Hai sobat lemonade 🍋 setuju ga sihh kalau suami (laki laki) lagi marah tuh ga bisa dibantah!? Apalagi kalau balik dibentak, wuihh ngajak perang dunia sih.. Ngeri sih kalau liat banyak berita pertengkaran rumah tangga bisa berujung KDRT...
So, daripada cekcok keras, malu juga sama tetangga, mending lewat jalur langit gak sihh? Serahkan semuanya sama Allah sambil berdoa ini nih..
Kalau udah tenang, baru komunikasikan dengan baik sama Paksu, biar makin lope lopee..❣️❣️❣️
Kalau kalian apa nih tips nya biar paksu gak marah??
... Baca selengkapnyaJujur, dulu setiap suami mulai ninggiin suara, reflek aku juga ikutan emosi. Ujung-ujungnya nangis, nyesel, tapi besok keulang lagi. Baru kerasa bedanya waktu mulai belajar pelan-pelan pakai jalur doa dulu sebelum debat.
Biasanya kalau suami pulang kerja dengan wajah kusut atau kelihatan capek banget, aku udah feeling, "wah, ini bisa meledak kapan aja". Di momen kayak gitu aku coba tahan diri buat nggak langsung curhat panjang lebar. Lebih dulu siapin hati, ambil wudhu, terus baca doa melembutkan hati yang pernah aku pelajari, misalnya:
"Yā Muqallibal qulūb, tsabbit qalbī ‘alā dīnik." (Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu.)
Doa ini bukan cuma buat suami, tapi buat kita sendiri juga. Supaya kita nggak kebawa emosi dan tetap ingat batasan. Setelah itu, aku suka tambahin doa:
"Allāhumma innī as’aluka qalban salīman wa qalban layyinan." (Ya Allah, aku memohon kepada-Mu hati yang lembut dan selamat.)
Sambil baca doa, aku biasanya ambil sajadah, duduk sebentar, tarik napas dalam-dalam. Rasanya lebih adem, jadi pas suami lagi ngomel atau curhat capek, aku lebih mudah dengerin tanpa cepat tersinggung. Kadang cuma butuh suami didengar, bukan dibantah.
Kalau suami lagi marah besar, aku nggak langsung baca doa di depannya, takut dia merasa digurui. Biasanya aku pergi ke kamar sebentar, pura-pura ambil sesuatu, lalu dalam hati baca: "Yā Muqallibal qulūb, allif baina qulūbinā, wa allin qalba zawjī." (Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, satukanlah dan lembutkanlah hati kami, dan lembutkanlah hati suamiku.)
Selain buat suami, doa melembutkan hati ini juga kepake banget waktu berhadapan sama bos atau atasan yang galak. Pernah ada momen dimarahin bos di depan banyak orang, malu banget. Pulang kerja aku nangis, lalu coba rutin baca doa pelembut hati bos setiap habis salat. Ajaibnya, beberapa minggu kemudian sikap bos pelan-pelan lebih enak, komunikasi juga lebih halus.
Tapi menurutku penting juga diingat, doa pelembut hati ini bukan mantra biar orang lain selalu ikut mau kita. Doa ini lebih ke cara kita minta sama Allah supaya hati suami, pasangan, atasan, bahkan hati kita sendiri dilunakkan. Setelah doa, ya tetap wajib ikhtiar: perbaiki cara bicara, pilih waktu tepat buat ngobrol, dan hargai perasaan lawan bicara.
Ada juga tips kecil yang aku praktekin:
- Jangan balas marah dengan marah. Diam sebentar, ambil wudhu, lalu baca doa.
- Hindari ngomong "kamu tuh selalu…" atau "kamu nggak pernah…" saat suami lagi naik emosi.
- Kalau suami atau pasangan sudah mulai tenang, baru pelan-pelan ajak ngobrol dari hati ke hati.
Buat yang lagi struggle sama suami pemarah atau pasangan yang gampang tersulut, boleh banget coba rutin baca doa melembutkan hati orang yang sedang marah ini. Semoga Allah lembutkan hati mereka dan hati kita juga, dan rumah tangga makin auto so sweet lagi, bukan auto perang dunia.