‼️ BACA & SIMPEN! THIS IS WHY❗️

cowok bisa defisit parah & tetap fine. bisa fasted workout tapi tetep jadi otot. kalo cewek? langsung haid hilang dan hormon berantakan 😭

girls, kita butuh karbo, lemak sehat, dan rest days! bukan guilt! yang penting selalu seimbang antara olahraga dan makan, lalu diet sesuai siklus menstruasimu! #kesehatanwanita #edukasikesehatan #edukasitiktok #tipsdiet #dietsehat

2025/10/23 Diedit ke

... Baca selengkapnyaDulu aku juga sering mikir, “kok cowok bisa defisit kalori parah, puasa lama, fasted workout, tapi badan tetap kuat dan ototnya jadi, sedangkan aku baru nurunin makan dikit aja langsung capek, laper terus, mood swing, dan haid jadi berantakan?” Baru aku ngeh setelah belajar tentang grafik hormon siklus menstruasi 28 hari. Secara sederhana, siklus hormon wanita itu dibagi beberapa fase: fase menstruasi, fase folikular, ovulasi, dan fase luteal. Di balik tiap fase ini, hormon estrogen dan progesteron naik-turun dengan pola yang cukup jelas kalau dilihat di grafik siklus menstruasi. Cowok hormonnya cenderung lebih stabil, sementara siklus hormon wanita berubah terus sepanjang bulan. Di awal siklus (fase menstruasi), estrogen dan progesteron lagi rendah. Wajar banget kalau kamu merasa lebih lemas, gampang sedih, dan pengen istirahat. Di fase ini aku biasanya nggak maksa fasted workout, fokus ke olahraga ringan kayak jalan santai atau stretching, plus makan karbo cukup supaya energi kebantu. Masuk fase folikular, estrogen pelan-pelan naik. Di grafik hormon menstruasi, ini kelihatan sebagai kenaikan estrogen sebelum ovulasi. Banyak cewek ngerasa energi mulai balik, mood lebih oke, dan nafsu makan nggak segila sebelumnya. Ini momen yang enak buat latihan agak lebih intens, misalnya strength training, dan atur sedikit defisit kalori kalau mau diet, tapi tetap jangan ekstrim. Sekitar ovulasi, estrogen mencapai puncak. Beberapa orang merasa super kuat dan produktif di fase ini, jadi aku biasanya manfaatin buat push latihan beban, lari, atau olahraga yang lebih berat. Tapi tetap, aku nggak samain pola puasa atau defisit dengan cowok, karena setelah ovulasi tubuh kita masuk ke fase luteal yang beda banget. Di fase luteal, progesteron naik dan estrogen turun pelan-pelan. Di grafik hormon siklus menstruasi estrogen progesteron, bagian ini kelihatan seperti kenaikan progesteron cukup tinggi. Efeknya? Nafsu makan meningkat, tubuh cenderung menahan lebih banyak air, kita gampang kembung, dan mood bisa naik-turun. Di sini aku biasanya nggak saklek sama diet: aku tambahin sedikit karbo kompleks dan lemak sehat (misalnya alpukat, kacang-kacangan), karena tubuh memang butuh lebih banyak energi. Kalau di fase luteal kita maksa defisit parah, fasted workout tiap hari, dan skip karbo, sering banget muncul tanda hormon mulai kacau: haid telat atau hilang, jerawat, kelelahan, gampang marah, sampai stres berlebihan. Grafik menstruasi yang ideal itu menunjukkan pola hormon yang naik-turun teratur, tapi kalau kita terlalu keras sama tubuh, grafik hormon menstruasi bisa terganggu. Intinya, cewek bukan “versi kecil” dari cowok. Siklus wanita dan perubahan hormon pada siklus menstruasi bikin kita perlu strategi diet dan olahraga yang fleksibel. Sekarang aku lebih milih dengerin tubuh sendiri: ada hari buat gaspol, ada hari buat rest day tanpa rasa bersalah. Dengan cara ini, haidku lebih teratur, energi lebih stabil, dan progress badan tetap jalan tanpa harus ngorbanin kesehatan hormon.