DULU MALU, SEKARANG MAU (1)

Part 1

“Mau lihat gentong berjalan, nggak? Tuh, baru turun dari mobil travel.”

Aku tertawa terbahak-bahak, memetik senar gitarku dengan asal sambil menyesap rokok. Di sampingku, Dayang—kekasihku yang langsing dan cantik bak model majalah—ikut terkikik sambil menutup mulutnya. Teman-temanku di atas jembatan desa Labak ini makin menjadi-jadi menyoraki sosok yang belum lama ini menapakkan kaki di tanah desa kami.

Namanya Nera. Anak Pak Iyus, guru SD baru. Badannya gempal, kulitnya kusam, dan dia selalu sibuk mengunyah seolah dunianya akan kiamat kalau mulutnya berhenti bergerak.

“Woi, Ner! Hati-hati jembatannya ambrol!” teriakku lantang.

Anak-anak ngakak. Kali ini dia jalan mendekat.

Teman-temanku langsung agak mundur satu senti. Satu senti pun jadi saksi kalau nyali itu kadang Cuma tebal saat bergerombol.

Nera berdiri di depan kami.

“Gentong?” katanya tenang.

Aku senyum santai. “Kamu nggak sadar?”

Dia menatapku dari kepala sampai sandal jepit. Lama. Lalu berkata pelan,

“Kalau aku gentong, kamu apa? Tutupnya? Pantes sering kebuka, isinya kosong.”

Sunyi. Angin lewat. Burung lewat. Harga diriku lewat.

Rudi nyengir tapi nahan. Dayang pura-pura batuk.

Aku tertawa. Terlalu keras. “Asik juga kau, ya.”

Nera Cuma angkat alis. “Lain kali cari bahan ejekan yang kreatif, Ri. Jangan ulang-ulang terus. Bosan.”

Lalu dia pergi.

Dan untuk pertama kalinya, aku tak bisa jawab apa-apa. Dia tetap terlihat santai, lanjut berjalan sambil mengunyah keripik.

Kriuk.

Sialan, harga diriku sebagai pangeran Labak jatuh sejatuh-jatuhnya!

Puncaknya adalah malam syukuran di kelurahan. Aku yang masih dendam karena hinaannya di jembatan, sempat menenggak oplosan diam-diam di belakang panggung. Kepalaku nyut-nyutan, dadaku panas. Begitu melihat Nera pulang sendirian, setan di kepalaku berbisik.

‘Kasih pelajaran, Eri. Bikin dia takut.’

Aku membuntutinya diam-diam. Seperti ninja amatir yang sempoyongan, aku berhasil menyelinap lewat jendela kamarnya yang tidak terkunci saat dia sedang mencuci muka di kamar mandi belakang. Aku bersembunyi di balik lemari, menunggu dia tidur.

Rencananya simpel: aku mau dandanin mukanya pakai spidol permanen pas dia tidur biar besok dia malu saat mau keluar rumah.

Tapi alkohol sialan itu bekerja lebih cepat. Sambil menunggu Nera naik ke ranjang dan mematikan lampu, mataku mulai berat. Begitu dia sudah terlelap—nyenyak banget sampai suaranya mirip mesin traktor—aku malah merasa gerah luar biasa.

Dalam kondisi setengah sadar, aku melepas jaket jeans-ku, merangkak ke sisa kasur di sampingnya, dan...

Zzzt.....

Aku tidak ingat apa-apa lagi selain bantal yang terasa sangat empuk.

🍁🍁🍁

“ASTAGFIRULLAHALADZIM!!!”

Lengkingan suara Ibu Nera memecah pagiku yang tenang. Aku mengerjap, mencoba mengumpulkan nyawa. Bau minyak kayu putih dan aroma bedak bayi menyeruak. Aku menoleh ke samping.

Wajah Nera yang bulat berada tepat sepuluh sentimeter dari hidungku. Dia juga baru bangun, matanya melotot horor melihatku berada di bawah selimut yang sama dengannya.

Aku duduk tegak. Otak baru nyala setengah.

“Bu… ini… saya Cuma…”

Cuma apa ya? Camping?

“BAPAAAAKKK! ADA ORANG MESUM DI KAMAR NERA!” teriak Nera kencang.

Siang itu juga, aku diseret ke rumah. Aku duduk di tengah. Kayak terdakwa maling ayam.

