rumah tua

Judul: Tamu di Loteng Rumah Nomor 13

Hujan deras mengguyur kota malam itu, seolah langit sedang menumpahkan segala kemarahannya ke bumi. Rian, seorang fotografer freelance yang sedang mencari lokasi unik untuk proyek terbarunya, terpaksa berlindung di sebuah rumah tua bergaya kolonial yang berdiri sendirian di ujung jalan buntu. Rumah itu, dikenal warga setempat sebagai "Rumah Nomor 13", sudah kosong selama puluhan tahun setelah tragedi misterius yang menelan seluruh penghuninya pada tahun 1980-an.

Pintu depan yang kayunya sudah lapuk ternyata tidak terkunci. Dengan hati-hati, Rian melangkah masuk. Bau apek campuran tanah basah dan sesuatu yang manis namun membusuk langsung menyergap hidungnya. Senter di tangannya menyorotkan cahaya kuning redup, menembus kegelapan ruang tamu yang dipenuhi perabotan tertutup kain putih berdebu, menyerupai hantu-hantu yang diam membisu.

"Ada orang?" teriak Rian. Suaranya memantul, terdengar aneh dan tertelan oleh kesunyian yang terlalu pekat. Tidak ada jawaban, hanya suara tetesan air dari atap yang bocor: tik... tik... tik...

Rian memutuskan untuk menjelajah sebentar sebelum hujan reda. Ia naik ke tangga kayu yang berderit keras di setiap langkahnya, seolah rumah itu mengeluh karena diganggu. Di lantai dua, lorongnya panjang dan gelap. Ada satu pintu di ujung sana yang sedikit terbuka. Dari celah itu, terlihat cahaya remang-remang, meski tidak ada sumber listrik di rumah ini.

Rasa penasaran mengalahkan naluri bahayanya. Rian mendorong pintu itu.

Itu adalah sebuah kamar tidur anak-anak. Boneka-boneka tua dengan mata kaca yang retak tersusun rapi di sudut ruangan. Tapi yang membuat darah Rian berdesir adalah adanya sebuah kursi goyang di tengah kamar. Kursi itu bergerak. Maju... mundur... maju... mundur... dengan irama yang konstan, padahal tidak ada siapa-siapa di sana.

Tiba-tiba, suara tawa kecil terdengar. Bukan dari arah mana pun, tapi sepertinya berasal dari dalam kepalanya sendiri. "Kakak mau main?" bisik suara itu, lirih dan serak seperti kertas diamplas.

Rian mundur perlahan, keringat dingin mengucur di pelipisnya. "Siapa di sana? Keluar!"

Tiba-tiba, semua boneka di sudut ruangan secara serentak menoleh ke arahnya. Mata kaca mereka yang tadinya menatap kosong, kini seolah hidup, mengikuti setiap gerakan Rian. Kursi goyang berhenti bergerak. Hening.

Lalu, dari bawah tempat tidur yang penuh debu, sebuah tangan pucat dan kurus keluar, mencengkeram tepi kasur. Diikuti oleh kepala seorang gadis kecil dengan rambut basah menutupi wajahnya. Gaun putihnya kotor oleh lumpur hitam. Gadis itu mengangkat kepalanya perlahan. Wajahnya bukan wajah manusia; mulutnya robek hingga ke telinga, membentuk senyuman yang tidak wajar, dan matanya... matanya hitam pekat tanpa bagian putih.

"Kami sudah menunggu kakak lama sekali," ucap gadis itu, suaranya kini berubah menjadi geraman rendah yang membuat bulu kuduk Rian berdiri tegak.

Rian berbalik hendak lari, tapi pintu kamar terbanting tutup dengan sendirinya. Kunci pintu berputar dengan suara klik yang nyaring. Lampu senter di tangannya mulai berkedip-kedip liar sebelum akhirnya mati total, meninggalkan Rian dalam kegelapan absolut.

Dalam gelap itu, Rian mendengar suara langkah kaki kecil berlari mendekatinya. Tap... tap... tap... Semakin cepat. Diiringi oleh suara tawa yang semakin banyak, seolah seluruh penghuni rumah yang hilang itu kini berkumpul di sekelilingnya.

"Mari bermain selamanya..." bisik ratusan suara sekaligus dari segala penjuru ruangan.

Tangan-tangan dingin menyentuh leher, lengan, dan kaki Rian, menariknya ke arah kegelapan di bawah tempat tidur. Teriakan Rian tertahan, tenggelam oleh deru hujan di luar yang seolah ikut menangis menyaksikan nasib malang orang berikutnya yang terjebak di Rumah Nomor 13.

Keesokan paginya, hujan telah reda. Warga sekitar menemukan mobil Rian terparkir di depan rumah tua itu. Pintu rumahnya terbuka lebar. Namun, tidak ada tanda-tanda Rian di dalamnya. Hanya sebuah kamera tergeletak di lantai ruang tamu. Ketika polisi memeriksa hasil fotonya, mereka menemukan satu foto terakhir yang diambil malam itu.

