rumah sakit tua part 1

#balikpapan

---

“Lorong Sunyi di Rumah Sakit Tua”

Hujan turun tanpa henti malam itu ketika Bagas berdiri di depan gerbang rumah sakit tua yang sudah lama ditinggalkan. Bangunan itu berdiri kusam, catnya mengelupas, dan jendelanya gelap seperti mata kosong yang mengawasi siapa pun yang datang.

Bagas bukan orang sembarangan datang ke tempat seperti ini. Ia seorang konten kreator yang suka membuktikan hal-hal mistis. Tapi entah kenapa, malam itu… langkahnya terasa lebih berat dari biasanya.

“Cuma rumah sakit kosong,” gumamnya, mencoba menenangkan diri.

Begitu masuk, bau obat-obatan lama bercampur dengan aroma lembap langsung menyergap hidungnya. Lampu senter di tangannya menyapu lorong panjang yang dipenuhi pintu-pintu kamar pasien.

Sunyi.

Terlalu sunyi.

Bagas mulai merekam.

“Ini lantai satu… katanya dulu ruang UGD,” bisiknya ke kamera.

Tiba-tiba…

KRREEEK…

Sebuah pintu di ujung lorong terbuka perlahan dengan sendirinya.

Bagas membeku.

“Angin… pasti angin,” katanya pelan, meski jendela-jendela terlihat tertutup rapat.

Dengan langkah ragu, ia mendekat. Setiap langkahnya menggema, seperti ada yang mengikuti dari belakang… tapi saat ia menoleh, tidak ada siapa pun.

Saat pintu itu terbuka penuh, terlihat sebuah ranjang pasien berkarat di dalam ruangan. Di atasnya… ada bekas noda hitam yang mengering.

Bagas menelan ludah.

Lalu, terdengar suara.

“Tolong…”

Suara perempuan.

Lemah.

Dekat.

Sangat dekat.

Bagas menyorotkan senter ke sudut ruangan.

Kosong.

“Siapa itu?” tanyanya dengan suara gemetar.

Tidak ada jawaban.

Namun suara itu terdengar lagi, kali ini tepat di belakangnya.

“Bagas…”

Jantungnya seperti berhenti.

Ia perlahan menoleh.

Dan di situlah ia melihatnya.

Seorang perempuan dengan gaun pasien rumah sakit, wajahnya pucat… matanya hitam kosong… dan senyumnya terlalu lebar.

Bagas mundur panik, menjatuhkan kameranya.

Saat ia mencoba lari keluar, lorong yang tadi ia lewati… berubah.

Pintu-pintu terbuka.

Di setiap kamar, ada sosok-sosok pasien yang berdiri diam… menatapnya.

Beberapa tanpa wajah.

Beberapa dengan tubuh penuh darah.

Dan semuanya… mulai bergerak keluar.

Bagas berlari sekencang mungkin, napasnya tersengal, kakinya hampir tak kuat.

Akhirnya ia melihat pintu keluar.

Hampir sampai…

Namun tiba-tiba seseorang mencengkeram kakinya.

Ia jatuh keras.

Saat menoleh…

Perempuan tadi merangkak cepat ke arahnya, tubuhnya terbalik, kepalanya menengadah dengan senyum mengerikan.

“Kamu nggak boleh pulang…”

Lampu senter mati.

Gelap.

Hening.

Keesokan paginya, warga sekitar menemukan kamera Bagas tergeletak di depan rumah sakit.

Rekamannya masih berjalan.

Menampilkan lorong kosong…

Namun di detik terakhir…

Terdengar suara Bagas berbisik:

“Aku masih di sini…”

---

Balikpapan
5/3 Diedit ke

... Baca selengkapnyaBerbagi pengalaman pribadi, saya pernah mengunjungi sejumlah bangunan tua yang konon berhantu, termasuk rumah sakit yang sudah lama ditinggalkan. Sensasi memasuki lorong yang sunyi dan gelap, terutama saat cuaca buruk seperti hujan deras, memang mampu menimbulkan perasaan tegang dan campuran antara penasaran dengan ketakutan. Menurut pengalaman, aroma obat-obatan lama dan udara lembap yang terperangkap dalam bangunan yang tak terurus menambah kesan mistis dan suasana yang mencekam. Keadaan senyap yang begitu pekat dan rapuh membuat pendengaran seakan lebih tajam, sehingga setiap bunyi kecil seperti pintu yang terbuka atau suara langkah terasa jauh lebih menakutkan. Saya juga pernah mencoba merekam aktivitas di lokasi serupa dengan kamera senter dan berhasil menangkap beberapa fenomena unik yang sulit dijelaskan secara rasional. Seperti Bagas dalam cerita, pengalaman bertemu sosok samar di lorong-lorong rumah sakit tua bisa membuat jantung berdebar kencang dan tubuh bergetar. Namun, dari sisi psikologi, memasuki tempat dengan reputasi angker dapat memicu imajinasi aktif, apalagi jika kondisi lingkungan mendukung kesan menyeramkan. Hal ini biasa dialami oleh banyak orang yang mencoba membuktikan hal-hal mistis secara langsung. Bagi saya, pengalaman seperti ini sekaligus mengajarkan pentingnya menghormati tempat sejarah dan kenangan yang tersimpan di dalamnya, kapanpun mengunjungi tempat seperti rumah sakit tua. Jangan lupa selalu menjaga keselamatan diri, berbekal peralatan yang memadai seperti senter dan alat komunikasi, serta jangan masuk sendirian. Cerita Bagas membuka pandangan kita bahwa setiap bangunan tua memiliki cerita tersendiri, dan berpetualang ke tempat seperti rumah sakit tua di Balikpapan bisa memberi pengalaman seru sekaligus pembelajaran tentang keberanian dan rasa ingin tahu yang sehat.

Posting terkait

Foto pasangan suami istri yang tersenyum bahagia. Sang istri mengenakan hijab biru dan kacamata, bersandar pada suaminya yang memakai peci hitam dan jaket biru.
istri saya meninggal karena sakit kanker rahim
Istri saya meninggal karena sakit kanker rahim. 📌 Pertama taun 2022-11 gejalanya menstruasi dan keputihan gak berhenti2 slama 1 bulan. 📌 Saya obatin ke dokter spesialis kandungan onkologi dr hospital siloam Purwakarta. Kami berobat tidak pake BPJS karena ingin yang terbaik dan terprioritas
adul amsol

adul amsol

422 suka

Gambar menunjukkan kabinet kayu dengan hiasan rotan dan pasu bunga kering di atasnya. Teks bertulis "Jangan abai tips ni kalau nak rumah bersih" sebagai tajuk utama.
Teks pada latar belakang merah jambu menerangkan tips membersihkan perabot agar tidak mudah berhabuk menggunakan pelembut fabrik dan air, menjadikannya harum.
Teks pada latar belakang hijau menerangkan tips mengilatkan lantai rumah menggunakan pencuci lantai, cuka, dan air panas untuk hasil yang bersih dan berkilat.
Jangan abai tips ni kalau nak rumah bersih !
Masa hujung minggu ni mesti ada yang nak membersihkan, mencantikkan dan mewangikan rumah kan. Sebab masa tu jer yang kita ada. Tapi jangan risau saya nak share korang tips untuk make sure rumah korang bersih and wangi 😍😍. Korang boleh ikut tips ni mesti menjadi punya 😍. Do follow me for more inte
fenbh

fenbh

1875 suka

Lihat lainnya