Pertamakali makan jagung ketan langsung suka
Jujur, sebelum kenal jagung pulut Makassar aku taunya cuma jagung biasa yang direbus atau dibakar. Pas pertama kali dikasih coba jagung putih ini, rasanya beda banget. Teksturnya lebih pulen, agak lengket kayak ketan, tapi tetap ada rasa manis khas jagung. Dari situ aku jadi penasaran dan mulai cari tahu tentang jagung pulut Makassar. Di Makassar, jagung pulut biasanya dinikmati sebagai camilan atau sarapan sederhana. Ada yang suka makan jagung putih ini cuma direbus dengan sedikit garam, terus dimakan hangat-hangat. Ada juga yang menambahkan parutan kelapa muda di atasnya, plus sedikit gula pasir atau gula merah cair, rasanya jadi mirip jajanan tradisional yang nagih banget. Kalau kamu baru pertama kali mau coba, aku saranin mulai dari jagung pulut rebus biasa dulu. Rasakan bedanya dengan jagung kuning yang sering kita makan. Jagung putih ini lebih kenyal, dan menurutku lebih mengenyangkan, mirip makan nasi ketan. Setelah itu baru coba variasi lain, misalnya jagung pulut dengan kelapa parut, atau ditambah sedikit susu kental manis kalau kamu suka rasa manis. Dari pengalaman pribadi, jagung pulut Makassar enak banget dimakan sore hari ditemani teh hangat. Kadang aku bikin stok beberapa tongkol jagung putih, lalu direbus setengah matang dan disimpan di kulkas. Tinggal dipanaskan lagi kalau pengin ngemil. Praktis dan tetap enak. Untuk kamu yang belum pernah lihat jagung putih, bentuknya mirip jagung biasa tapi bijinya berwarna putih susu. Kalau beli di pasar tradisional, kamu bisa tanya langsung ke penjual jagung, biasanya mereka sudah paham kalau kita cari "jagung pulut" atau "jagung ketan". Harganya biasanya sedikit lebih mahal dari jagung biasa, tapi menurutku sepadan sama rasanya. Aku juga sempat coba bandingkan jagung pulut Makassar dengan jagung putih biasa dari daerah lain. Yang khas Makassar ini cenderung lebih pulen dan legit, mungkin karena jenis varietasnya beda. Jadi kalau kebetulan kamu lagi di Makassar atau ada yang jual jagung pulut khas sana, wajib banget dicoba. Buat yang suka bereksperimen di dapur, jagung pulut bisa diolah jadi berbagai menu: dicampur santan dan gula untuk bikin bubur jagung putih, dijadikan topping es campur, atau diolah jadi kudapan manis ala rumahan. Dari satu bahan sederhana, bisa jadi banyak menu kreatif. Sejak pertama kali makan jagung ketan putih ini dan langsung suka, setiap lihat jagung pulut di pasar rasanya pengin beli. Pelan-pelan jagung putih jadi salah satu comfort food versi aku. Kalau kamu juga penasaran, coba deh sekali, siapa tahu seleramu mirip dan langsung jatuh cinta juga sama jagung pulut Makassar.























Lihat komentar lainnya