Foto itu memperlihatkan wajah Rian yang sedang menjerit ketakutan, dikelilingi oleh bayangan-bayangan pucat di loteng, dengan sosok gadis bermulut robek tersenyum lebar tepat di belakang lehernya. Dan di sudut foto tersebut, tertulis tanggal yang bukan milik hari ini, melainkan tanggal kematian keluarga pemilik rumah: 14 Oktober 1983.

Sejak hari itu, tidak ada lagi yang berani melewati jalan buntu tersebut. Konon, jika Anda mendengarkan baik-baik saat hujan turun, Anda masih bisa mendengar teriakan samar meminta tolong dari dalam dinding rumah tua itu, menunggu tamu berikutnya untuk diajak bermain selamanya.

4/3 Diedit ke

... Baca selengkapnyaSebagai seseorang yang pernah mengunjungi rumah tua yang penuh sejarah dan cerita mistis, saya bisa merasakan nuansa seram yang sangat kuat dari tempat-tempat seperti Rumah Nomor 13 ini. Rumah tua dengan benda-benda yang tertutup debu dan bau apek seperti tanah basah memang menciptakan suasana yang sangat mencekam, apalagi jika didukung dengan suara-suara aneh seperti tetesan air atau suara langkah kaki. Pengalaman pribadi saya pernah mencoba menjelajahi sebuah rumah warisan di pelosok yang konon juga menyimpan cerita horor. Saat masuk ke ruang tamu yang remang dan penuh perabot tertutup kain putih, saya merasakan bulu kuduk berdiri karena ada perasaan diawasi. Sama seperti Rian, rasa penasaran kadang sulit dihindari, meskipun insting menyerukan bahaya. Di kamar dengan benda-benda tua seperti boneka, saya juga pernah menemukan suasana yang membuat saya ingin cepat-cepat keluar, karena boneka-boneka itu seperti hidup dan menatap setiap gerakan saya. Foto-foto yang diambil di rumah tua pun bisa menjadi bukti adanya keanehan, apalagi jika ada bayangan atau sosok yang tidak terlihat oleh mata telanjang saat pengambilan gambar. Ini yang pernah saya alami, di mana hasil jepretan kamera menunjukkan sosok samar yang tidak ada saat saya melihat langsung. Mengunjungi rumah tua, terutama yang sudah lama kosong dan memiliki sejarah tragedi, memang tidak boleh dianggap enteng. Selain menjaga keselamatan fisik, kita juga harus siap dengan kemungkinan pengalaman supranatural yang menakutkan. Setelah kejadian seperti yang dialami Rian, sebaiknya selalu ada teman atau pendamping saat menjelajah tempat-tempat seperti ini. Bagi yang tertarik dengan kisah horor, Rumah Nomor 13 ini menjadi sumber inspirasi yang sangat menarik. Kisah anak kecil dengan mulut robek dan mata hitam pekat tentu menambah unsur menakutkan sekaligus memancing imajinasi. Jika Anda penasaran, dengarkanlah suara hujan di malam hari, mungkin Anda bisa menangkap bisikan samar dari penghuni rumah tua itu, mengajak bermain selamanya seperti yang diceritakan.

3 komentar

Gambar oma nanik
oma nanik

ini kisah misteri yg nyata karena akhir dari cerita di jln buntu sampai sekarang tidak ada yg berani melewati jln itu

Gambar oma nanik
oma nanik

wah cerita misteri lagi nih.jadi seru deh.lemon jadi asyik nih di tonton ada yg seru.lanjut ya kembar .Oma tunggu .jadi ide kembar boleh Oma nulis juga.kalau Oma misterinya pengalaman oma.ya Oma sering mendapat hal hal yg gaib.

Lihat komentar lainnya

Posting terkait

Cara Membuat Minyak Kelapa Di Rumah 🥥
Minyak kelapa terkenal kaya akan manfaat terutama untuk kulit. Tapi masih banyak yang enggan bikin sendiri karena proses masaknya yg cukup lama padahal keasliannya lebih terjamin loh. 😥 Kebetulan aku punya cara khusus untuk bikin minyak kelapa, biar kalian gak kelamaan di depan kompor. Cek videony
Rumah3Petak

Rumah3Petak

253 suka

🦐 menu rumahan Balado Udang & Tahu ✨✨
Haii hali lemoners 🍋 Kali ini berbagi resep menu rumahan yaah, anak kost yang jauh dari orang tua suka kangen ga sih sama masakan mama? Kalau aku sih iyaa... salah satu udang balado ini, walau bumbunya simple tapi kalau tangan mama yg buat rasanya enak banget yah. ☺️ Ga ada salahnya deh di coba
MayoRecipes

