KETUA OSIS DINGIN ITU SUAMIKU (1)
Hari berikutnya. Rania pun telah sampai di sekolah lebih dulu. Sedangkan Erlan beberapa menit setelahnya.
Keduanya datang ke sekolah dengan kendaraan berbeda. Rania turun dari angkutan umum, sedangkan Erlan dengan motornya. Ketika berpapasan pun, baik Rania maupan Erlan sama-sama bersikap seolah tidak saling melihat.
Keduanya sudah sama-sama sepakat, untuk tidak saling menyapa, meskipun status yang dijalani sekarang telah sah menjadi suami istri.
"Rania tralalala!"
Rania menghentikan langkahnya. Suara serta panggilan itu, sangat ia kenali. Ya, siapa lagi kalau bukan Eva.
"Gue udah bilang. Jangan panggil gue dengan sebutan Rania tralalala," deng-usnya ke-sal.
Rania kembali mengay-unkan kakinya. Mengabaikan Eva yang men-gekor di belakangnya
Sementara itu, Erlan telah memarkirkan motornya di tempat seharusnya. Kedua matanya sempat menangkap pergerakan Rania di sana.
"Erlannn!!!" Dua gadis c e n t i l menghampiri Erlan yang baru saja melepaskan helmnya.
Remaja tampan yang selalu bersikap dingin itu, menaikkan sebelah alisnya. Bertanya-tanya, kepada dirinya didatangi dua gadis sekaligus?
"Ini sarapan buat kamu." Salah satu gadis menyodorkan kotak makan, yang entah apa isinya itu?
"Aku minta Mamaku, untuk buatkan sarapan ini. Kamu bisa makan ini, saat jam istirahat nanti, seandainya kamu belum sarapan itu juga." Gadis itu tersi-pu m a l u. Menatap Erlan dari jarak sedekat ini, membuat jan-tungnya tidak baik-baik saja.
"Aku bawain minuman khusus buat kamu, biar kamu enggak kehausan di kelas nanti." Gadis lainnya menyodorkan botol minum yang terbuat dari aluminium itu.
"Aku enggak tahu, minuman kesukaan kamu apa? Aku berharap, kamu suka sama minuman yang aku bawain untuk kamu."
Ekspresi gadis itu, tidak kalah dengan temannya. Keduanya tersenyum m@lu-malU. M@lu-malVin.
Hahaha ...
Sementara Erlan tidak mengambil dua pemberian itu dan tidak juga menjawab. Dia langsung saja melenggang pergi, tanpa kata.
Dua gadis itu, menatap kepergian Erlan. Pesona remaja tampan yang sudah berstatus suami orang itu, mampu memb-ius keduanya.
Mereka masih menganggap Erlan jomblo ganteng yang cintanya harus diperjuangkan. Padahal kenyataannya, Erlan sudah memiliki pawang.
***
"Ra, lihat tuh," gOd-a Eva seraya melik Erlan yang baru saja masuk ke ruangan.
"Lihat apa?" Rania menjawab dengan nada ket-us seraya melirik sekilas suaminya dan kembali fokus membaca.
"Tuh, idola baru." Eva yang sempat terpana saat melihat Erlan pun menoleh pada Rania. Dia bErdengu-s ke-sal, lantaran Rania begitu asyik dengan dunianya sendiri.
"Woi, Ran! Sibuk banget baca. Emang apa serunya baca si, padahal ada cowok ganteng di kelas kita, tapi lu malah anggurin," protes Eva cukup ker-as, alhasil membuat Rania geram.
Dia menutup buku paketnya hingga terdengar suara nyaring, kemudian menatap n a n a r Eva.
"Gue lebih baik baca, dari pada liatin cowok. Liatin dia, buang-buang waktu tau. Memangnya siapa dia, buat gue? Dia, enggak bawa keuntungan buat gue. Paham kan lu!" ben-tak nya tanpa berkedip, kemudian kembali ke posisi duduk semula, yaitu menghadap ke meja dan membuka kembali buku tersebut.
Suasana hatinya menjadi kaca, bukan karena ucapan Eva, melainkan Erlan yang dalam waktu singkat langsung mengubah kehidupannya.
"Iya, si. Biasa aja, enggak usah ngegas gitu. Gue kan cuma ngomong doang. Ya udah kalau lu enggak mau lihat mah. Biar gue aja. Awas aja nanti, kalau akhirnya lu suka sama dia," sungut Eva, segera mengubah posisi duduknya menjadi membelakangi Rania
||•||
Baca selengkapnya di aplikasi KBM
Judul: KETUA OSIS DINGIN ITU SUAMIKU
Penulis: TitikBalikAuthor
#ketuaosisdinginitusuamiku #kbmapp #trending #viralvideo #fypage













































