Disini aku mau cerita, tapi sebelum itu aku mau tanya dulu deh gini "kalau semisal kamu ditanyain orang-orang dengan sesuatu hal yang mungkin belum terwujud kan atau apalah, mohon maaf yaa sebelum nya contoh nya;, " kamu kapan nikah?, kamu kapan sih punya anak?, kenapa muka mu jerawatan parah dan masih banyak lagi".
Pasti ada rasa gimana gitu yakan, jadi nya gak enak apa lagi kalau aku ditanya kapan wisuda!😌
Seolah-olah jawabannya harus ada di depan mata. Padahal kan setiap orang punya jalannya masing-masing, punya proses yang berbeda-beda juga.
Kadang rasanya pengen jawab, “Ini juga lagi diusahain kok, baru juga selesai ujian seminar proposal, doain aja biar lancar sampai akhir.”
Bukan berarti gak serius atau santai-santai aja, cuma yaa proses itu gak bisa dipaksa sama timeline orang lain. Kita juga berjuang kok, meski gak selalu kelihatan dari luar. Jadi kalau ditanya terus, bukannya makin semangat, malah jadi beban tersendiri.
Tapi ya balik lagi, setiap langkah kecil itu tetap kemajuan. Baru selesai sempro aja udah satu langkah besar. Tinggal sabar jalanin, pelan-pelan tapi pasti, sampai akhirnya bisa pakai toga juga.
"Sekali lagi saya memohon maaf jika ada salah kata yang menyinggung perasaan dan doakan juga semoga saya bisa segera menyelesaikan kuliah dan lulus dengan lancar. Untuk teman-teman yang ada di Lemonade atau orang-orang yang masih berproses dan belum terwujud keinginannya, semoga Allah mudahkan setiap langkahnya, dan apa yang kita wujudkan bisa segera tercapai di waktu terbaiknya. Aamiin🤲🏻.”
... Baca selengkapnyaPertanyaan seperti "kamu kapan wisuda?" atau "kapan lulus?" sering kali menjadi sumber stres dan tekanan tersendiri bagi banyak orang, khususnya yang masih berjuang menyelesaikan pendidikan. Dalam lingkungan keluarga maupun tetangga, pertanyaan ini bahkan sering berulang hingga membuat kepala terasa lelah, capek, pusing, dan menimbulkan stres karena merasa dipaksa mengikuti ekspektasi waktu orang lain.
Sebenarnya, setiap orang memiliki proses dan waktu masing-masing dalam mencapai tujuan seperti lulus kuliah atau meraih gelar. Tidak semua perjalanan kehidupan dapat dipaksakan atau disamakan dengan orang lain. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk saling menghormati proses tersebut dan memberikan dukungan, bukan tekanan berlebih.
Menghadapi pertanyaan yang berulang tentang status wisuda atau kelulusan memang tidak mudah. Namun, dengan menjelaskan bahwa kita sedang berjuang dan berproses dengan langkah kecil yang berarti, seperti misalnya baru saja selesai ujian seminar proposal, bisa membantu orang lain memahami bahwa kita serius meniti jalan ini meskipun hasil akhirnya belum nampak di depan mata.
Selain itu, penting juga bagi kita untuk sabar dan percaya bahwa setiap usaha yang dilakukan akan membuahkan hasil pada waktu terbaiknya. Berdoa dan meminta dukungan dari orang-orang di sekitar juga menjadi kekuatan tersendiri untuk melewati tahapan-tahapan sulit dalam hidup.
Bagi yang sedang mengalami situasi serupa, ingatlah bahwa tidak ada yang salah dengan proses lambat asalkan tetap berjalan maju. Jangan biarkan pertanyaan atau tekanan dari lingkungan membuat semangat kita padam. Bangunlah komunikasi yang baik dengan keluarga dan tetangga agar mereka juga bisa memahami dan memberikan ruang bagi kita untuk berkembang dengan nyaman.
Semua langkah kecil menuju impian, termasuk melewati masa ujian dan sempro, adalah pencapaian besar yang patut dibanggakan. Jadi, jangan malu atau stres menghadapi pertanyaan-pertanyaan tersebut, karena itu adalah tanda perhatian dari orang sekitar. Gunakan kesempatan ini untuk memberi pengertian dan menunjukkan bahwa perjalanan hidup setiap orang berbeda dan memerlukan dukungan, penghormatan, serta kesabaran bersama.
Lihat komentar lainnya