... Baca selengkapnyaWaktu pertama kali coba bikin perkedel kentang goreng, aku sempat bingung soal bumbunya. Ternyata kuncinya ada di kombinasi bumbu dan cara mengolah kentangnya. Di resep ini, bumbu buat perkedel kentang pakai bahan yang simpel, tapi kalau dipakai dengan benar, rasanya bisa enak banget.
Biasanya aku pakai kentang yang digoreng dulu, karena hasilnya lebih wangi dan teksturnya lebih kering dibanding direbus, jadi adonan perkedel nggak terlalu lembek. Setelah kentang digoreng dan ditumbuk halus, baru masuk bumbu: garam, lada bubuk, kaldu bubuk sedikit, bawang merah goreng, dan daun bawang iris tipis. Kadang aku tambah daun seledri biar aromanya lebih segar, mirip yang ada di perkedel rumahan jadul.
Untuk bumbu, jangan langsung masukin banyak garam atau kaldu bubuk, soalnya kalau kebanyakan perkedel jadi gampang enek. Aku biasanya cicip sedikit adonan sebelum dibentuk. Kalau kurang gurih, baru tambahin kaldu bubuk seujung sendok. Lada bubuk juga penting banget, dia yang bikin rasa perkedel lebih hangat dan wangi.
Supaya perkedel goreng nggak hancur di minyak, ada beberapa trik yang sering aku pakai. Pertama, adonan jangan terlalu lembek. Kalau terasa lembek, bisa tambahkan 1–2 sdm tepung terigu atau tepung roti, aduk rata sampai bisa dibentuk. Kedua, bentuk perkedel agak padat dan rapat, jangan terlalu tipis supaya bagian luar bisa kecokelatan tapi dalamnya tetap lembut.
Sebelum digoreng, aku selalu celupkan perkedel ke telur kocok. Lapisan telur ini membantu mengunci adonan dan bikin bagian luar berwarna keemasan. Minyak juga harus benar-benar panas, tapi apinya sedang, bukan besar. Kalau minyak kurang panas, perkedel menyerap minyak dan mudah hancur; kalau terlalu panas, luar gosong dalam belum matang.
Biasanya aku goreng perkedel sampai warnanya kuning keemasan seperti di foto-foto kolase proses memasak: mulai dari kentang yang baru ditiriskan, adonan kentang tumbuk yang sudah dicampur bumbu, kemudian dibentuk bulat pipih, digoreng sampai permukaannya garing. Hasil akhirnya, perkedel kentang goreng terasa lembut di dalam, gurih dari bumbu, dan renyah tipis di luar.
Perkedel kayak gini enak banget disajikan bareng nasi hangat, sambal, atau jadi pelengkap sop bening. Kadang aku juga bikin buat stok bekal: bentuk dan balurkan telur, lalu simpan di kulkas, baru digoreng pagi hari. Praktis dan tetap enak. Kalau kamu suka rasa lebih kuat, boleh tambahkan bawang putih halus sedikit atau lada lebih banyak, tinggal sesuaikan selera keluarga di rumah.