laa hawla wala quwata illa billah
Mengalami situasi di mana kita harus berpisah dengan orang yang sangat kita cintai memang sangat menyakitkan. Namun, selama perjalanan hidup, saya belajar bahwa Allah memiliki rencana terbaik yang mungkin belum bisa kita pahami saat itu juga. Saya pernah merasakan betapa sulitnya melepas seseorang yang saya harapkan menjadi bagian hidup selamanya, tapi saya mencoba untuk selalu berhusnuzon kepada Allah. Salah satu kunci penting yang saya pelajari adalah menerima bahwa setiap kenyataan yang tidak kita inginkan sebenarnya adalah bentuk penjagaan Allah untuk masa depan kita. Setelah waktu berlalu, saya menyadari bahwa perpisahan tersebut membawa saya pada pertemuan dengan seseorang yang justru menjadi penyempurna hidup saya. Ini menguatkan saya bahwa ketika Allah memegang kendali, segala sesuatu diatur dengan kebaikan yang mungkin tidak terlihat di awal. Saya juga rutin mengingatkan diri sendiri dengan kalimat "laa hawla wala quwata illa billah," yang menjadi penguat ketika menghadapi ujian hidup. Dekat dengan Allah dan terus berhusnuzon membuat saya merasa tenang, bahkan dalam situasi paling sulit sekalipun. Oleh karena itu, saya percaya kepada siapa pun yang sedang berjuang menghadapi kehilangan atau kekecewaan, jangan pernah berhenti berdoa dan berprasangka baik kepada Allah. Percayalah bahwa Allah yang mengatur hidup kita tahu persis siapa yang terbaik untuk kita, dan kadang, kehilangan hari ini adalah pembuka jalan menuju kebahagiaan yang lebih besar di masa depan.





















































