Kejar Lisensi Buat Jadi Pembina Pramuka
Perjalanan Pramukaku sudah dimulai sejak SD. Sempat terhenti saat kuliah karena aku aktif di organisasi kedaerahan, tapi sekarang aku kembali terlibat dan justru merasa lebih semangat menjalankannya.
Pada tanggal 12–18 April kemarin, aku mendapat kesempatan mengikuti Kursus Mahir Dasar (KMD) Golongan Penggalang yang dibiayai oleh tempat kerja sebesar Rp 1.000.000. KMD ini menjadi pengalaman yang sangat berharga bagiku. Dari 44 peserta, aku berhasil meraih peringkat 9 sebuah pengalaman yang cukup membanggakan dan memotivasi.
Selama kegiatan, ada banyak hal yang dipelajari seperti yang tercantum di ijazah. Salah satunya seperti membangun tenda, tali-temali, morse peluit, semaphore, penggunaan kompas, hingga pembuatan peta pita. Kegiatannya juga beragam dan seru, salah satunya flying fox, malam api unggun yang diisi dengan berbagai penampilan seni dan bakat serta jurit malam.
Seminggu itu terasa cepat. Kebersamaan yang awalnya biasa saja, lama-lama jadi dekat. Aku bahkan jadi salah satu yang paling rajin tidur di tenda 😄
Saat pembagian ijazah, aku menangis. Bukan karena lelah, tapi karena harus berpisah dan rasanya sulit untuk berkumpul kembali.
Setelah itu, aku mulai mengaplikasikan apa yang telah dipelajari di lingkungan kerja atau yg disebut Narakarya I. Dari proses ini, aku merasa banyak belajar kembali tentang dasar-dasar kepramukaan, sekaligus mengasah kemampuan diri.
Yang paling berkesan, bukan hanya ilmunya, tapi juga prosesnya, bertemu orang-orang baru, berbagi pengalaman, dan tumbuh bersama



















































