DIKHIANATI NAPI DINIKAHI POLISI 6
Judul: Dikhianati Napi Dinikahi Polisi
Penulis: Alya Aziz
Baca di KBM App
Bab 6
“Jawab! Memangnya kamu mau apa, hah?”
Ujung jari telunjuk Mas Riswan kembali menyentuh dahiku dengan gerakan meremehkan. Tatapannya tajam, seolah aku tak lebih dari orang kecil yang tak punya daya. Rasa panas menjalar di dadaku. Semua penghinaan, pengkhianatan, dan tawa merendahkan itu akhirnya memecahkan kesabaranku.
**Plak!**
Tamparanku mendarat di pipinya. Suara kerasnya menggema di kamar. Tanganku bergetar, sementara Mas Riswan terpaku dengan wajah memerah.
“Zahwa! Kamu berani?!” bentaknya murka. “Istri kurang ajar! Kamu itu cuma wanita miskin!”
Aku tak menjawab. Air mata sudah habis, berganti kemarahan yang dingin. Tanpa berkata apa-apa, aku meraih tas selempang dan jaket lusuh yang tergantung di balik pintu. Aku tak membawa apa pun selain diriku sendiri.
Saat keluar kamar, Bu Lastri dan Siska masih duduk di ruang keluarga. Mereka hanya menatap tanpa mencegah, seolah kepergianku justru melegakan.
Malam itu jalanan kompleks terasa sunyi. Aku berjalan cepat menjauh dari rumah yang selama ini kuanggap tempat pulang, padahal ternyata hanya bangunan yang penuh penghinaan. Di pinggir jalan raya, aku menghentikan ojek.
“Ke Jalan X Lorong Anggrek, Mang,” kataku lirih.
“Siap, Neng,” jawab pengemudi itu.
Sepanjang perjalanan, aku menahan tangis, tetapi akhirnya air mata jatuh juga. Bahuku terguncang hebat.
“Neng… kunaon? Aya masalah?” tanya si Mang Ojek dengan nada khawatir.
Aku hanya menggeleng. Tak sanggup menjelaskan bahwa suamiku baru saja memintaku menerima wanita lain demi bisnis keluarga.
Hujan turun deras saat motor memasuki gang menuju rumah Kakek. Setelah turun di depan pagar kayu tua, tubuhku sudah basah kuyup. Aku berdiri ragu di teras rumah kecil itu.
Zulkifli—ayah dari mendiang ayahku—adalah orang pertama yang menolak pernikahanku dengan Riswan. Ia tahu watak keluarga itu sejak lama.
Petir menyambar. Dengan tangan gemetar aku mengetuk pintu.
Tak lama kemudian pintu terbuka. Sosok Kakek berdiri dengan tongkat di tangan, rambut memutih, mata tajam menatapku dari ujung kepala sampai kaki.
“Sudah lelah jadi babu keluarga itu?”
Kalimat pertama itu membuat tangisku pecah.
“Tolong saya, Kek. Mereka benar-benar keterlaluan,” bisikku.
Ia menatapku lama sebelum akhirnya berkata, “Masuklah. Jangan kotori teras Kakek dengan air mata dari rumah itu.”
Setelah berganti pakaian dan duduk di ruang tengah, dua gelas teh hangat sudah tersedia. Aku menceritakan semuanya: setahun menunggu, melayani keluarga Mas Riswan, hingga rencana poligami demi bantuan modal dari mantan kekasihnya.
Bukannya terkejut, Kakek justru tertawa kecil.
“Kenapa Kakek tertawa? Apa penderitaan saya lucu?” tanyaku tersinggung.
“Kakek tidak menertawaimu. Kakek menertawakan Riswan. Mereka baru saja menggali kubur untuk diri sendiri.”
Aku terdiam.
“Keluarga itu pernah menipu ayahmu dalam bisnis dulu. Mereka juga yang membuat ayahmu jatuh sakit,” katanya pelan namun tegas. “Sekarang mereka menyakiti cucu Kakek.”
Aku menatapnya tak percaya.
“Memangnya Kakek punya cara membalas?”
“Kalau kamu ikut kata Kakek, kamu akan lihat Riswan menyesal setengah mati.”
Ia mencondongkan badan.
“Ingat, Zahwa. Garam tak pernah ditulis di buku menu, tapi saat tak ada, semua orang merasakan hambar. Begitu juga kamu.”
Aku mengangguk pelan.
“Saya mau mereka menyesal, Kek.”
“Bagus. Urus perceraianmu diam-diam.”
Beberapa hari kemudian aku tinggal di rumah Kakek dan mulai mengurus gugatan cerai ke Pengadilan Agama. Puluhan panggilan dari Bu Lastri dan Siska kuabaikan.
Pagi itu aku bersiap pergi bersama Kakek, katanya ini awal kehancuran Riswan. Namun pintu rumah mendadak terbuka keras.
“Zahwa!”
Ibu berdiri di ambang pintu dengan wajah merah, lalu menarik lenganku.
“Pulang! Jangan jadi istri durhaka!”
“Saya tidak mau pulang, Bu. Mas Riswan mau menikah lagi.”
“Halah! Cuma dimadu! Yang penting kamu tetap istri pertama!” teriak Ibu sambil menyeretku.




![Dikhianati Kapten Dinikahi Sultan [1]](https://p16-lemon8-sign-sg.tiktokcdn.com/tos-alisg-v-a3e477-sg/ogA5Af7XBBD0iAsedtiisWEL9CUI6vqgws2IRE~tplv-sdweummd6v-shrink:640:0:q50.webp?lk3s=66c60501&source=seo_feed_list&x-expires=1808740800&x-signature=uLlpPzK1s6nv8K8Sd8T6Z1RTU10%3D)
























































