apakah aku kurang bersyukur ??🥲

haii sahabat lemoned 👋🏻

Ada yang sama nggak sih, buat buibu yang bangun subuh trus jam 8 pagi tapi rasanya energi udah sisa 5%? Padahal kalau ditanya orang, “Tadi ngerjain apa aja?” , terkadang kita bingung jawabnya karena saking banyaknya printilan yang dikerjain 😭

Jujur saja, jadi IRT itu capeknya bukan hanya di fisik, tapi di Mental yang nggak ada habisnya Astaghfirullah padahal baru nikah jalan 5th tapi berasa wes lama . Apa mungkin kurang di apresiasi ya mangkanya terasa capek banget 🥹

Mungkin ini beberapa hal yang bikin aku (dan mungkin kalian) ngerasa mudah lelah banget belakangan ini:

👉🏻 Bukan cuma soal nyuci baju, tapi juga mikirin "Hari ini masak apa?" , "sabun cuci habis gak ya?" , sampai "seragam anak sekolah sudah di setrika belum ya?"

👉🏻 Kalian berasa nggak sih? Baru selesai lipat baju, keranjang cucian sudah penuh lagi. Baru selesai nyapu, anak tumpahin susu. Rasanya nggak ada kepuasan "tugas selesai" karena semuanya berulang terus 24/7.

👉🏻 Apa juga karena kurang interaksi manusia juga kayak tetangga atau teman teman, karena kalau ditinggal kerja suami seharian cuma ngobrol sama balita aja. Kadang kangen banget bisa ngobrol sama orang dewasa tanpa interupsi "Ibuuuu, mau pipis" .

👉🏻 Saking sibuknya jadi ibu dan istri, terkadang juga lupa kapan terakhir kali aku ngelakuin hobi atau sekadar minum kopi panas sampai habis tanpa dipanggil-panggil.

Kalau kalian biasanya ngapain sih buat "recharge" energi kalau lagi lelah-lelahnya gini? Mandi lama, jajan seblak, atau malah ikut tidur pas anak tidur?

Kasih tau aku di kolom komentar ya,

siapa tahu bisa aku contek caranya 👋🏻😁

#Hello2026 #PengalamanKu #IRTPunyaCerita #keseharianirt #lemon8irt

1/16 Diedit ke

... Baca selengkapnyaMenjadi ibu rumah tangga (IRT) memang seringkali dipandang sebelah mata, padahal tanggung jawabnya sangat besar dan melelahkan tidak hanya secara fisik tapi juga mental. Dari pengalaman pribadi, merasa kelelahan yang mendalam bisa muncul karena berbagai hal, mulai dari tugas rumah yang tidak ada habisnya—seperti mencuci, memasak, membersihkan rumah, hingga perhatian nonstop ke anak yang masih kecil. Kondisi ini diperparah oleh minimnya interaksi sosial dengan orang dewasa lain. Kadang, hanya berbicara dengan balita saja selama seharian bisa membuat kita rindu suasana obrolan dewasa yang berkualitas. Di sisi lain, kebiasaan kecil seperti lupa menyempatkan waktu untuk diri sendiri, misalnya menikmati kopi panas tanpa gangguan atau melakukan hobi yang disenangi, juga turut mempercepat rasa letih yang dirasakan. Menurut saya, penting untuk menyadari bahwa merasa lelah dan stres bukan berarti kurang bersyukur. Justru, mengakui perasaan ini dapat menjadi langkah awal untuk mencari solusi agar kesejahteraan emosi juga terjaga. Beberapa cara yang saya lakukan untuk "recharge" energi antara lain mandi dengan santai meski hanya sebentar, menikmati camilan favorit seperti seblak, atau tidur sejenak saat anak juga tidur. Aktivitas sederhana ini membantu memberikan jeda dan mengembalikan kesegaran mental. Selain itu, membangun jaringan dukungan sosial juga sangat membantu. Berkomunikasi dengan teman atau tetangga, baik secara langsung maupun melalui grup chat, bisa memberikan suasana baru dan membuat kita merasa lebih didengar dan dihargai. Jangan ragu untuk berbagi cerita dan meminta bantuan saat merasa kewalahan. Hal lain yang saya pelajari adalah menyesuaikan ekspektasi. Tidak perlu merasa bersalah jika rumah tidak selalu sempurna atau segala sesuatu tidak selalu berjalan mulus. Menghargai setiap usaha yang kita lakukan sudah merupakan bentuk syukur dan penghargaan terhadap diri sendiri. Pada akhirnya, menjaga kesehatan mental dan fisik sebagai IRT adalah sebuah perjalanan panjang yang butuh kesabaran dan dukungan. Semoga dengan berbagi pengalaman ini, para ibu rumah tangga lainnya juga merasa tidak sendirian dan terinspirasi untuk lebih perhatian pada kebahagiaan dan kesejahteraan diri mereka sendiri.

2 komentar

Gambar dephiw
dephiw

aku juga lagi ngerasa capek jiwa raga, kak

Lihat lainnya(1)