Suasana pasar jaman dulu #pasar #jamandulu #tahun80an #tahun90an #fyp
Kalau ingat suasana pasar jaman dulu, rasanya beda banget sama sekarang yang serba belanja online. Dulu sebelum digempur belanja online, kalau mau beli apa-apa ya harus datang langsung ke toko atau pasar. Dari belanja sayur, baju lebaran, sampai perlengkapan sekolah, semuanya dibeli di pasar tradisional. Yang paling aku ingat, dari gerbang pasar aja udah kerasa suasananya: ramai, padat, tapi hangat. Penjual teriak nawarin dagangan, "Sayur, sayur segar!", suara ibu-ibu nawar harga, sampai suara becak atau ojek yang nunggu penumpang di depan pasar. Kadang lantainya becek, baunya campur antara bumbu dapur, ikan, daging, dan jajanan pasar, tapi justru itu yang bikin suasananya khas. Jaman dulu kalau mau beli barang, kita benar-benar harus meluangkan waktu. Bangun pagi-pagi biar dapat sayur yang masih segar. Jalan di lorong-lorong sempit antar kios, sesekali berhenti kalau lihat barang menarik. Belum lagi ritual tawar-menawar, yang menurutku justru jadi seni tersendiri. Penjual buka harga tinggi, pembeli nawar setengahnya, lalu ketemu di tengah. Ada rasa puas sendiri kalau berhasil dapat harga murah. Di pasar juga terasa banget interaksinya. Banyak yang sudah langganan sama pedagang tertentu. Misalnya, tukang sayur langganan yang sudah hafal selera kita, atau penjual baju yang suka kasih diskon kalau sering beli. Hubungan antara pembeli dan penjual itu nggak sekadar transaksi, tapi ada obrolan ringan, candaan, bahkan saling tukar kabar. Hal-hal kayak gini yang nggak bisa digantikan sama keranjang belanja di aplikasi. Sekarang, belanja memang jauh lebih praktis. Tinggal klik, barang diantar sampai rumah. Tapi kadang aku kangen masa ketika "tempat belanja sebelum digempur belanja online" itu masih jadi tujuan utama tiap akhir pekan. Kangen jalan di pasar sambil pegang kantong belanjaan, kangen jajanan pasar yang dimakan di tempat, sampai kangen rasa capek tapi puas setelah keliling pasar. Menurutku, sesekali nggak ada salahnya kembali ke pasar tradisional buat merasakan lagi suasana pasar jaman dulu. Selain nostalgia, kita juga ikut bantu pedagang kecil supaya tetap hidup di tengah maraknya belanja online. Walaupun zaman sudah berubah, kenangan tentang pasar jaman dulu selalu punya tempat tersendiri di hati banyak orang yang pernah mengalaminya.




















