cerita Horor Sumatra

#horor Sumatra#

Jeritan di Hutan Sigumoang

Di sebuah desa kecil di kaki Gunung Dempo, Sumatera Selatan, hidup seorang pemuda bernama Rian. Ia baru saja kembali dari perantauan di Jakarta untuk mengurus tanah warisan kakeknya yang terletak di tepi hutan larangan. Warga desa sering menyebut area itu sebagai "Hutan Sigumoang", tempat di mana pohon-pohonnya tumbuh begitu rapat hingga sinar matahari siang hari pun sulit menembus ke dasar hutan.

"Jangan masuk terlalu dalam, Yan. Apalagi setelah Maghrib," pesan Pak Datuk, tetua desa, saat Rian pamit ingin mengecek batas tanah warisannya sore itu. "Di sana ada Mak Sumay. Dia tidak suka tamu yang mengganggu ketenangannya."

Rian hanya tersenyum tipis. Sebagai anak kota yang sudah terbiasa dengan logika, ia menganggap itu hanya dongeng pengantar tidur untuk menakut-nakuti anak kecil agar tidak bermain jauh-jauh. "Siap, Pak. Saya cuma butuh satu jam, kok," jawabnya santai sambil mengendarai motor trail tuanya.

Sesampainya di pinggir hutan, udara terasa berubah drastis. Angin yang tadi siang panas membakar, mendadak menjadi dingin menusuk tulang. Burung-burung yang sebelumnya ramai berkicau, tiba-tiba diam seribu bahasa. Hanya suara jangkrik dan desir daun kering yang terdengar.

Rian memarkir motornya di bawah pohon beringin besar yang akarnya menjuntai seperti tirai raksasa. Ia mulai berjalan menyusuri jalur setapak yang hampir tertutup semak belukar. Semakin dalam ia melangkah, semakin kuat bau tanah basah dan bunga kamboja yang layu tercium hidungnya. Anehnya, bau itu bukan berasal dari satu titik, melainkan seolah-olah mengelilinginya dari segala arah.

Sekitar pukul lima sore, langit mulai memerah. Rian sadar ia harus segera kembali. Namun, saat ia berbalik badan, jalur setapak yang tadi ia lewati tampak berbeda. Pohon-pohon seolah bergeser posisi, menutup jalan pulang.

"Halo? Ada orang?" teriak Rian. Suaranya memantul aneh, tidak menggema, melainkan langsung tertelan keheningan hutan.

Tiba-tiba, dari balik semak belukar di sebelah kirinya, terdengar suara gemeretak ranting. Kretak... kretak... Diikuti suara langkah kaki yang berat dan menyeret.

Rian menoleh cepat. "Pak Datuk? Bapak sedang menguji saya ya?"

Tidak ada jawaban. Yang ada hanyalah sosok wanita tinggi besar berdiri di antara dua pohon besar. Wanita itu mengenakan baju kurung lusuh berwarna hitam pudar, dengan rambut panjang yang kusut menutupi seluruh wajahnya. Tangannya yang panjang menjuntai hampir menyentuh tanah, memegang seikat bunga kantil yang sudah layu dan berwarna cokelat.

Jantung Rian berdegup kencang. Ia ingin berlari, tapi kakinya seolah terpaku di tempat. Sosok itu perlahan mengangkat kepalanya. Rambutnya tersibak sedikit, memperlihatkan sepasang mata merah menyala yang tidak memiliki pupil, dan mulut yang robek hingga ke telinga, tersenyum lebar menunjukkan gigi-gigi yang runcing dan hitam.

"Kau... mengganggu... tidurku..." suaranya parau, terdengar seperti gesekan batu kali, namun bergema langsung di dalam kepala Rian.

Rian mundur selangkah, napasnya tersengal. "Ma-maaf, saya cuma mau cek tanah. Saya akan pergi sekarang!"

Sosok itu tertawa. Tawanya melengking tinggi, membuat daun-daun di atas pohon berguguran seolah diterpa badai. "Tanah ini... milikku... Semua yang masuk... jadi milikku..."

Tiba-tiba, akar-akar pohon di sekitar kaki Rian bergerak hidup. Mereka melilit pergelangan kakinya, menariknya ke bawah menuju tanah lumpur yang tiba-tiba terasa lunak seperti hisapan. Rian berteriak, mencoba melepaskan diri, mencakar tanah, tapi cengkeraman akar itu semakin kuat.

