Indonesia feels less like home, more like a circus. Rakyatnya jadi tontonan, elitnya jadi badut. And we’re the ones paying the price.

2025/8/29 Diedit ke

... Baca selengkapnyaDalam beberapa hari terakhir, banyak berita mengejutkan yang membuat kepercayaan masyarakat terhadap negara semakin memudar. Negara yang seharusnya menjadi tempat aman dan nyaman bagi rakyatnya, saat ini malah terasa sebagai panggung bagi para elit yang berkuasa menampilkan perilaku tak pantas seperti membully dan korupsi terang-terangan. Kondisi ini menciptakan rasa frustasi mendalam di kalangan rakyat yang hanya bisa menyaksikan tanpa kuasa, sementara kekayaan terus dinikmati oleh segelintir orang di atas. Kasus-kasus seperti mobil polisi yang melindas warga hingga menyebabkan kematian menambah luka bagi demokrasi Indonesia. Ini bukan sekadar masalah politik, tapi krisis moral yang menggerogoti fondasi negara. Masyarakat mulai kehilangan harapan karena kekuasaan tampak dipenuhi oleh orang-orang yang tidak mengutamakan rakyat, tapi malah memperkaya diri sendiri dan mempertontonkan keburukan mereka sehari-hari. Sebagai warga negara, penting bagi kita untuk tetap menjaga cinta tanah air dan tetap kritis terhadap situasi yang ada. Kesadaran kolektif dan aksi nyata dari berbagai lapisan masyarakat sangat diperlukan untuk menuntut perubahan yang lebih baik. Demokrasi yang sehat tidak hanya soal pemilihan, tetapi juga bagaimana setiap warga merasa didengar, aman, dan dihargai. Melalui diskusi dan penyebaran informasi yang jujur, harapannya masyarakat dapat terus terlibat aktif dalam mengawal pemerintahan agar lebih transparan dan bertanggung jawab. Masyarakat harus menjadi subjek utama, bukan objek tontonan dalam negeri sendiri. Kesadaran akan pentingnya integritas, keadilan, dan kepemimpinan yang benar harus menjadi prioritas untuk mengembalikan Indonesia sebagai rumah yang nyaman bagi semua rakyatnya.