kenapa ya?!!, orang dulu tuh suka ada aja gebrakannya tentang ngajarin anak-anak dijaman sekarang.
▶️ Anak ku jajan kewarung, dan ngborol sama ibu warung tentang nominal uang/harga, pertambahan dan perkalian.. 🗣 ayo jadi berapa permen nya ada 2 dikali 500. 👶anakku cuma liat ke aku dgn tampang gk tau dan gak ngerti👀.
Jelas lahhhh aku rada ngenes, dalam hati "ya ampun, anakku injak di TK aja belum. aku baru ngajarin tentang adab, tolong, terimakasih, maaf, sopan gak sopan, baik dan gak baiknya". lah dengan luwes nya nanya.
🗣 harus dikasih tau baca dan hitung, biar nanti di TK nya tenang.
🧕👀👀👀👀👀👀👀
angka/huruf baru aku kenal kan satu satu; A B C atau 1 2 3 atau alif ba ta tsa dan warna.
Motorik kasar atau motorik halus dan sensorik.
Anak tau dan mengenal aja udh cukup di fase nya.
aku langsung peluk dan bantu jawab anakku, 🧕 aa belum tau uang buu😊 (sambil senyum)
dan ucap terimakasih, pulang deh 😌😌😌
》Ada yg pernah ngalamin jiga gak ??
》Kalo buat mama yg lain gimana, untuk anak 4 tahun 2 bulan tentang belajar calistung nya ???
... Baca selengkapnyaSebagai orang tua, kadang kita merasa tekanan untuk mengajarkan anak membaca dan berhitung begitu cepat. Saya sendiri pernah mengalami situasi di mana anak saya yang baru berusia 4 tahun dua bulan diajak ngobrol di warung soal nominal uang dan perhitungan sederhana. Awalnya saya merasa agak 'ngenes' karena dia pun belum benar-benar paham konsep angka dan calistung, apalagi baru kenal macam-macam huruf dan angka secara sederhana.
Dari pengalaman saya, penting untuk mengenalkan hal-hal dasar terlebih dahulu seperti sopan santun, adab, dan pengembangan motorik sebelum terlalu fokus pada calistung yang bisa membuat anak kewalahan. Anak-anak di usia dini memang butuh waktu untuk mengerti dan tidak harus dipaksa cepat belajar hitung dan baca. Bila mereka menunjukkan rasa penasaran, kita bisa ikut membantu dengan cara yang fun dan santai.
Saya juga memperhatikan bahwa kebiasaan anak belajar bisa sangat terpengaruh oleh lingkungan. Jadi, memilih momen yang tepat dan suasana yang nyaman sangat membantu anak merasa enjoy belajar tanpa merasa tertekan. Misalnya, lewat permainan, cerita, atau ngobrol tentang sesuatu yang mereka sukai. Jangan lupa juga memberikan apresiasi sederhana seperti pujian dan ucapan terima kasih agar anak merasa dihargai.
Untuk para mama yang sedang berjuang mengajarkan calistung, cobalah untuk lebih rileks dan biarkan belajar terjadi secara alami. Kadang, pengalaman di luar kelas seperti di warung atau saat bermain bisa jadi media belajar yang menyenangkan bagi anak. Saya juga pernah mengajak anak naik sepeda keseimbangan sambil menyebut angka-angka dan warna, yang ternyata membuat anak lebih semangat belajar.
Kesimpulannya, mengenalkan calistung pada anak usia pra-TK harus disesuaikan dengan fase perkembangan dan tidak harus terburu-buru. Fokuslah pada pengembangan motorik kasar dan halus, pengenalan sensorik, serta nilai-nilai sosial yang mendasar dulu. Anak saya sendiri mendapatkan manfaat besar dari metode santai dan penuh kasih sayang ini.
Semoga cerita dan pengalaman ini bisa jadi inspirasi untuk para orang tua lainnya dalam menemani tumbuh kembang buah hati dengan bahagia dan tidak stres!