pasar Beringharjo barat
Morning vibes
Setiap kali ke Jogja, rasanya belum lengkap kalau belum mampir ke Pasar Beringharjo. Kali ini aku sengaja eksplor bagian barat pasar yang suasananya rame banget, busy streets banget, tapi justru di situ serunya. Dari luar mungkin kelihatan biasa saja, tapi begitu masuk ke gang-gang sempitnya, vibes market vibes-nya kerasa banget. Buat yang belum pernah ke sini, Pasar Beringharjo ada di ujung selatan Malioboro, jadi tinggal jalan kaki aja dari jalan utama. Biasanya pasar sudah mulai buka sejak pagi, sekitar jam 07.00-an, dan makin siang makin ramai. Kalau mau lebih leluasa jalan dan nggak terlalu sumpek, aku saranin datang pagi hari. Morning vibes di Beringharjo itu enak buat foto-foto dan eksploring narrow alleys di dalam pasar. Di bagian barat ini banyak banget pilihan batik, dari kain meteran sampai baju jadi. Kalau kamu lagi mikir yang harus dibeli di Pasar Beringharjo itu apa, batik tetap jadi nomor satu. Ada batik tulis, cap, sampai yang pabrikan dengan harga yang lumayan terjangkau. Tipsku, jangan langsung beli di kios pertama yang kamu lihat. Muter dulu sedikit, bandingin harga, baru putuskan. Tawar-menawar itu hal biasa di sini, jadi jangan sungkan buat negosiasi asal tetap sopan. Selain batik, di gang-gang kecil kadang kita bisa discovering hidden gems seperti tas rotan, aksesoris etnik, kain lurik, sampai sandal atau sepatu unik khas Jogja. Seringnya toko-toko yang agak masuk ke dalam gang justru punya harga lebih miring. Makanya, jangan cuma di bagian depan, coba berani masuk lebih jauh ke dalam, jelajahi setiap lorong. Untuk makanan, di sekitar Pasar Beringharjo juga ada banyak jajanan tradisional. Kamu bisa cari getuk, cenil, lapis, atau sekadar es dawet buat pelepas dahaga setelah capek keliling. Kalau mau cari oleh-oleh makanan kering seperti bakpia atau geplak, biasanya ada di area sekitar luar pasar atau lantai yang berbeda, jadi jangan ragu tanya ke pedagang. Soal keamanan, selama ini aku merasa cukup aman selama tetap waspada. Karena suasananya ramai dan jalurnya sempit, sebaiknya tas selalu di depan tubuh dan barang berharga disimpan baik-baik. Pakai pakaian yang nyaman dan alas kaki yang enak dipakai jalan jauh, karena kalau sudah asyik jalan, tahu-tahu bisa keliling pasar lama banget. Menurutku, Beringharjo bukan sekadar tempat belanja, tapi juga tempat merasakan suasana lokal. Dari cara pedagang ngobrol, bahasa Jawa yang seliweran, sampai aroma rempah dan kain baru, semuanya bikin pengalaman di pasar tradisional Yogyakarta ini berkesan. Kalau kamu lagi ke Malioboro, sempatkan minimal satu sampai dua jam khusus buat eksplor Pasar Beringharjo, terutama bagian baratnya. Siapa tahu kamu juga menemukan hidden gems versimu sendiri.