Beberapa tetangga sudah mulai berdiri di luar pagar. Desa ini cepat sekali mencium bau skandal.

“Pilihannya Cuma dua, Eri,” ucap Bapak dingin, suaranya bergetar karena amarah yang ditahan. “Nikahi Nera dan bersihkan nama keluarga sekarang juga, atau kamu angkat kaki dari rumah ini tanpa membawa sepeser pun harta, termasuk motor dan gitar kesayanganmu itu!”

Aku ternganga. Dunia berhenti.

Motor?

Gitar?

Aku menelan ludah.

Menikah?

Dengan... gentong?

Mataku beralih ke Nera yang duduk di pojokan sambil... ya ampun, dia masih sempat-sempatnya mengunyah kacang goreng dengan wajah tanpa dosa!

Kriuk.

🌸🌸🌸

Baca selengkapnya di KBM App.

Judul: Dulu Malu, Sekarang Mau

Penulis: Desy Cichika

3/8 Diedit ke

... Baca selengkapnyaPengalaman berbicara tentang kehidupan di desa kecil seperti Labak membawa saya mengenang bagaimana dinamika sosial di tempat seperti ini bisa sangat unik dan penuh warna. Sosok seperti Nera yang dikisahkan dalam cerita ini sangat akrab bagi banyak orang yang pernah tinggal di lingkungan yang tidak luas, di mana gosip menyebar dengan cepat dan batas privasi sangat tipis. Cerita tentang Eri yang berusaha menjahili Nera dengan niat balas dendam kemudian berakhir dengan dirinya terjebak dalam situasi yang memalukan serta harus menghadapi konsekuensi serius sungguh menunjukkan bagaimana hubungan antarteman dan tetangga bisa berubah drastis. Saya juga pernah mengalami situasi di mana apa yang dimaksud sebagai lelucon atau ejekan berubah menjadi masalah besar yang melibatkan keluarga dan warga sekitar. Momen itu memberikan pelajaran penting bahwa kata-kata dan tindakan, meskipun dimaksudkan ringan, harus dipertimbangkan akibatnya. Kejadian seperti yang dialami Eri dan Nera menunjukkan perjuangan antara malu dan penerimaan, di mana akhirnya seseorang harus membuat keputusan penting untuk menjaga kehormatan dan nama baik keluarga. Selain itu, cerita ini menggambarkan bagaimana tradisi maupun pandangan masyarakat desa bisa menekan individu agar mengambil jalan tertentu, seperti menikah karena sebuah insiden yang berujung pada tekanan keluarga. Hal ini membuka diskusi menarik tentang budaya dan nilai di masyarakat kita, terutama di lingkungan yang masih patriarkal dan konservatif. Kisah ini mengajak kita untuk lebih memahami situasi yang dihadapi orang muda di desa, sekaligus mengingatkan bahwa perubahan dan menerima kenyataan kadang menjadi jalan terbaik untuk menjaga keharmonisan. Mengamati juga sisi humor dan candaan yang muncul, seperti julukan "gentong" dan ejekan kreatif lain, membuat cerita ini terasa sangat hidup dan dekat dengan pengalaman nyata banyak orang. Rasanya sulit tidak tersenyum mengenang momen-momen lucu dalam interaksi sehari-hari yang penuh strategi dan tipu daya kecil, tapi pada akhirnya semua itu bagian dari perjalanan membentuk kedewasaan dan hubungan sosial yang kompleks. Secara keseluruhan, kisah ini sangat relatable bagi siapapun yang tumbuh besar di lingkungan kecil dan mengenal bagaimana tekanan sosial, rasa harga diri, kekonyolan remaja hingga kejutan-kejutan dalam hidup mengisi hari-hari mereka. Menjadikan cerita ini bukan hanya sekadar bacaan ringan, tetapi juga cermin dari kehidupan sosial yang penuh dinamika dan pelajaran berharga.

