Siapa Disini yang Juga Penggemar Penguin?
Aku suka penguin karena dua alasan:
1. Imut. Gendut. Menggemaskan. PERIOD.
2. Kata orang bibirku mirip penguin. WKWKWKWK.
Tapi kalau mau ngomongin sisi filosofisnya, sebenarnya yang kusukai bukan cuma imutnya.
Penguin mengingatkanku bahwa hidup bukan tentang tetap menjadi diri yang dulu. Kadang hidup memaksa kita berubah, beradaptasi, bahkan melepaskan hal-hal yang pernah kita banggakan.
Jutaan tahun lalu, nenek moyang penguin adalah burung yang bisa terbang. Namun karena perubahan lingkungan, mereka beradaptasi menjadi penyelam, lalu berevolusi menjadi perenang yang luar biasa.
Mungkin hidup memang begitu ya.
Tidak semua perubahan diri adalah kehilangan.
Kadang itu hanya bentuk lain dari pertumbuhan.
Kita sering merindukan diri kita yang dulu. Masa kecil, masa remaja, saat hidup terasa lebih sederhana dan dunia belum terlalu rumit.
Tapi semakin dewasa, masalah hidup sering memaksa kita berubah demi bertahan.
Yang tadinya polos banget, harus belajar sedikit curiga supaya tidak mudah ditipu.
Yang tadinya ramah ke semua orang, jadi harus pasang batas dan lebih selektif.
Kadang rasanya banyak politik, banyak drama, banyak hal yang tidak sesuai harapan.
Tapi di tengah semua perubahan itu, jangan sampai kehilangan bagian terbaik dari diri kita.
Berevolusi boleh.
Tapi berevolusilah seperti penguin. Dimana versi barunya:
Tetap menggemaskan.
Tetap hangat.
Tetap baik. 🐧💗
#PenguinLover #AkuBanget #PenguinLife




























