Taman Kota Kendari
TAMAN KOTA KENDARI mengusung tema “Urban Living Space, The Cultural Face of Tolaki.”
Pengembangan taman seluas 38.912 m² ini bertujuan untuk menciptakan taman kota yang inklusif dan berkelanjutan, yang berakar pada nilai-nilai budaya lokal, sebagai ruang hidup bersama yang mampu menginspirasi, memperkuat identitas kota, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Desain pola taman bunga terinspirasi dari motif batik khas Kendari, yang sarat akan makna filosofis, nilai estetika, serta warisan sejarah masyarakat Sulawesi Tenggara.
Dengan penataan zoning yang jelas, mulai dari plaza utama, amphitheater, taman tematik, area edukasi dan taman bermain anak, area olahraga luar ruang, hingga jalur jogging dan sepeda—taman ini dirancang untuk mengakomodasi beragam aktivitas sosial, budaya, dan rekreasi dalam satu kawasan yang terintegrasi.
Integrasi ruang terbuka hijau, sirkulasi pejalan kaki yang nyaman, fasilitas publik pendukung, serta elemen ikonik seperti Monumen Kalosara, memperkuat identitas lokal sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan perkotaan secara keseluruhan.
(C) 2025 NFNDP
For collaboration, project inquiries, or further information, we welcome the opportunity to explore new ideas and partnerships in creating meaningful architectural destinations.
Mengunjungi Taman Kota Kendari memberikan pengalaman yang berbeda dari taman kota lain yang pernah saya kunjungi. Keunikan taman ini terletak pada inspirasi desainnya yang kuat dari motif batik khas Kendari, yang tidak hanya mempercantik pemandangan tapi juga membawa makna filosofis yang mendalam. Sebagai seseorang yang sering mencari tempat yang nyaman untuk berolahraga dan bersantai, saya sangat mengapresiasi tersedianya jalur jogging dan sepeda yang terintegrasi dengan baik di taman ini, membuat aktivitas outdoor semakin menyenangkan. Selain itu, keberadaan zona-zona yang ditata secara spesifik seperti plaza utama, amphitheater, dan taman tematik sangat memudahkan pengunjung untuk memilih aktivitas sesuai keinginan. Saya pernah mengikuti acara seni di amphitheater dan merasakan atmosfer kebersamaan yang hangat antar warga. Area edukasi dan taman bermain anak pun menjadi ruang yang tepat untuk keluarga menghabiskan waktu berkualitas, sambil mengenalkan nilai-nilai budaya Tolaki melalui aktivitas yang edukatif. Keberadaan Monumen Kalosara sebagai ikon taman juga menambahkan nilai historis dan kebanggaan lokal bagi warga Kendari. Ruang terbuka hijau yang luas dan sirkulasi pejalan kaki yang nyaman membuat taman ini terlihat asri dan menjaga keseimbangan ekologis di tengah kota. Melalui pengalaman ini, saya melihat bagaimana Taman Kota Kendari bukan sekadar ruang publik biasa, tapi sudah menjadi jantung sosial dan budaya yang mendukung kehidupan urban yang sehat dan berakar kuat pada identitas lokal Sulawesi Tenggara.




















