Kerjakan apa yg bisa kamu kerjakan, jangan memaksa
Dulu aku tipe orang yang gampang banget berkata, "kamu harusnya begini" ke orang lain. Rasanya pengin semua berjalan sesuai cara pikirku. Tapi makin ke sini, aku sadar: jangan memaksa orang lain, sama seperti kita juga nggak mau dipaksa. Pernah ada momen aku maksa teman buat berubah lebih cepat, menurut standar versiku. Aku pikir itu demi kebaikan dia. Nyatanya, dia malah menjauh. Dari situ aku belajar, setiap orang punya waktunya sendiri. Kita cuma bisa mengingatkan, bukan mengatur hidup mereka. Sekarang aku lebih fokus ke: kerjakan apa yang bisa kamu kerjakan. Kalau aku mau hubungan lebih baik, yang bisa kulakukan adalah memperbaiki cara komunikasiku dulu. Kalau aku pengin dimengerti, aku coba belajar menjelaskan perasaanku pelan-pelan, tanpa marah dan tanpa maksa orang langsung paham. Jangan memaksakan apa yang tidak kamu bisa itu juga berlaku saat menghadapi karakter orang lain. Ada orang yang memang beda banget prinsipnya sama kita. Daripada habisin energi buat maksa mereka berubah, aku pilih menjaga batas diri: tahu kapan harus mundur, kapan cukup sampai di situ. Itu bukan berarti kita jahat, tapi kita menjaga diri sendiri. Aku juga pelan-pelan belajar menerima bahwa kita manusia dan punya pilihan. Kita boleh memilih untuk nggak ikut drama, boleh memilih diam daripada debat panjang, boleh memilih pergi dari situasi yang bikin mental capek. Kadang yang terbaik bukan memaksa orang berubah, tapi memilih lingkungan yang lebih sehat buat diri sendiri. Be good bukan berarti jadi sempurna, tapi tetap berbuat baik tanpa mengorbankan kewarasan hati sendiri. Buat kamu yang sekarang lagi merasa pengin banget orang lain berubah sesuai maumu, coba berhenti sebentar. Tanyakan ke diri sendiri: apa yang benar-benar bisa aku kerjakan, tanpa harus memaksa? Mulai dari situ dulu, pelan-pelan. Yang lain biar Tuhan dan waktu yang urus.
