ada yg bb nya stuck gaaa? Uda 2 bulanan ini skrg bb ku turunnya seiprit2 🥲🥲 #wieiad #defkal #intermittenfasting #if #menudiet #tipsdiet #journal
Jujur aja, setelah turun 11 kg dalam 20 minggu, aku juga sempat ngerasa berat badan benar‑benar stuck. Angka di timbangan rasanya nggak gerak, padahal pola makan masih dijaga dan tetap rutin jalanin intermitten fasting. Yang bikin aku agak kaget, walaupun timbangan nggak turun banyak, lingkar badan (pinggang, paha, lengan) malah terus mengecil dan semua baju jadi kegedean. Dari situ aku mulai ubah fokus: bukan lagi ke angka, tapi ke kesehatan dan perubahan bentuk badan. Sekarang kalau bikin what I eat in a day, aku lebih mikirin komposisi daripada sekadar kalori. Pagi biasanya aku pilih sarapan yang ringan tapi bikin badan enak dipakai aktivitas, kadang sekadar kopi tanpa gula plus protein ringan. Di hari tertentu aku tambahin olahraga pagi karena ngerasa badan lebih enteng kalau digerakin dulu. Nggak harus yang berat, jalan cepat atau workout singkat di rumah saja sudah cukup bikin mood naik. Untuk lunch, aku tetap pakai konsep volume tinggi kalori rendah. Sayuran aku bikin banyak banget di piring, lalu aku tambahin sumber protein seperti egg white (putih telur) hampir satu mangkok besar. Kombinasi sayur dan protein ini bikin aku super kenyang, tapi kalori tetap terkontrol. Triknya: pilih ingredients yang kalori‑nya rendah tapi bisa dimakan banyak, jadi nggak merasa diet yang menyiksa. Dinner aku buat lebih simpel dan ringan. Porsinya nggak perlu besar, yang penting seimbang. Kadang aku masak menu yang sama untuk keluarga, seperti masakan ala Vietnam yang disukai pasangan, tapi aku tweak sedikit biar lebih ramah diet: kurangi minyak, perbanyak sayur, dan tetap ada protein. Dengan begitu aku tetap bisa makan bareng tanpa merasa "terasing" karena lagi diet. Buat kamu yang merasa BB stuck juga, beberapa hal ini lumayan membantu aku: 1. Coba ukur lingkar badan rutin, bukan cuma timbang. Kadang lemak berkurang tapi otot bertambah, jadi timbangan terlihat stagnan padahal badan mengecil. 2. Perhatikan kualitas tidur dan stres. Waktu aku lagi capek dan stres, progress memang cenderung melambat. 3. Variasikan olahraga. Sesekali ganti jenis gerakan atau intensitas supaya badan nggak terlalu terbiasa dengan pola yang sama. 4. Konsisten dengan makanan berkalori rendah tapi tinggi volume, seperti sayuran, egg white, dan sumber protein lean lainnya. Intinya, perjalanan turun BB itu nggak selalu lurus mulus. Ada fase cepat turun, ada fase pelan bahkan stuck. Tapi selama pola makan dan gaya hidupmu lebih sehat, perubahan sebenarnya tetap jalan walaupun pelan. Jadi jangan terlalu kejam sama diri sendiri hanya karena angka di timbangan nggak geser jauh.
