KAU HINA IBUKU, AKU BLOKIR ATM-MU! (6)
Membalas
"Sabar dulu, Ren. Kamu jangan salah sangka,"
"Cepat jelasin siapa Mona, kenapa kamu membiayai biaya lahirannya. Apa kamu selingkuh dengan Dia, sekalian aku minta cerai kalau kamu selingkuh!"
"Ren, duduk dulu. Mas bisa jelasin semuanya."
"Lepaskan,"
"Rena! Dengarin aku dulu," bujuk Mas Imran.
I
"Ada apa to, ndok. Kok teriak-teriak, siapa yang selingkuh?"tanya Ibu.
"Gak ada yang selingkuh, Bu. Ini Rena salah paham," balas Mas Imran.
"Salah paham apanya mas, mana mungkin kamu rela menghabiskan uangmu untuk membiayai biaya lahiran wanita itu Kalau kamu tidak ada apa-apa. Sedang aku istrimu saja tak pernah kamu kasih uang kalau tidak aku minta," balasku sengit.
"Aduh Rena, dengarkan dulu penjelasan suamimu."
"Mau jelasin apalagi, Bu. Mau mendengarkan kebohongan kalian, sudah pastilah ibu akan membela anak ibu," balasku.
"Rena dengarkan dulu."
______
"Aduh ada-ada aja orang minta hp pakai ada sinetron ikan terbang segala," ucap Desi.
"Desi diam kamu!
"Aduh kok aku sih, Bu. Suruh dia aja lah!"
"Sekali lagi kamu tunjuk ibuku, aku patahkan jarimu!" Sengitku.
"Nak, sudah. Kasian adikmu," ucap Ibu..
"Malas banget aku punya adik seperti dia, pergi kamu dari rumahku!"
"Aduh Desi, kamu itu lho kok ya nggak ada kapok-kapoknya. Udah sana masuk kamar!" Usirnya.
"Rena, maaf kalau Mas menyembunyikan ini dari kamu."
"Jadi benar dia istri mudamu. Bagus, kalau begitu sekarang juga Kamu pergi dari rumahku ajak juga ibu dan adikmu!" Sengitku.
"Aduh, kamu dengar dulu dong. Mona itu bukan apa-apa aku cuman aku punya tanggung jawab sama dia."
"Kamu pikir aku bod oh mas. Bukan apa-apa tapi punya tanggung jawab, tangung jawab apaan. Tanggung jawab karena kamu mengambil dia,"
"Makanya dengarin dulu."
"Baik sekarang jelaskan kenapa kamu membiayai biaya lahiran wanita itu?"tanyaku.
"Jadi begini dek. Waktu itu aku pulang kerja malam-malam, waktu itu sangat gelap dan di perempatan aku tidak melihat apa-apa. Tanpa sengaja aku menabrak pemotor yang lewat. Naasnya pemotor itu langsung tewas di tempat. Aku bingung waktu itu, keluarganya menuntut sementara aku tidak mau dipenjara. Aku juga tidak mau cerita sama kamu karena takut kamu nanti akan kepikiran. Jadinya Aku berusaha menyelesaikan masalahku sendiri."
"Lalu?"
"Jadi orang itu ternyata memiliki seorang istri yang sedang hamil besar."
," kenapa. Apa dia kurang cantik?"tanya ku.
"Cantik tapi tidak secantik kamu,"
"Terus bagaimana ceritanya kamu kok bisa membiaya lahiran dia?"
"Ya karena tanggung jawab itu."
"Kenapa kamu tidak bayar ganti rugi saja?"
"Ya mau bagaimana lagi ini kan demi kemanusiaan."
Aku tersenyum sinis,"Kamu kalau sama orang lain manis banget ya bilang demi kemanusiaan. Kamu lupa Dulu ketika aku keguguran dan memerlukan uang untuk operasi kamu tidak peduli. Padahal tabunganku habis untuk biaya kuliah kamu dan adikmu. Mungkin kalau Ibu tidak merelakan tanahnya untuk dijual saat itu nyawaku juga sudah melayang."