Sosok wanita itu melayang mendekat, wajah buruknya kini hanya berjarak sejengkal dari wajah Rian. Bau busuk mayat menghempas wajah pemuda itu. "Diamlah... temani aku..."

Dalam keputusasaan, Rian teringat pesan Pak Datuk tentang Mak Sumay yang takut pada besi tajam dan doa. Dengan sisa tenaga, ia meraih golok kecil yang terselip di pinggangnya—alat yang biasa ia pakai untuk menebas semak.

"Demi Tuhan, enyah kau!" teriak Rian sambil mengayunkan goloknya secara membabi buta ke arah lilitan akar dan sosok di hadapannya.

Saat mata golok itu bersentuhan dengan udara di depan sosok tersebut, terdengar jeritan memilukan yang bukan berasal dari manusia maupun hewan. Cahaya merah dari mata sosok itu padam seketika. Lilitan akar di kaki Rian melemas.

Tanpa berpikir dua kali, Rian berlari. Ia menerobos semak belukar, duri-duri menggores kulitnya, cabang-cabang pohon menampar wajahnya, tapi ia tidak peduli. Ia terus berlari mengikuti instingnya hingga akhirnya melihat cahaya lampu dari desa.

Ia jatuh terkapar di halaman rumah Pak Datuk, napas tersengal-sengal, bajunya sobek dan penuh lumpur hitam yang berbau busuk.

Warga desa yang berkumpul mengerumuninya. Pak Datuk hanya menggeleng pelan sambil menatap arah hutan yang kini sudah diselimuti kegelapan total.

"Sudah kubilang, Nak," bisik Pak Datuk lirih. "Hutan itu punya pemiliknya. Kau beruntung masih bisa kembali. Besok, kita akan lakukan upacara permintaan maaf. Kalau tidak, Mak Sumay akan datang menjemputmu ke dalam mimpi."

Malam itu, Rian terbaring demam tinggi. Dan dalam tidurnya yang gelisah, ia masih mendengar tawa melengking dan bau bunga kantil layu yang terus menghantui, mengingatkan bahwa ada hal-hal di Sumatra yang lebih baik dibiarkan tetap menjadi milik mereka sendiri

3/28 Diedit ke

... Baca selengkapnyaPengalaman Rian di Hutan Sigumoang bukan hanya sekadar cerita horor biasa, melainkan cerminan dari kepercayaan dan budaya lokal yang kuat di Sumatera Selatan. Di beberapa daerah di Sumatra, hutan larangan memang memiliki mitos dan kisah misteri yang turun-temurun diceritakan dari generasi ke generasi. Cerita tentang Mak Sumay, sosok wanita menyeramkan dengan mata merah menyala dan bau bunga kantil layu, mengingatkan kita betapa pentingnya menghormati alam dan kepercayaan setempat. Saya pribadi pernah mendengar cerita serupa dari teman yang tinggal di kaki gunung Dempo. Mereka mengatakan bahwa hutan tersebut bukan hanya tempat berisi flora dan fauna, tapi juga rumah bagi makhluk halus yang menjaga wilayah tersebut. Seperti Rian, banyak orang yang pernah merasakan perubahan suhu yang tiba-tiba dan suara-suara aneh saat memasuki area tersebut, terutama ketika malam menjelang. Dalam budaya Batak dan beberapa suku di Sumatera, bunga kantil sering digunakan dalam ritual tertentu dan dianggap memiliki hubungan dengan dunia roh. Hal ini menambah kekayaan kisah horor yang berakar pada tradisi lokal. Pesan Pak Datuk yang memperingatkan tentang besi tajam dan doa sebagai pelindung juga menonjolkan pentingnya kepercayaan dan tindakan spiritual dalam menghadapi hal-hal yang gaib. Kisah ini mengajarkan kita untuk tidak menyepelekan kearifan lokal dan memperingatkan supaya tidak sembarangan masuk ke tempat-tempat yang dianggap sakral tanpa persetujuan atau pelindung. Meski sebagai anak kota Rian mencoba menggunakan logika, pengalaman menyeramkan yang ia alami menunjukkan bahwa ada hal-hal di luar akal manusia yang harus dihormati. Bagi pembaca yang suka cerita horor dengan sentuhan budaya, cerita ini memberikan sudut pandang menarik tentang bagaimana folklore dan lingkungan alami bisa bersatu menciptakan atmosfer horor yang unik di Sumatra. Jangan lupa, bila berkunjung ke daerah dengan cerita mistis seperti ini, selalu hargai adat istiadat dan jangan melanggar larangan yang ada demi menjaga keselamatan diri dan menghormati warisan budaya.

