Cara Mengatasi Tantrum di fase Terrible Two pada Toddler

Hai Lemonade 🍋

Nanda comeback!

Bun mana nih anaknya yang lagi di fase terrible two kayak anak aku? Lucu lucu gemesin tapi kadang bikin ngelus dada ya bun 🤣🤭 Nah ini aku ada sedikit tips yang aku terapin ke anakku untuk mengatasi trouble terrible two nya :

1. Tetap tenang atur nafas istighfar

2. Biarkan dulu sampai emosinya reda tapi tetap awasi

3. Jika sudah reda beri tahu kenapa tidak boleh/tidak membeli sesuatu yang dia pengen

4. Tegas tapi tidak membentak

5. Peluk

Dah itu aja sih bun, kita belajar bareng ya bun, aku juga kadang masih ikutan tantrum sih kalau dia tantrum tapiii sejauh ini ketika aku menerapkan 5 hal ini berhasil di anakku. Tiap orang tua pasti punya cara sendiri dalam mengatasi tantrum anaknya ya bun, kalau bunda gimana nih caranya? Share yum di kolom komentar 🥰

#PengalamanKu #ngontenbareng

4/22 Diedit ke

... Baca selengkapnyaMenghadapi tantrum di fase terrible two memang sering kali melelahkan bagi para orang tua. Dari pengalaman pribadi saya, penting sekali untuk memahami bahwa tantrum adalah cara anak mengekspresikan frustrasi dan kebutuhan mereka yang belum bisa diungkapkan dengan kata-kata. Menjaga ketenangan sangatlah penting, karena anak bisa menangkap emosi orang tua dan itu bisa memperburuk kondisi. Selain cara yang sudah disebutkan, satu hal yang saya pelajari adalah pentingnya mengalihkan perhatian anak saat mulai terlihat tanda-tanda tantrum, misalnya dengan menawarkan mainan favorit atau mengajak anak melakukan aktivitas yang disukai. Ini kadang berhasil mencegah ledakan emosi. Komunikasi juga menjadi kunci, ketika anak sudah mulai tenang, menjelaskan alasan mengapa permintaannya tidak bisa dipenuhi dengan bahasa yang sederhana dan lembut sangat membantu mereka memahami batasan. Menggunakan kalimat positif dan memberikan alternatif pilihan juga membuat anak merasa dihargai dan dipahami. Bagi saya, pelukan adalah penawar terbaik. Setelah tantrum reda, pelukan hangat memberi rasa aman dan membuat anak merasa dicintai, sekaligus memperkuat ikatan antara orang tua dan anak. Setiap anak berbeda, jadi jangan ragu mencoba berbagai metode dan menemukan cara terbaik yang cocok dengan karakter anak kita. Yang paling penting adalah kesabaran dan konsistensi. Semoga sharing ini bisa membantu bunda-bunda di luar sana dalam menghadapi fase penuh tantangan ini dengan lebih tenang dan penuh cinta.