... Baca selengkapnyaAku dulu termasuk orang yang sering overthinking soal jodoh. Lihat teman-teman satu per satu menikah, kadang muncul rasa takut: “Jangan-jangan aku nggak punya jodoh?” Tapi pelan-pelan aku belajar, takdir cinta itu bukan perlombaan, dan bukan juga sesuatu yang bisa dipaksa.
Kalimat tentang sayur di daratan dan ikan di lautan yang akhirnya ketemu di pasar itu ngena banget di aku. Artinya, sejauh apa pun kamu dan jodohmu sekarang, kalau sudah waktunya, Allah pasti pertemukan di tempat dan cara yang nggak pernah kamu duga. Tugas kita bukan menebak-nebak takdir, tapi mempersiapkan diri sebaik mungkin.
Aku juga pernah di fase hampir putus asa, ngerasa nggak pantas dicintai. Dari situ aku mulai ubah cara pandang: daripada fokus tanya “kapan jodoh datang?”, aku coba tanya ke diri sendiri, “kalau jodohku datang besok, aku sudah siap jadi pasangan yang bagaimana?” Pelan-pelan aku belajar perbaiki diri, jaga ibadah, perbaiki sikap, dan belajar mencintai diri sendiri dulu.
Kata-kata takdir cinta yang bikin aku tenang salah satunya: “Jodoh itu bukan soal siapa cepat, tapi siapa yang tepat.” Ada juga: “Kalau memang ditakdirkan, sesulit apa pun, tetap akan dipertemukan. Kalau bukan takdirmu, sedekat apa pun, tetap akan dipisahkan.” Quote-quote tentang takdir jodoh seperti ini bikin aku sadar, kehilangan atau penolakan yang dulu pernah aku alami bukan akhir dari cerita, tapi bagian dari jalan menuju orang yang lebih tepat.
Aku juga mulai belajar untuk nggak membandingkan perjalanan cinta sendiri dengan orang lain. Ada yang dipertemukan cepat, ada yang lewat proses panjang. Ada yang jodohnya datang setelah banyak air mata, ada yang hadir dengan cara sederhana tapi penuh makna. Semua punya timeline masing-masing.
Jadi kalau kamu lagi takut nggak punya jodoh, coba ingat lagi gambar tangan yang terulur dengan cahaya terang menyinari. Buatku, itu seperti simbol kalau selalu ada harapan. Selama kita masih berusaha dan berdoa, takdir jodoh sudah disiapkan. Mungkin belum terlihat sekarang, tapi pelan-pelan akan terasa lewat ketenangan hati.
Pada akhirnya, yakin sama takdir jodoh itu bukan berarti pasrah tanpa usaha. Kita tetap ikhtiar, tetap buka hati, tetap memperbaiki diri. Tapi di sisi lain, kita juga belajar menerima kalau yang pergi mungkin memang bukan bagian dari takdir. Dan itu nggak apa-apa, karena bisa jadi di depan ada pertemuan yang lebih baik dan lebih kita butuhkan.
Kalau kamu lagi di fase meragu, simpan kata-kata ini: “Jangan takut tidak punya jodoh. Kamu hanya perlu yakin, takdir cinta terbaik sudah disiapkan untukmu, tepat pada waktu yang paling kamu butuhkan, bukan sekadar saat kamu menginginkan.”
Mohon do'akan saya usia 47 th belum dapat jodoh