Beberapa tahun yang lalu ketika baru beberapa bulan menikah dengan mas Imran aku memang sempat hamil. Tapi kemudian aku mengalami keguguran. Saat itu Dokter bilang aku harus operasi karena aku mengalami masalah rahim. Namun, saat itu aku tidak memiliki BPJS dan juga uang tabunganku tidak ada sama sekali. Mas Imran tidak peduli dengan santainya dia bilang kalau dia tidak memiliki uang dan menyuruhku untuk meminta uang kepada ibu. pelet sama mas Imran.
"Iya Mas minta maaf. Mas janji setelah ini masakan berubah."
'Dasar kambing, memang kamu pikir Aku tidak tahu bagaimana permainanmu. Kamu pura-pura baik dan manis sama aku hanya ingin mengincar atm-ku. Ok, aku untuk sementara aku ladeni dulu sandiwaramu,' batinku.
"Ya sudah Mas, Aku minta maaf kalau aku sudah berprasangka buruk."
Akhirnya aku memutuskan masalah malam itu selesai tentang Mona
Mas Imran tidur dengan memeluk pinggangku, jujur sebenarnya aku merasa risih. Muak sekali aku sama sandiwaranya, tapi tak apa aku tahan diri dulu sambil mencari ....
di kbm apps
Kau Hina Ibuku Aku Blokir ATM mu
AuthorPena
Cerita tentang konflik keluarga seperti yang dialami Rena dan Mas Imran memang sering kali penuh dengan emosi dan drama yang intens. Dari pengalaman saya pribadi, situasi seperti ini membutuhkan komunikasi yang jujur dan terbuka agar tidak berlarut-larut dalam kesalahpahaman. Seringkali, masalah keuangan dalam rumah tangga dapat memicu ketegangan besar, terutama bila ada rasa ketidakadilan dalam pembagian pengeluaran atau perhatian. Dalam kisah ini, rasa sakit yang dirasakan Rena saat Mas Imran membiayai persalinan wanita lain tanpa sepengetahuannya benar-benar menggambarkan pentingnya transparansi antara pasangan. Seperti yang diceritakan, Mas Imran memilih menanggung akibat kecelakaan itu secara diam-diam karena takut istrinya khawatir. Ini memang langkah yang bisa dimengerti, namun tanpa komunikasi, hal ini malah menimbulkan kecurigaan dan konflik. Dalam kehidupan sehari-hari, saya belajar bahwa berbagi beban dan masalah dengan pasangan adalah kunci menjaga kepercayaan dan keharmonisan. Selain itu, konflik antara Rena dengan ibunya dan adiknya Desi juga menunjukkan bagaimana dinamika keluarga yang kompleks dapat memperparah masalah yang ada. Ketika emosi memuncak dan kata-kata kasar terucap, kadang sulit untuk langsung berdamai. Namun, malam yang diakhiri dengan pelukan meskipun terasa risih juga memperlihatkan bahwa kasih sayang dan pengertian harus tetap dijaga di tengah masalah. Saya menyarankan bagi pembaca yang mengalami situasi serupa, cobalah untuk mencari waktu yang tepat untuk berdiskusi dengan jujur dan tenang. Jangan biarkan prasangka buruk menguasai pikiran, karena itu bisa menimbulkan kesalahpahaman yang lebih dalam. Jika diperlukan, tidak ada salahnya meminta bantuan mediator keluarga atau konselor untuk membantu membuka komunikasi yang produktif. Cerita ini sekaligus mengingatkan kita bahwa setiap tindakan punya konsekuensi, dan kadang pengorbanan harus dilakukan, seperti yang ditunjukkan oleh ibu Rena yang merelakan tanahnya demi operasi anaknya. Ketulusan dan pengertian adalah fondasi penting dalam menjaga ikatan keluarga tetap kuat meski badai masalah datang menerpa.

