... Baca selengkapnyaWaktu pertama kali aku coba lacak rumah saya di Google Maps, rasanya campur aduk antara penasaran dan deg-degan. Aku ketik nama jalan, lalu pelan-pelan zoom in sampai ketemu posisi rumah. Ternyata seru banget lihat bagaimana rumah dan tokoku berubah dari tahun ke tahun di Street View.
Buat kamu yang juga mau cek kategori rumah pribadi di Google Maps atau sekadar nostalgia, ini langkah yang biasanya aku lakukan:
1. Buka Google Maps, ketik alamat selengkap mungkin (nama jalan, RT/RW, kelurahan).
2. Kalau titiknya belum pas, geser map sampai ketemu posisi rumah yang benar.
3. Aktifkan mode Street View (tahan dan tekan di titik rumah, lalu pilih Street View kalau tersedia).
4. Di pojok kiri atas biasanya ada pilihan tahun, kamu bisa klik panah kecil untuk melihat tampilan rumahmu di tahun-tahun sebelumnya.
Dari situ aku baru sadar, di tahun 2015 rumah/toko aku masih sederhana banget, atap genteng coklat, dinding biru muda, cuma ada spanduk kecil seperti tulisan "Apache" dan tanda "GOLD". Lalu di 2021 berubah jadi usaha kuliner "Kebab & Burger" dengan dinding putih, hitam, dan kuning, lengkap dengan spanduk harga "Kebab Small 6.000" dan "Kebab & Burger 8.000". Tahun 2022 makin berwarna, muncul nama "Perfetto Kebab & Burger" dengan dominasi biru, kuning, oranye dan beberapa papan bertuliskan "Perfetto". Di 2023 branding-nya berganti lagi jadi "ETTO" tapi tetap Kebab & Burger, plus ada stan kecil bertuliskan "BROWNIES LUMER" dan tulisan "AGEN AI" di bagian depan.
Soal kategori rumah pribadi di Google Maps, kadang titik rumah kita otomatis terbaca sebagai "rumah", "toko", atau bahkan belum ada kategorinya. Pengalaman aku, kalau rumah kamu juga dijadikan tempat usaha kecil seperti warung atau toko, Google Maps bisa saja menampilkannya sebagai bisnis. Kalau kamu merasa kategorinya kurang pas, kamu bisa:
1. Klik titik lokasi rumah/tokomu di Maps.
2. Pilih "Saran edit" atau "Suggest an edit".
3. Ubah nama tempat, kategori (misalnya Rumah, Toko Kelontong, Kebab & Burger, dan lain-lain), lalu simpan.
Perlu diingat, tidak semua usulan langsung disetujui, biasanya akan ditinjau dulu. Tapi menurutku ini berguna supaya kalau orang coba lacak rumah saya atau cari kebab di daerahku, mereka bisa lebih mudah menemukan.
Hal lain yang aku suka dari Google Maps adalah fungsinya sebagai album kenangan gratis. Aku bisa bandingkan masa ketika rumahku masih polos, sampai sekarang lebih berwarna dan ramai dengan papan nama dan spanduk. Buat yang lagi bangun usaha di rumah, fitur ini juga bisa jadi dokumentasi perkembangan bisnismu dari tahun ke tahun.
Kalau kamu punya waktu, coba deh lacak rumah sendiri dan lihat Street View dari beberapa tahun ke belakang. Siapa tahu kamu juga bakal menemukan perubahan yang bikin kamu merasa lebih bersyukur, sama seperti aku waktu melihat perjalanan rumah dan tokoku di lensa Google Maps.