BERSINAR USAI BERCERAI (9)
Bersinar Usai Bercerai (TAMAT) – anquindienna
Part 9
“Apa yang sedang kalian lakukan?” Mata Davika membelalak tak percaya. Air mata langsung menggenang saat ia melihat Rafi mengecup dahi seorang wanita yang bersandar di bahunya.
“Vika?” Rafi terkejut. Ia dan wanita itu buru-buru menjauh.
“Oh, jadi ini alasan Kakak menalak aku? Karena perempuan ini? Status Instagram cuma alasan buat nutupin perselingkuhan kalian!” tangan Davika mengepal kuat. Dadanya sesak, air mata pun jatuh tak terbendung.
“Vik, jangan salah paham. Kakak enggak selingkuh!” bantah Rafi.
“Bohong! Aku lihat sendiri!” napas Davika memburu, emosinya memuncak.
Tak kuasa menahan amarah, Davika mendorong Rafi dan menjambak rambut wanita itu. “Dasar wanita murahan!”
Wanita itu menjerit, tubuhnya terhuyung. Namun Davika tak melepas cengkeramannya.
“Lepasin Natasha, Vika!” bentak Rafi. Ia menampar Davika keras dan menarik lengannya. Pipi wanita itu langsung memerah.
“Aku gila? Kamu yang gila! Kamu ninggalin aku demi perempuan ini, sekarang malah berani nampar aku!” teriak Davika histeris.
Tangisnya pecah. Lima tahun cinta yang ia rawat hancur seketika. Ia merasa menjadi wanita paling bodoh karena meninggalkan keluarga demi Rafi.
“Udah cukup! Kamu yang menggila! Kakak enggak selingkuh! Lagian buat apa kamu ke sini? Kita sudah bercerai sepuluh hari lalu!” balas Rafi dingin.
“Aku cuma mau ambil barang. Tapi malah lihat pengkhianatan kalian!” geram Davika.
“Terserah kamu! Sejak talak itu, aku bukan suami kamu lagi. Kamu enggak berhak marah!” Rafi kembali mengusirnya.
Dengan hati remuk, Davika membereskan barang-barangnya dan keluar dari apartemen. Di dalam lift, ia tak kuat lagi menahan tangis. Tubuhnya berjongkok, kedua tangan menutup wajahnya.
Setibanya di lobby, langkahnya terhenti saat seseorang memanggil.
“Bu Davika, tunggu!” seorang petugas kebersihan menghampirinya.
“Maaf, Pak, lain kali saja…” ucap Davika lemah.
“Sebentar saja, Bu. Ini penting.” Mereka pun duduk.
“Sudah sekitar 10 hari Pak Rafi tinggal dengan wanita lain di apartemen. Bahkan sebelumnya pun saya sering melihat mereka bersama saat Ibu tidak di rumah,” ujar pria itu hati-hati.
Hati Davika semakin hancur. Jadi selama ini, Rafi memang sudah berpaling.
“Sejak kapan, Pak?” tanyanya lirih.
“Mungkin tiga atau empat bulan lalu. Saya yakin Ibu tadi juga memergoki mereka, kan?”
Davika mengangguk pelan. “Terima kasih, Pak. Mulai sekarang wanita itu yang akan tinggal di sana. Saya dan Rafi akan berpisah.”
Ia segera memesan taksi online. Dalam perjalanan, perutnya terasa nyeri hebat, seperti diremas dan ditusuk. Keringat dingin mengalir di keningnya.
Pikirannya tak bisa lepas dari bayangan Rafi dan wanita itu. Seolah mereka menertawakan kebodohannya.
Biadab… berengsek… umpatan itu terus bergema di hatinya. Selama berbulan-bulan, ia tak menyadari perubahan Rafi. Ia bahkan mengakui wanita itu lebih cantik, namun apakah itu alasan untuk dikhianati?
Jika Rafi tak mencintainya lagi, kenapa tidak melepaskannya sejak awal?
Tangisnya kembali pecah.
Sesampainya di rumah Erna, langkah Davika terasa berat. Dadanya sesak, perutnya semakin sakit. Ia berjalan tertatih sambil menarik koper.
Baru saja sampai di depan pintu, tubuhnya tak mampu bertahan.
Bruk!
Davika ambruk di lantai.
“Mbak Vika, enggak kenapa-kenapa?” teriak tetangga panik.
Segalanya menjadi gelap.
---
Baca selengkapnya di aplikasi KBM App
Pengalaman menghadapi perceraian dan pengkhianatan memang bukan hal mudah, seperti yang dialami Davika dalam kisah ini. Banyak dari kita mungkin merasakan kesedihan mendalam saat kepercayaan yang dibangun selama bertahun-tahun tiba-tiba hancur oleh perselingkuhan. Namun, hal terpenting adalah bagaimana cara kita bangkit dari keterpurukan tersebut. Banyak orang yang merasa kehilangan arah saat menghadapi kenyataan pahit seperti ini. Secara pribadi, saya pernah berada dalam situasi sulit yang membuat saya merasa hancur seperti Davika. Yang saya pelajari adalah mengizinkan diri sendiri untuk merasakan kesedihan dan kecewa, karena itu bagian dari proses penyembuhan. Selanjutnya, saya mencoba mencari dukungan dari orang-orang terdekat dan memfokuskan pikiran pada hal-hal positif yang bisa membangun kembali kehidupan saya. Selain itu, penting juga untuk menjaga kesehatan fisik dan mental. Melakukan kegiatan seperti olahraga ringan, meditasi, atau menikmati hobi lama bisa membantu melepas stres dan memulihkan semangat. Dalam kasus Davika, tragedi dan pengkhianatan yang ia alami sangat berat, tapi ini juga merupakan kesempatan untuk menemukan kekuatan baru dan belajar mencintai diri sendiri tanpa bergantung pada orang lain. Kisah ini mengingatkan kita bahwa meskipun masa lalu penuh luka, masa depan masih penuh harapan. Perceraian dan pengkhianatan memang meninggalkan bekas, tetapi bukan akhir dari segalanya. Setiap orang memiliki jalan untuk bersinar kembali, asal kita mau berusaha dan membuka hati untuk melangkah maju. Jadi, bagi yang sedang mengalami hal serupa, ingatlah bahwa kamu tidak sendiri. Ada banyak cara untuk pulih dan bangkit lebih kuat dari sebelumnya.

