THR bosss kugh #masukberandafyp #masukberanda #trendingvideo #biralvideo #fypage @aul
Aku pernah ada di posisi yang sama: bukannya dapat THR uang tunai, atasan malah ngasih THR berupa sembako. Awalnya jujur agak kaget, soalnya di bayangan udah mikir bisa pakai THR buat belanja ini itu. Tapi setelah dipikir lagi, sembako itu sebenarnya bentuk perhatian juga, apalagi kalau isinya beras, minyak, gula, mie, dan kebutuhan dapur lain yang pasti kepakai. Menurutku, saat atasan memberi THR berupa sembako, tindakan pertama yang paling tepat adalah menerima dengan sopan dan berterima kasih. Jangan langsung dibanding-bandingkan dengan tempat kerja lain atau teman lain yang dapat THR uang. Ingat, setiap perusahaan punya kebijakan berbeda dan kadang kondisi keuangan kantor juga memengaruhi bentuk THR. Biasanya aku langsung cek isi paket sembako, terus aku pilah mana yang cepat habis masa pakainya, mana yang bisa disimpan lebih lama. Misalnya minyak goreng dan beras, itu langsung jadi stok utama di dapur. Gula, teh, kopi, dan mie instan bisa jadi cadangan kalau akhir bulan lagi seret. Dengan cara ini, THR sembako terasa banget bantu keuangan, karena beberapa minggu ke depan aku jadi lebih hemat belanja bulanan. Kalau ada isi sembako yang kira-kira jarang dipakai di rumah, aku kadang bagi ke orang tua atau tetangga yang lebih membutuhkan. Menurutku, berbagi dari rezeki THR itu juga salah satu bentuk rasa syukur. Di momen seperti ini, doa "Do'a Borreg terkabuL" seolah kerasa: kita diberi rezeki dalam bentuk yang mungkin sederhana, tapi tetap bermanfaat kalau dimanfaatkan dengan bijak. Dari sisi hubungan kerja, menerima THR sembako dengan sikap positif juga bikin atasan merasa dihargai. Kalau ada kesempatan ngobrol santai, aku biasanya menyampaikan terima kasih secara langsung, tanpa menyinggung soal bentuk THR. Kalau memang ingin menyampaikan masukan, lebih baik lewat forum resmi atau saat evaluasi kerja, dengan bahasa yang sopan, misalnya berharap ke depan ada opsi THR uang tunai atau voucher. Intinya, tindakan kita saat menerima THR sembako sangat menentukan: apakah kita fokus ke kekurangannya, atau melihat manfaat yang bisa diambil. Pengalaman pribadiku, ketika aku belajar ikhlas dan kreatif memanfaatkan isi sembako, justru kebutuhan dapur selama Ramadan dan lebaran jadi lebih aman. Jadi, aku sekarang lebih santai; mau THR uang atau sembako, tetap aku syukuri dan aku atur baik-baik penggunaannya buat keluarga.




















