperti itu Allah berterima kasih dan mengampuni dosa-dosa kita.
Jadi, buat kamu yang baca ini, coba mulai peka sama lingkungan. Menyingkirkan duri di jalan termasuk amalan yang bisa dilakukan siapa saja, kapan saja, tanpa biaya. Nggak perlu nunggu momen besar untuk berbuat baik. Kadang, pahala besar justru datang dari amalan yang kecil, ikhlas, dan dilakukan diam-diam hanya karena mengharap ridha Allah. Hadis Nabi Muhammad SAW tentang menyingkirkan duri di jalan ini selalu aku jadikan pengingat kalau setiap langkah kita di jalan bisa jadi kesempatan ibadah.