Posting terkait

DULU MALU, SEKARANG MAU (1)
Part 1 “Mau lihat gentong berjalan, nggak? Tuh, baru turun dari mobil travel.” Aku tertawa terbahak-bahak, memetik senar gitarku dengan asal sambil menyesap rokok. Di sampingku, Dayang—kekasihku yang langsing dan cantik bak model majalah—ikut terkikik sambil menutup mulutnya. Teman-temanku di
Kim Na Ra Story

Kim Na Ra Story

0 suka

DULU MALU, SEKARANG MAU (1)
Part 1 “Mau lihat gentong berjalan, nggak? Tuh, baru turun dari mobil travel.” Aku tertawa terbahak-bahak, memetik senar gitarku dengan asal sambil menyesap rokok. Di sampingku, Dayang—kekasihku yang langsing dan cantik bak model majalah—ikut terkikik sambil menutup mulutnya. Teman-temanku di
anquindiennastory

anquindiennastory

0 suka

DULU MALU, SEKARANG MAU (2)
Part 2 “Denger ya Ner, Orang tua kita memang maksa karena skandal konyol itu, tapi aku punya syarat. Sampai hari lamaran resmi nanti, aku nggak mau liat muka kamu. Mau kamu di sini atau di kota, jangan pernah muncul di depanku. Aku mual.” Nera hanya terus mengunyah. Kriuk. Kriuk. Kriuk. “G
anquindiennastory

anquindiennastory

0 suka

DULU MALU, SEKARANG MAU 3
Membalas @desycichika Part 3 Eri sudah berada di depan gerbang utama Cypress Estate. Setelah melalui pemeriksaan keamanan yang super ketat oleh tiga orang satpam yang lebih mirip agen rahasia FBI, ia akhirnya diperbolehkan masuk. Setiap jengkal aspal yang ia lalui di perumahan itu seolah mem
anquindiennastory

anquindiennastory

0 suka

DULU MALU, SEKARANG MAU (2)
Membalas @desycichika Part 2 “Denger ya Ner, Orang tua kita memang maksa karena skandal konyol itu, tapi aku punya syarat. Sampai hari lamaran resmi nanti, aku nggak mau liat muka kamu. Mau kamu di sini atau di kota, jangan pernah muncul di depanku. Aku mual.” Nera hanya terus mengunyah. Kri
Kim Na Ra Story

Kim Na Ra Story

0 suka

DULU MALU SEKARANG MAU (3)
Part 3 Eri sudah berada di depan gerbang utama Cypress Estate. Setelah melalui pemeriksaan keamanan yang super ketat oleh tiga orang satpam yang lebih mirip agen rahasia FBI, ia akhirnya diperbolehkan masuk. Setiap jengkal aspal yang ia lalui di perumahan itu seolah membisikkan satu kata untu
newskbmapps

newskbmapps

0 suka

DULU MALU, SEKARANG MAU (2)
Part 2 “Denger ya Ner, Orang tua kita memang maksa karena skandal konyol itu, tapi aku punya syarat. Sampai hari lamaran resmi nanti, aku nggak mau liat muka kamu. Mau kamu di sini atau di kota, jangan pernah muncul di depanku. Aku mual.” Nera hanya terus mengunyah. Kriuk. Kriuk. Kriuk. “G
newskbmapps

newskbmapps

0 suka

Berbagai produk makeup seperti lipstik, blush, dan eyeshadow di atas meja gelap, dengan judul "TIPS MAKEUP ANTI MEDOK" dan teks tentang memilih warna makeup agar tidak tabrakan.
Dua foto "BEFORE" seorang wanita dengan makeup yang tidak sesuai undertone, menunjukkan warna hangat dan dingin yang tidak harmonis, serta ekspresi "agak cool" dan "overpowering warm tone".
Dua foto "AFTER" seorang wanita dengan makeup yang lebih harmonis, menunjukkan hasil "cool tone" dan "neutral to cool" yang membuatnya lebih percaya diri dan tidak terlihat medok.
DULU MEDOK, SEKARANG HARMONY ✨😍
Dulu aku pikir asal suka warna, pasti cocok. Tapi… aku salah undertone selama bertahun-tahun 😵‍💫 Di sini aku sharing full tips makeup anti nabrak & anti medok, yang aku pelajari dari pengalaman pribadi (dan rasa malu 🥹). Buat kamu yang ngerasa makeup-nya “nggak nyatu” walau udah blend po
Ari🤍

Ari🤍

193 suka

Dulu Diremehin, Sekarang Aku Pilih Fokus Jadi Content Creator
Kadang aku mikir… kenapa ya aku suka banget foto, video, dan main sosmed? Ternyata jawabannya sederhana. Karena di dunia konten, aku bisa jadi diri sendiri tanpa harus pura-pura. Aku emang orangnya suka tampil, suka eksis, suka difoto. Dan dulu aku sempat ngerasa itu hal yang buruk karena
98citrandyss

