Pengalaman Mpasi pertamaku

Masa mpasi adalah masa yang paling aku tunggu, karena aku sudah tidak sabar ingin sekali menyuapi anakku..

dengan senang hati aku menyiapkan semua bahan untuk mpasi dan aku buat sepenuh hati, aku sangat senang melihat mpasi buatanku dilahap habis oleh anakku 🫶

Tapi,

ada masanya anakku tidak mau makan mpasi yang aku buat. rasanya pikiran kemana-mana, apa yang salah ? selalu aku coba perbaiki dari segi rasa, tekstur dan bahan-baham mpasi aku koreksi kembali. apakah anakku bosan ? aku coba ganti prohe, sayur dan karohidrat. tapi ternyata tetap saja anakku tidak mau makan. akhirnya aku berpikir lagi apakah anakku bosan makan bubur yang dia lihat tampilannya begitu2 saja. akhirnya aku inisiatif membut fingerfood. tapi tetap saja anakku tidak mau makan,akhirnya aku menyerah dan memberi apa yang anakku mau saja dan saat itu anakku hanya mau makan buah saja.

aku berpikir kembali kalau makan buah saja bagaimana kebutuhannya akan terpenuhi karbobidrat, sayur dan prohe.

dan disinilah mulai aku berpikir lagi, aku inisiatif memberi ubi yang aku kukus, ternyata anakku langsung aprove, besoknya ngide lagi aku kasih telur rebus, dan ya dia aprove lagi. Rasanya aku bahagia sekali akhirnya ada makanan berat yang anakku mau makan.

karbo tidak harus selalu nasi dan makanan tidak harus selalu berbentuk bubur (pada saat aku memberikan ubi dan tekur rebus disini usia anakku sudah sekitar 9 bulan ya, tentunya aku berikan tekstur sesuai yang anakku bisa makan).

boleh sharing pengalaman bunda2 di kolom komentar yaa...

siapa tau menjadi inspirasiku untuk mpasi anak keduaku nanti 🫶

#PengalamanKu #mpasi #TipsLemon8

4/20 Diedit ke

... Baca selengkapnyaMemasuki masa MPASI memang menjadi tantangan sekaligus kebahagiaan tersendiri bagi setiap orangtua. Dari pengalaman saya, penting sekali untuk memperhatikan variasi tekstur, rasa, dan penyajian agar anak tidak bosan dan tetap semangat makan. Selama proses ini, saya belajar bahwa karbohidrat tidak harus selalu berupa nasi atau bubur biasa. Misalnya dengan menghidangkan ubi kukus sebagai sumber karbo yang lembut dan mudah dicerna bagi bayi. Selain itu, protein hewani seperti telur ayam kampung rebus juga sangat baik karena kaya nutrisi. Membuat fingerfood menjadi alternatif yang menyenangkan bagi anak yang mulai belajar makan sendiri. Dengan ukuran yang sesuai dan tekstur yang pas, fingerfood bisa merangsang motorik halus sekaligus meningkatkan minat makan si kecil. Namun, jika anak menolak, jangan langsung berkecil hati. Cobalah sabar dan terus eksplorasi bahan-bahan lain yang sehat dan variatif. Dalam pengalaman saya, anak kadang butuh waktu beradaptasi dengan rasa dan tekstur baru. Ada kalanya ia lebih menyukai buah segar karena manis dan segar, tapi tetap perlu pelengkap dari sumber protein dan sayuran agar kebutuhan gizinya seimbang. Penting juga untuk tetap menjaga kebersihan dan keamanan makanan, terutama saat mencoba bahan baru. Saling berbagi pengalaman dengan ibu-ibu lain yang juga sedang menghadapi masa MPASI sangat membantu memberi ide dan dukungan moral. Setiap anak punya selera yang berbeda, jadi kunci utama adalah kreatif dan tetap sabar dalam memperkenalkan makanan. Akhirnya, jangan lupa menikmati proses MPASI sebagai momen bonding yang menyenangkan dengan buah hati. Memberi anak makanan yang bergizi dan variatif dari awal bisa membangun kebiasaan makan sehat dan rasa sayang terhadap makanan yang baik untuk tumbuh kembangnya.