7 komentar

Gambar oma nanik
oma nanik

makanya masuk daerah orang harus Tabuk Tabuk.jangan asal masuk. Sumatra mempunyai beragam ilmu yg kasat mata,m8salnya gunung kerinci.itu masih ada manusia harimau nya.sumatera utara ada ilm7 putar giling.yg bisa bikin orang gila atau mati.

Lihat lainnya(2)
Gambar Tarsanaja6
Tarsanaja6

cerita di pagi hari ni "seru,serem,sadis"

Posting terkait

Gambar udara menunjukkan pemukiman padat penduduk yang terendam banjir bandang dengan sungai berlumpur meluap. Terdapat teks 'Pray For Sumatra ini yang bisa kita lakukan' dan logo Lemon8.
Teks berisi curahan hati tentang hujan deras dan kekhawatiran banjir, serta ajakan untuk menyebarkan doa, berdonasi, dan menjaga empati untuk saudara di Sumatra. Ada logo Lemon8.
Teks doa dalam bahasa Arab, transliterasi, dan terjemahan Indonesia yang memohon agar Allah mengganti musibah dengan yang lebih baik, dengan latar belakang gelap. Ada logo Lemon8.
Doa Terbaik untuk Sumatra 🤲🏻
Alm. bapakku orang Sumatra Barat, keluarga besarnya masih berada di Bukittinggi dan Pariaman, sayangnya aku gak begitu dekat sama keluarga bapak jadi ya gak begitu tau kondisi mereka, tapi semoga mereka baik-baik saja di sana.. Kalau suami lahir dan masa kecilnya di Aceh, teman-teman bapak mertu
Devi Riyanti

Devi Riyanti

8 suka

Pohon tumbang di sumatra barat
#FirstPostOnLemon8 #SetujuGak #ViralTerbaru
Nero. ID

Nero. ID

52 suka

Gadis North Sumatra.Bukan Gadis Bali 🤭
#RamadhanGuide #
🦅❦︎𝕐𝕆𝕌𝕃𝕐𝔸👑𝕊ℍ𝔸ℍ❦︎🦅

🦅❦︎𝕐𝕆𝕌𝕃𝕐𝔸👑𝕊ℍ𝔸ℍ❦︎🦅

1 suka

pesona alam sumatra barat
pesona alam yang memukau jembatan megah sumatra barat Sumatra
orang nusantara🇮🇩

orang nusantara🇮🇩

2 suka

Seorang pria mengenakan topi biru dan kemeja lengan pendek berwarna terang dengan logo hijau dan patch merah, berpose selfie di depan pintu gulung biru kehijauan. Terdapat tulisan 'Salam kenal dari Sumatra Barat' di gambar.
Salam kenal dari Sumatra Barat
Robby N Robby N

Robby N Robby N

3 suka

Dua orang pengendara motor berhelm dan berjaket berpose di dalam lift, dengan teks "BUDGET TOURING BANDUNG SUMATRA 6D5N" yang menunjukkan awal perjalanan mereka.
Sebuah motor biru terparkir di SPBU, dengan informasi biaya bensin sebesar Rp 700.500 untuk touring, disertai disclaimer konsumsi bahan bakar.
Meja penuh hidangan Indonesia seperti ikan goreng, sambal, dan sayuran, menunjukkan biaya makan sebesar Rp 1.264.500 selama perjalanan touring di Sumatra.
BUDGET TOURING BDG - SUMATRA
karena banyak yang nanya jadi kita spill budget touring ke sumatra kemaren, untuk detail destinasi, akomodasi dan konsumsinya bisa kalian cek di playlist kita ya #touring #touringmotor #bocahmotor #touringcouple #touringindonesia
bocah.motor

bocah.motor

2 suka

Seorang wanita berhijab abu-abu duduk di bangku kayu di tepi Danau Maninjau, dengan latar belakang danau berombak, pegunungan, dan langit berawan.
Seorang wanita berhijab menggendong seorang anak kecil di dermaga kayu Danau Maninjau, dengan pemandangan danau, pegunungan, dan sepeda hias di sampingnya.
Foto close-up seorang wanita berhijab dan seorang anak kecil, kemungkinan selfie, dengan ekspresi serius.
Danau maninjau Sumatra barat bund 😍
Jala🚶 Catatan Jalan-jalan:👍🏻 Tempat Rekomendasi:📸 Tempat Foto Terbaik: bagus banget
Amy