98citrandyss

4 suka

Kalo engga sekarang kapan lagi
Dulu aku males banget bikin konten upload dll karna harus ngedit,malu lah ini lah sekarang aku mulai memberanikan diri karena baru tah hal ini 🌿 Tiga hal yang akhirnya aku ngerti: 1. Konten itu aset. Satu video bisa tetap menghasilkan, bahkan ketika aku lagi sibuk kerja di kantor atau beresin r
yesi triala

yesi triala

1 suka

DULU MALU BERCAKAP, SEKARANG BARU SEDAR BANYAK PELUANG DAH TERLEPAS
Dulu ingat being quiet is a personality. Sekarang baru sedar, kadang-kadang ia datang daripada takut dinilai, takut tersalah cakap, dan takut ditolak. Bila dah dewasa, saya mula nampak banyak peluang datang melalui communication such as networking, leadership, friendships, and even career growth
Eiqa

Eiqa

11 suka

BB dari 91 kilo sekarang 48 kg
perjuangan menurunkan bb memang luar biasa. hris benar benar di siplin.. sy tidak pakai obat apapun itu. cukup atur pola makan dan olahraga rutin. butuh waktu 4-5 th. dari bb saya 91 kill sekarang 48 kilo. semangat ya pejuang BB
eli sapitri fikriyani

eli sapitri fikriyani

1 suka

Kolase foto before-after seorang wanita berhijab yang menunjukkan transformasi 'glow up'. Foto 'Before' menampilkan kulit kusam, sedangkan 'After' menunjukkan kulit lebih cerah sambil memegang produk perawatan.
Dua foto wanita berhijab dari tiga tahun lalu, menunjukkan kulitnya yang kusam dan tidak terawat, meskipun sudah memakai bedak dan lipstik, sesuai dengan keterangan bahwa ia malas perawatan.
Seorang wanita berhijab tersenyum, memegang produk perawatan kulit, menunjukkan kulitnya yang lebih cerah dan bibir yang tidak segelap dulu setelah proses 'glow up' selama tiga tahun.
Dulu Sedekil ini Ternyata Sekarang bisa Glow up✨‼️✅
Hai Lemonade #BerjuangCantik #LifeBingo Udah tiga hari kita tidak bertemu ya. Aku hampir aja keterusan me time terus baca webtoon nya sampai lupa harus ngonten di lemon🤣 Back on topic, after throwback foto kenangan lama buka galeri lagi ternyata aku pernah sedekil itu guys. Efek males sk
Pah 🎀 🦢𐙚˚.ᡣ𐭩

Pah 🎀 🦢𐙚˚.ᡣ𐭩

108 suka

Sekarang lg semangat ikut challenge✨
#MaluGak sekarang lagi rajin bikin konten tapi yg nonton dikit, like aja kaga ada apalagi yg komen🤔 #SukaDukaCewek #Seandainya #ViralTerbaru #QuotesLemon8
Solikhah💐

Solikhah💐

6 suka

Dulu gak bisa pose🤭,sekarang lebih PD😍
Bismillah...bestie🍋,Semenjak #ngontenbareng di lemon8 aku jadi PD tampilin wajahku dan sedikit pose😜. Padahal dulu insecure banget, malu..takut gak cakep,takut gak ini itu dsb, sekarang mungkin malah malu-maluin😅,norak gak sih..😜 Yang jelas sekarang aku belajar tampil apa adanya no pencitraa
Bunda Rina

Bunda Rina

3 suka

Jaman sekarang bikin konten gak perlu ribet!
Halo lemoners, suka bingung mau ngonten tapi bingung belum punya props mendukung? Eits! sekarang gak perlu bingung lagi, gak perlu punya rumah atau kamar yang estetik dulu buat ngonten. Lah terus pake apa? Nih coba pake alat foto yang bakalan bikin hasil konten menarik, gak ribet dan ready to use
griyarjuna

griyarjuna

200 suka

Aku dulu vs aku sekarang
Kota Samarinda #EditanViral #AITrends #MaluGak
Lydiaathalia

Lydiaathalia

1 suka

Lihat lainnya