... Baca selengkapnyaAku dulu termasuk tim yang mikir semua tepung terigu itu sama. Pokoknya putih, halus, ya kupikir hasilnya juga bakal sama. Ternyata setelah beberapa kali bikin donat bantet dan roti yang keras, aku mulai cari tahu soal tepung protein tinggi, sedang, dan rendah.
Tepung terigu protein tinggi (biasanya 12–14%) teksturnya agak lebih kesat dan kalau dipegang terasa lebih "berat". Contoh yang sering kupakai itu Cakra Kembar dari Bogasari. Tepung ini mengandung gluten lebih tinggi, jadi pas diuleni bisa membentuk adonan yang elastis. Ini yang bikin roti dan donat bisa mengembang bagus, berongga, dan empuk tapi tetap chewy. Kalau kamu suka bikin roti sobek, roti manis, donat kentang, atau mie, pilih tepung protein tinggi. Aku pernah iseng pakai tepung protein sedang untuk donat, hasilnya tetap jadi sih, tapi teksturnya kurang chewy dan nggak sekenyal kalau pakai Cakra Kembar.
Tepung terigu protein sedang (sekitar 10–11%) itu versi serbagunanya. Salah satu yang paling terkenal ya Segitiga Biru. Ini cocok buat kamu yang di rumah jarang baking, tapi pingin satu jenis tepung yang bisa dipakai ke banyak macam resep. Aku pakai tepung protein sedang ini untuk bikin martabak, bolu sederhana, pancake, dan kadang-kadang juga untuk gorengan seperti bakwan atau ayam goreng tepung. Teksturnya nggak se-elastis tepung tinggi protein, tapi juga nggak seringan tepung rendah protein, jadi masih aman buat bermacam kue dan makanan.
Nah, tepung terigu protein rendah (7–9%) seperti Kunci Biru biasanya dipakai kalau kita mau hasil kue yang lembut, rapuh, dan gampang lumer di mulut. Misalnya untuk cookies, biskuit, pie crust, dan beberapa jenis cake. Waktu aku bikin kastengel dan nastar pakai tepung protein tinggi, hasilnya agak keras dan kurang rapuh. Setelah ganti ke tepung protein rendah, teksturnya jauh lebih enak, lembut dan gampang hancur saat digigit.
Biar nggak salah pilih, aku sekarang selalu ingat patokan gampang:
- Roti, donat, mie: tepung terigu protein tinggi (misalnya Cakra Kembar)
- Kue harian, martabak, pancake, gorengan: tepung protein sedang (Segitiga Biru)
- Cake lembut, cookies, biskuit, kue kering: tepung protein rendah (Kunci Biru)
Kalau kamu masih bingung soal perbedaan tepung terigu protein tinggi dan rendah, coba sekali-kali bikin resep yang sama dengan dua jenis tepung beda protein. Kerasa banget bedanya di tekstur. Dari situ lama-lama kamu bakal hafal, kapan harus pakai tepung roti protein tinggi dan kapan harus pakai tepung yang ringan.
Intinya, tepung tinggi protein itu bukan sekadar buat roti saja, tapi kuncinya ada di tekstur yang kamu mau. Semakin sering coba-coba, kamu bakal lebih peka dan nggak akan salah pilih tepung lagi buat baking di rumah.