MayoRecipes

352 suka

Renovasi rumah tua jadi se keren ini
#renovasi #dekorasirumahidaman #Rumahidaman #designinterior
Dekorasi ruang

Dekorasi ruang

3214 suka

Gambar sampul dengan judul 'PERTOLONGAN PERTAMA DIRUMAH SAAT DARURAT' menampilkan keluarga yang sedang merawat anak yang terluka di rumah.
Instruksi pertolongan pertama untuk luka sayat atau teriris, disertai gambar keluarga dengan tenaga medis di latar belakang.
Instruksi pertolongan pertama untuk luka bakar, dengan gambar seorang ibu menuangkan air dingin ke tangan anak yang terluka bakar.
PERTOLONGAN DI RUMAH SAAT DARURAT
Hai Lemoners, Moms, tempat yang aman dan nyaman adalah di rumah begitu banyak orang bilang ya, tapi ternyata di rumah bisa juga terjadi keadaan darurat seperti kecelakaan kecil saat anak bermain, di area rumah, halaman, kamar mandi dan tempat lainnya. Kita sebagai orangtua pasti selalu memastik
Kumala

Kumala

12 suka

Resep soup hangat ala Rumahan🍲Persiapan idul Adha
#MyJourney 🍲 Yuk recook, MASAK Bareng Mertua Resep Sop Ala Rumahan boleh dicoba y buat persiapan Idul adha GK perlu binggung lagi mau masak apa Tinggal Save ini y Mertua paling rajin kalau masak Sop, karna udah bosan lauk lain jadi lebih sering sop Favoritnya yang Gurih, Hangat & Bikin Nag
Wulan Sang Muja

Wulan Sang Muja

243 suka

Puisi “Rumah Ini Tidak Pernah Lupa”
Puisi “Rumah Ini Tidak Pernah Lupa” Serambi sunyi menyambut hadirku tanpa kata, langit terbentang... laut bernafas tenang. Di sinilah waktu melambat, dan angin membawa semula segala yang pernah kita lupa. Menjejak ke dalam ruang yang menyimpan zaman — bukan sekadar struktur kayu, tapi w
Projek Travel

Projek Travel

19 suka

Area makan outdoor yang dihiasi dengan dekorasi Natal seperti Sinterklas dan rusa, lampu gantung, serta tanaman hijau. Terdapat dua orang duduk di latar belakang, menciptakan suasana "Rumah Tua" yang nyaman.
Bangku kayu dengan roda gerobak besar yang dihiasi karangan bunga Natal dan lampu, menciptakan suasana hangat di area outdoor Warong Kopi Rumah Tua Tondano.
Pemandangan melalui dedaunan ke area kafe dengan konter bar, meja, kursi, dan dekorasi Natal. Sebuah sepeda tua menambah kesan vintage pada suasana "Rumah Tua" ini.
RUMAH TUA
📍 Nama Tempat: RUMAH TUA pengen makanan kuliner khas manado... di sini tempatnya... suasana Rumah tua vibes nya mengingatkan qt kepada rumah oma deng opa dulu Warong Kopi Rumah Tua Tondano
😎 LALA 🤘

😎 LALA 🤘

2 suka

Seorang wanita berhijab dan ilustrasi bra merah berisi melon, dengan teks 'ga punya waktu ke klinik? ini cara IRT rutin Cek payudara sendiri di rumah'.
Seorang wanita berhijab pink dengan teks 'Aku juga sibuk ngurus rumah & bocil, tapi bukan alasan buat cuek soal kesehatan. Yuk kenalan sama yg namanya SADARI'.
Seorang wanita berhijab putih menunjuk, menjelaskan langkah SADARI: 'LIHAT DI CERMIN' dan 'RABA SAAT BERDIRI' untuk pemeriksaan payudara sendiri.
CEK RUTIN PAYUD4RA SENDIRI DARI RUMAH 🩺
Hi Lemonades 🍋, Sibuk urus rumah + bocil = ga sempet cek ke klinik? Tenang beb, aku juga. Tapi bukan berarti kita cuek sama kesehatan sendiri ya.. Aku baru tau ternyata ada yang namanya SADARI (pemeriksaan payud4ra sendiri) dan itu bisa banget dilakuin di rumah, cuma butuh 5 menitan!
Susiana H.

Susiana H.

33 suka

Renovasi Simple Untuk Rumah Kontrakan🏠💞
Jangan menyerah pada rumah tua yang buruk dan kusam, jika kamu mengubahnya, itu akan membuat perbedaan besar❗👍 Aku menyisihkan beberapa jam setiap sore, dan membutuhkan lebih dari setengah bulan untuk menyelesaikan dekorasi keras di ruang tamu🙌 Tidak ada penghancuran ubin lantai, tidak ada pem
decorations

decorations

74 suka

Lihat lainnya