Kota Denpasar
3/20 Diedit ke

... Baca selengkapnyaOgoh-Ogoh adalah bagian penting dari tradisi Bali yang disambut setiap tahun menjelang Hari Nyepi. Di Banjar Gemeh, kreasi Ogoh-Ogoh tidak hanya menjadi ajang pamer seni rupa tapi juga media edukasi dan kritik sosial yang dikemas melalui patung-patung raksasa yang mencolok. Dalam pengalaman saya mengikuti perayaan Ogoh-Ogoh di Denpasar, khususnya di Banjar Gemeh, saya melihat betapa setiap detail patung dibuat dengan penuh cinta dan makna. Tokoh-tokoh mitologis, makhluk gaib, hingga sosok yang menggambarkan isu sosial dan lingkungan sering kali menjadi inspirasi utama. Persiapan membuat Ogoh-Ogoh biasanya dimulai beberapa minggu sebelum Hari Pengrupukan, melibatkan seluruh warga banjar. Kegiatan ini bukan hanya soal seni tapi mempererat kebersamaan dan gotong royong antar anggota masyarakat. Selain keindahan visualnya, Ogoh-Ogoh juga berfungsi sebagai simbol pengusiran roh jahat dan pembersihan diri secara spiritual. Pada malam pengrupukan, Ogoh-Ogoh diarak keliling desa dengan diiringi musik tradisional gong dan gamelan, menciptakan suasana magis dan penuh semangat. Bagi yang ingin merasakan langsung keunikan budaya Bali, menyaksikan dan berpartisipasi dalam proses pembuatan dan pawai Ogoh-Ogoh di Banjar Gemeh bisa menjadi pengalaman tak terlupakan. Perayaan ini tidak hanya memperlihatkan hasil seni yang luar biasa, tetapi juga menunjukkan kekayaan budaya dan nilai-nilai spiritual asli Bali yang masih sangat dijaga dan dihormati sampai saat ini. Memasuki Nyepi 2026, tradisi ini tetap bertahan sebagai bukti kekuatan adat dan seni dalam menjaga keharmonisan antara manusia, alam, dan roh leluhur.