... Baca selengkapnyaJujur, aku tuh termasuk tim yang masih suka banget sama produk jadul, apalagi yang dulu sering kelihatan di meja rias mama. Sekarang banyak yang sudah nggak setenar dulu, bahkan ada beberapa produk jadul yang sudah tidak ada di etalase toko, jadi kalau ketemu rasanya senang banget, langsung pengen borong.
Biasanya produk jadul ini identik dengan kemasan sederhana, harga murah meriah, tapi kualitasnya mantul. Contohnya pelembab lawas yang teksturnya agak thick, tapi bikin kulit lembap seharian. Dulu aku cuma tahu dipakai sebelum bedakan, tapi setelah coba sendiri ternyata enak juga dipakai sebelum makeup biar foundation nggak crack dan kulit kelihatan lebih halus. Kadang aku mix sama sunscreen biar proteksinya lebih oke.
Produk lain yang sering aku lihat dari dulu adalah masker pembersih multifungsi. Satu produk bisa jadi face wash sekaligus masker, tinggal diatur saja lama pakainya. Waktu kulitku lagi berminyak dan beruntusan, aku pakai sebagai masker tipis-tipis di T‑zone, hasilnya pori‑pori terasa lebih bersih dan minyak agak ke-kontrol. Kalau lagi kering, aku cuma pakai sebentar lalu bilas, jadi nggak bikin ketarik banget.
Losion jerawat jadul juga termasuk andalan. Biasanya bentuknya cair dengan endapan di bawah, jadi sebelum dipakai harus dikocok dulu atau justru diambil endapannya saja pakai cotton bud. Ini lumayan bantu mengeringkan jerawat merah yang baru muncul. Memang baunya agak menyengat dan sedikit perih, tapi dibanding banyak obat jerawat baru, efek mengempeskan jerawatnya masih berasa.
Yang unik, sekarang makin banyak orang yang nostalgia sama serum jadul juga. Ada yang klaim bisa mencerahkan, melembabkan, sampai bantu memudarkan noda hitam atau flek. Kalau aku pribadi, kalau ketemu serum jadul gini, aku cek lagi komposisinya dan pakai pelan‑pelan dulu, misalnya 2–3 kali seminggu, supaya tahu cocok atau tidak di kulit.
Selain skincare wajah, ada juga produk untuk bibir kering jadul yang bentuknya sachet atau mungil. Ini praktis banget buat dimasukin ke tas. Cocok buat yang sering bibirnya pecah‑pecah, apalagi kalau sering di ruangan ber-AC. Aku suka pakai sebelum tidur, jadi pas bangun bibir lebih lembut dan nggak gampang mengelupas.
Kalau kamu suka hunting produk jadul yang sudah tidak ada di minimarket, bisa coba cari di toko kelontong kecil, pasar tradisional, atau toko kosmetik lama yang sudah ada dari zaman dulu. Kadang di sana masih ada stok skincare lawas yang susah ditemukan online. Tapi tetap, sebelum pakai, cek tanggal kedaluwarsa, kondisi kemasan, dan sesuaikan dengan jenis kulit kamu.
Menurutku, pakai produk jadul bukan cuma soal skincare, tapi juga soal rasa nostalgia dan memori. Setiap lihat kemasan lama, rasanya kebayang lagi momen kecil ikut lihat mama atau nenek dandan. Kalau kamu punya rekomendasi produk jadul yang sudah tidak ada atau makin langka tapi masih kamu kangenin, share di kolom komentar ya, siapa tahu kita samaan nostalgia-nya!
ini produk udah lama banget tapi masih bertahan sampai sekarang, berarti emang sebagis itu ya ka 🥰🤩
kalau aku pakai milk cleanser & face tonic bengkuang + lip balm nya juga 😍
HIDUP VIVA🤩🤩🤩🥰