SUAMI PELIT, IPAR ELITE 1
"Suamiku bilang nggak punya 50 ribu buat ganti sepatu anakku yang bolong sampai jempolnya bernanah. Tapi sore ini, struk filler dagu adiknya seharga 3 juta jatuh tepat di depan mataku. Ternyata, harga diri anakku lebih murah dibanding dagu lancip adiknya."
***
“Lakban saja sepatu lamanya! Jangan manja jadi orang yang hidupnya sedang sulit!”
Suara bentakan Mas Doni masih terngiang, lebih nyaring dari bunyi token listrik yang sudah menjerit minta diisi. Aku menatap Cheryl, putri kecilku yang baru lima tahun. Jempol kakinya menyembul dari sepatu sekolah yang menganga, lecet dan mulai bernanah. Hatiku perih, rasanya seperti diiris sembilu melihat tetesan cairan kuning itu menodai kaus kakinya yang sudah melar.
Pagi tadi, aku hanya meminta lima puluh ribu rupiah. Hanya lima puluh ribu untuk sepatu diskonan di pasar agar anakku tak kesakitan saat melangkah. Namun, Mas Doni melempar uang receh dua puluh ribu sambil menghinaku seperti lintah. Katanya, gaji 4,5 jutanya habis untuk potongan koperasi.
Namun, sore itu kebenaran menghantamku lebih keras dari tamparan mana pun.
Linda, adik iparku yang pengangguran tapi bergaya ala sosialita, datang dengan wajah berseri. Di tangannya ada paper bag dari klinik kecantikan ternama. Dia memamerkan dagu barunya yang diperban kecil.
“Liat nih, Mas! Daguku udah lancip kan? Kata dokternya, bakal V-shape kayak artis Korea,” ucap Linda manja.
Mas Doni tertawa bangga, mengusap kepala adiknya dengan penuh kasih sayang—tatapan yang tak pernah lagi ia berikan padaku atau Cheryl. “Nah, gitu dong. Kamu harus cantik supaya dapat suami terpandang. Mas senang kalau kamu terawat.”
Darahku mendidih. Tanganku gemetar hebat di balik daster pudar yang sudah bertahun-tahun tak diganti. Saat Linda lengah, sebuah struk jatuh dari tasnya. Mataku membelalak, dadaku sesak luar biasa membaca angka di sana.
TOTAL: Rp 3.000.000,-
PEMBAYARAN: DEBIT BCA - DONI PRATAMA
Tiga juta rupiah. Untuk sebuah suntikan di dagu. Sementara untuk sepatu anaknya yang bernanah, lima puluh ribu terasa seperti beban berat baginya.
“Mas, ini apa?” tanyaku dengan suara bergetar, menunjukkan struk itu.
Bukannya merasa bersalah, Mas Doni justru merampas struk itu dan menghardikku dengan dingin. “Nggak usah ikut campur! Itu uang hasil lemburku. Linda itu aset keluarga, dia harus cantik. Nggak kayak kamu, dasteran dan kucel! Cepat ke dapur, buatkan Linda teh manis, dia haus habis perawatan!”
Detik itu juga, sesuatu di dalam diriku patah, lalu menyatu kembali menjadi tekad yang sekeras baja. Air mataku jatuh tepat di atas nominal tiga juta itu. Bukan karena aku lemah, tapi karena aku baru sadar: aku tidak sedang bersuami, aku sedang menjadi tumbal untuk egonya.
"Iya, Mas. Sebentar ya," jawabku tenang. Terlalu tenang untuk seseorang yang dunianya baru saja dihancurkan.
Sambil mengaduk teh di dapur, aku menatap bayanganku di cermin kusam. Lakban di sepatu Cheryl mungkin hanya bertahan seminggu, tapi luka yang mereka goreskan hari ini akan aku pastikan mereka bayar seumur hidup.
Kalian ingin aku melayani? Baiklah. Nikmati teh manis ini, Linda. Nikmati dagu barumu, Mas. Karena mulai besok, aku akan pastikan kalian membayar setiap tetes nanah di kaki anakku dengan harga yang tidak akan pernah bisa kalian bayar, bahkan jika kalian menjual seluruh harga diri kalian.
Permainan baru saja dimulai, dan kali ini, si "Istri Kucel" ini yang memegang kendali.
***
Akankah Sekar mampu membalas perbuatan suami dan iparnya yang keterlaluan? Ataukah ia akan terus tertindas demi rumah tangganya?
Baca kelanjutannya di aplikasi KBM App
Judul Novel: Suami Pelit, Ipar Elite
Penulis: mailaffcl










































