Ada satu hal yang baru aku sadari belakangan iniā¦
Ternyata, ketika aku membagikan momen bahagiaku, ada seseorang yang sikapnya ikut berubah.
Dulu hangat, sekarang terasa menjauh.
Dulu cepat membalas, sekarang jadi dingin.
Padahal aku cuma berbagi hal-hal kecil yang membuat hatiku penuh.
Awalnya aku bingung, āAku salah apa?ā
Tapi makin ke sini aku sadar:
Kadang kebahagiaan kita bisa memantul jadi rasa sakit untuk orang lain.
Bukan karena aku salah bahagia, dan bukan karena mereka salah merasa.
Mungkin mereka sedang di fase hidup yang tidak mudah.
Mungkin mereka sedang menunggu sesuatu yang belum kunjung datang.
Mungkin mereka diam-diam sedang membandingkan dirinya.
Dan itu manusiawi.
Aku belajar satu hal:
Kebahagiaan tetap perlu dirayakan, tapi tidak semua orang siap menerimanya.
Dan itu bukan salah siapa-siapa.
Hanya tanda bahwa setiap hati punya perjalanan masing-masing.
Sekarang aku memilih untuk tetap bahagia, tetap berbagi, tapi juga tetap peka.
Karena aku tahu, setiap orang punya luka yang tidak terlihat.
Untuk kamu yang mungkin ikut merasa berat melihat postinganku, maaf kalau tanpa sengaja lukamu tersentuh. Aku tetap doakan yang baik untukmu, semoga kebahagiaan yang aku rasakan hari ini suatu saat ikut sampai ke hidupmu juga š¤āØ
Seringkali, ketika aku berbagi kebahagiaan melalui postingan, aku melihat sikap teman-teman yang berubah. Misalnya, yang dulu hangat tiba-tiba jadi dingin saat aku bahagia. Aku mulai menyadari itu bukan karena aku salah, tapi mungkin mereka sedang menghadapi masa sulit atau perasaan tidak terpenuhi. Hal ini mengajarkan aku untuk lebih peka dan memahami bahwa setiap orang punya perjalanan hidup dan perasaan yang berbeda. Kebahagiaan bukanlah tentang membuat orang lain merasa kurang, tapi tentang merayakan diri sendiri tanpa menjatuhkan. Aku juga merasa penting untuk tetap berbagi momen berharga supaya orang lain bisa merasakan energi positif, tapi tetap dengan pengertian jika ada yang belum siap menerima. Dengan cara ini, aku harap bisa menginspirasi dan menjaga hubungan baik tanpa menimbulkan rasa tidak nyaman. Dalam foto-foto yang aku bagikan, aku dan teman-teman hijabers sedang merayakan kebersamaan dan kebahagiaan kami, sebuah momen nyata dan tulus. Ini menjadi pengingat bahwa setiap kebahagiaan memiliki cerita di baliknya dan setiap orang berhak menjalani prosesnya masing-masing.
