5/13 Diedit ke

... Baca selengkapnyaSebagai seseorang yang pernah bekerja di lingkungan perusahaan besar, saya pernah melihat langsung bagaimana seorang CEO menjalani hari libur yang tampak jauh dari kata santai. Meskipun hari libur seharusnya menjadi waktu untuk beristirahat, banyak CEO justru tetap menjalankan sejumlah tugas penting. Ini biasanya karena tanggung jawab besar yang harus mereka emban, mulai dari memantau perkembangan bisnis hingga membuat keputusan strategis mendesak. Dari pengalaman saya, kesibukan CEO di hari libur tidak selalu berarti bekerja secara penuh waktu. Mereka cenderung memilih pekerjaan yang bisa diatasi dengan cepat atau memberikan arahan singkat lewat komunikasi digital, sehingga tidak mengganggu kualitas waktu pribadi. Misalnya, mengecek laporan ringkas, menjawab email penting, atau berdiskusi dengan tim manajemen melalui panggilan video. Kunci untuk bisa mengelola kesibukan di hari libur adalah penentuan prioritas dan disiplin waktu. Memisahkan pekerjaan yang harus segera diselesaikan dengan waktu untuk beristirahat sangat penting agar tidak cepat kelelahan. Beberapa CEO juga memanfaatkan hari libur untuk melakukan refleksi atau perencanaan ke depan, yang sebenarnya membantu mereka menjadi lebih produktif saat kembali bekerja. Mungkin hal ini bisa menjadi inspirasi bagi kita semua tentang pentingnya keseimbangan antara tanggung jawab profesional dan waktu pribadi. Meskipun tidak harus seintens CEO, menyusun rencana agar pekerjaan tidak menumpuk dan tetap menyediakan waktu istirahat berkualitas dapat berdampak positif bagi kesehatan dan efektivitas kerja jangka panjang.