Amy

0 suka

prade of sumatra
Hi! Aku baru di Lemon8! Hal yang aku sukai… Aku ingin posting… Ketahui aku lebih lanjut #FirstPostOnLemon8
kembang godong 77

kembang godong 77

2 suka

Sumatra Selatan
intan

intan

2 suka

BANJIR SUMATRA
Biar inget sama yang di atas 🤲🏻 sc : ig/@babang.amien #banjir #banjirsumatra #sumatra   #viral   #fyp
Purbalingga Keras

Purbalingga Keras

42 suka

Pemandangan pantai di Padang, Sumatera Barat, menunjukkan ombak yang menghantam bebatuan di garis pantai. Di latar belakang, terlihat bukit hijau dengan tulisan besar 'PADANG' di puncaknya, di bawah langit berawan.
padang sumatra barat
#FirstPostOnLemon8 Padang
Lemon8er

Lemon8er

1 suka

Sumatra barat
Fitri Yani

Fitri Yani

0 suka

sat di puncak suasana puncak lawang Sumatra barat
Hi! Aku baru di Lemon8! Hal yang aku sukai… Aku ingin posting… Ketahui aku lebih lanjut #FirstPostOnLemon8
Fathan store18

Fathan store18

1 suka

Seorang pria mengenakan topi hitam dan kaus hitam, dengan latar belakang interior. Terdapat teks 'salam sehat selalu dr duda sumatra' dan logo Lemon8 di gambar.
salam sehat selalu dr duda sumatra
Robby N Robby N

Robby N Robby N

4 suka

menelusuri utan Sumatra
#Seandainya #HidupHemat #ViralTerbaru #BudeLemon8
@jalanantua06

@jalanantua06

3 suka

Seorang pria mengenakan topi dan kemeja polo gelap berpose di luar ruangan. Di latar belakang terlihat sebuah truk pikap putih dan bangunan. Teks "Salam santun dr Sumatra" terlihat di gambar.
Salam santun dr Sumatra
Robby N Robby N

Robby N Robby N

2 suka

Seorang wanita dengan rambut panjang gelap berdoa dengan mata terpejam dan tangan terkatup, dengan teks "Goodbye 2025 Doa Katolik" di bagian atas gambar.
Seorang wanita berdoa dengan mata terpejam, diapit oleh teks panduan "Doa Rosario" dan "Doa Penyerahan & Penghaparan" untuk orang sakit dan korban bencana alam.
Seorang wanita memegang rosario merah muda sambil berdoa dengan mata terpejam, dengan teks panduan "Novena 3 Salam Maria" dan doa Salam Maria lengkap.
Keseharian IRT 40, doa tulus Sumatra & orang sakit
helo lemonade 🍋 Back with Amelia IRT usia 40, menutup 2025 bukan dengan pesta lewat ibadah harian dan doa untuk yang sakit, dan Sumatra Dunia sedang tidak baik baik saja kita sebagai sesama umat manusia sambil refleksi diri bisa banget bantu mengirim doa apalagi akhir akhir ini banyak orang
Amelia Davina D

Amelia Davina D

24 suka

Fun Run Sumatra
#run #sundayvibes #holiday #NyataDanBermanfaat #PengalamanKu
Ririn Angrainy

Ririn Angrainy

0 suka

BANJIR SUMATRA
Banjirr bandang tapsel 😱 sc : vt/@mauuuapaa3 #banjir #banjirsumatra #sumatra   #viral   #fyp
Purbalingga Keras

Purbalingga Keras

24 suka

kenali nii Buaya #SUMATRA🤭😂😂
mbak puput

mbak puput

1 suka

Lihat lainnya